Friday, April 2, 2010

Bertanduk Tiga : A tales of 6th Blok

Halo, nama gue ifrit, dan gue adalah setan gaul sekali. Masi ingat kan ma gue? Kalo masih lupa, coba baca post ini. Seperti yang kalian tahu, hobi gue adalah menjerumuskan manusia menuju keterpurukan hidup. Dan manusia korban gue kali ini adalah seorang anak laki-laki bernama Fauzi, ga rapi, dan mempunyai bakat memproduksi saliva berlebih.
Di bulan Februari (blok 5), gue udah berhasil sedikit menjerumuskan dia melalui seabrek game-game Pc sehingga dia sangat sedikit belajar. Dan di bulan maret ini, gue malah lebih sukses lagi. Gue berhasil menjadikan dia manusia bertanduk tiga. Melebihi tanduk yang gue punya. (dua tanduk, tapi pendek :P hehe). Sebenarnya indikator keberhasilan setan dalam menggoda manusia dapat ditentukan melalui jumlah tanduk transparan yng tumbuh di kepala. Berikut keterangan untuk masing-masing tanduk.
Tanduk satu: Malas. Malas bangun pagi, malas ngerjain tugas, malas beribadah, malas ngeliat acara gosip.
Tanduk dua: Suka membuang-buang waktu untuk hal yang sebenarnya ga penting, seperti ngobrol berlebihan, nonton acara dangdut hingga larut malam, chatting malam-malam.
Tanduk tiga: Melakukan hal yang merugikan diri sendiri seperti membelanjakan uang makan siang untuk beli game, membeli barang yang pada akhirnya ga digunakan, begadang untuk sesuatu yang ga bermanfaat, menggosip, ngomongin dosen, makan beling, makan jengkol de el el banyak lagi.

Karena gue orangnya sombong (bangga) maka gue akan melampirkan catatan rekor tindakan gue dalam menjerumuskan fauzi hingga menjadi zombie bertanduk tiga.
7 Maret: Waktu di disc tara, gue merayu fauzi buat beli DVD forest gump. Dan filnya sekarang juga ga ditonton sampe habis.
10 Maret: Waktu Fauzi sedang browsing mencari referensi untuk diskusi pemicu, gue menggoda dia untuk main crazykart hingga lupa diri, tidur jam 3 malam.Paginya masuk angin hingga mirip ayam sakit.
12 maret: Jam tujuh malam, ketika Fauzi membaca halaman pertama buku patologi anatomi yang dipinjamnya dari perpustakaan, gue menggodanya untuk rileks sejanak dengan memutar music player. Keterusan hingga jam dua belas dan belajarnya pun batal.
14 Maret; Gue merayu dia untuk terus tidur padahal laporan praktikum mikrobiologi belon ada yang siap, sepatu belon dicuci, kamar mirip sarang trenggiling, baju berserakan disana-sini, dan gigi belon digosok.
19 Maret: Ketika dia pulang agak malam dan kecapekan, gue merayunya untuk menunda shalat Isa nya dan mempengaruhinya untuk segera tidur. Dan dia pun ga jadi sha;at isa karena bangun kesiangan.
21 Maret: Ketika dia teringat ada temen SMA nya ulang tahun, gue lagi-lagi merayunya untuk menunda memberi ucapan selamat. Dan dia pun lupa.
24 Maret: Merayu dia untuk menghabiska uang (yang padahal niatnya digunakan untuk membeli hadiah untuk ulang tahun teman) membeli dua novel mahal. Dan novel-novel itu dibaca ga lebih dari setengah.
26 Maret: Beberapa hari menjelang ujian, dan gue sebisa mungkin merusak ingatan dia tentang hal itu. Gue berhasil. Buktinya dia masih saja asyik main game.
30 Maret: Ketika dia berniat begadang belajar untuk ujian besok, gue menyuruh dia untuk menonton liga champion. Dia pun lupa ada ujian. Dan baru teringat ketika pertandingan habis, waktu tetap berjalan, dan pagi pun tiba.

Gue belon tahu apa rencana dia untuk menghadapi terror gue di blok tujuh yang akan datang ini, tetapi apapun itu, gue akan terus berusaha membuat tanduknya bertambah sehingga dia selamanya akan terjerumus ke lubang hitam.
Hahahaha (ketawa setan)