Thursday, May 20, 2010

2010 : Kiamat cacing!


Semuanya berawal saat praktikum Anatomi, dosennya sedang asyik bercuap-cuap tentang sistem pencernaan dan disela-sela cuapannya itulah dia mengatakan suatu wejangan superpenting buat masa depan gue.
“hati-hati!” katanya lirih.
Gue pasang kuping dengerin. Buat gue, suatu kalimat yang dimulai dengan kata “hati-hati” pastilah sebuah kalimat yang penting untuk didengar.
“Kalo kalian makan banyak, tapi tetap ga gemuk-gemuk, Saran saya, cepat-cepat minum obat cacing.” Lanjutnya.
Sebagian temen-temen gue ketawa. Gue melihat tangan gue, dan melihat ke teman sebelah gue. Saling berpandang-pandangan.
“Haduh, gimana?” Tanya gue ke dia.
“Ya udah pastilah kita cacingan.” Balasnya. “Kita kan makan banyak tapi malah makin mirip tengkorak anoreksia.”
“Iya juga ya.” Gue mengangguk mengiyakan ucapannya. Apalagi gue termasuk tipe-tipe orang yang  cepat sekali merasa lapar gitu, ntah kareba emang rakus (hehe) atau karena cacingan, I dunno.
Pertanyaan “mengapa gue tetep aja ceking walaupun udah makan makanan bergizi 5-6 kali sehari” pun terjawab. Rasanya cuma kepala gue aja nih yang makin lama makin besar, bodi gue kagak. Gue ngebayangin, kalo semua nutrisi yang gue makan dari SD ampe sekarang cacing yang makan, plus susu L-Men gain mass yang dulu gue minum rutin juga dia yang nikmatin, bisa-bisa cacingnya udah tegap berotot kayak Ade rai dah. Gue ga terima. Pokoknya, cepat atau lambat, gue harus minum obat cacing. Inilah keputusan hebat minggu ini. Orang-orang ganteng ga boleh cacingan. Huhuhu.
Sorenya, sepulang dari kampus, gue singgah sebentar ke apotek buat beli obat yang dimaksud.
“Mbak, ada obat cacing?” Tanya gue pelan.
“Hah?” si Mbak  tersentak. Kemudian dia memperhatikan gue dari kaki ampe kepala. Gue pura-pura sibuk mainin hp.Dia ga nyangka bakal didatengin cowok ganteng, cacingan, dan hidrosefalus.
“Dewasa ya?” tanyanya.
“Hah? Emang ada anak kecil sebesar ini mbak?” Ucap gue sinis.
‘Oh, “ kemudian dia ngambil obatnya di lemari kaca. “Ini, dosisnya sekali minum dua tablet ya.”
“Oh iya, “ gue sok ngerti. Kemudian gue baca kemasan obatnya. Hmm, efektif untuk jenis cacing kremi (Axyuris vermicularis), cacing tambang (Necator americanus) , plus cacing gelang (Ancylostoma doudenulae) juga , wah, ini dia nih yang gue butuhin. Gue merasa aja semua spesies cacing parasit ada di perut gue.
Yang gue bingung, kenapa gambar cacing di kemasan obatnya kok sedang tersenyum bahagia gitu yah? Kan mestinya cacing itu tersenyum licik. Mirip-mirip manusia parasit lah.Kalo perlu tambahin tanduk sekalian biar exotis. Ah ga oke nih desainer kemasan obatnya.

Gue keluar apotek sambil membaca keterangan obatnya. Gue baca mekanisme kerja obat, dan disitu tertulis bahwa zak aktif dalam obat itu bekerja untuk melumpuhkan cacing. Gue baca ulang, hanya MELUMPUHKAN. Kalo gitu, artinya cacingnya Cuma lumpuh donk. Bakalan keluar bersama feses dalam keadaan hidup donk? Mampus dah gue.
Gue balik lagi ke apotek.
“Mbak, mau nanya.” Kata gue.
Si Mbak menaikan alisnya. “Kenapa?”
“Ini cara kerja obatnya gimana ya?”
Si Mbak diam sebentar.
“Ya itu, nanti cacingnya hancur.”
“Hancur? Ga keluar bersama feses dalam keadaan hidup kan?”
“Pokoknya hancur.”
“Hancur? Ga Cuma lumpuh.”
“Hancur.”
Gue sedikit lega. Gue keluar dari apotik itu dengan perasaan bangga. Di tangan gue ada obat yang keren, dan dengan ini, gue bakal jadi generasi sehat calon presiden.Huaaha. (cacingan kadang membuat orang sedikit narsis)
Sesampainya di rumah, gue minum tu obat. Efeknya, bener-bener signifikan. Efek yang paling kentara adalah gue yang biasanya nunggu sms dari liliput pertama, tapi khusus malam ini, gue Cuma nunggu waktu untuk BAB. Efek mengubah kebiasaan.
Gue merasakan perut gue bergejolak. Mungkin obatnya lagi bekerja. Lama-lama ngantuk dan akhirnya tertidur.
Esoknya, ketika bangun, gue langsung menuju toilet, matiin lampunya dan hanya memanfaatkan sedikit penerangan dari ventilasi, kemudian melaksanakan tugas suci (baca : Boker) dalam kegelapan. Asoyy dah haha. Ga tau deh cacingnya ada ikutan keluar atau enggak, yang penting gue udah minum obat, dan saat ini gue merasa lebih sehat dari sebelumnya.
Sayonara Wormy. Segeralah cari tempat tinggal baru :p
***
Oh ia, gue baru tau kemaren malam, katanya ada lomba menggambar karikatur nabi Muhammad di fesbuk. Wah, di saat dunia sekarang sedang sibuk menyelamatkan bumi dari global warming dan radioaktif nuklir, malah ada aja orang bego yang masih saja melakukan tindakan “Penghinaan terhadap agama.” Kayak gitu. Persepsi gue pun berubah, gue pikir selama ini orang barat tu pola pikirnya maju, eh ternyata, setelah kejadian ini, ada juga yang pola pikirnya jauh lebih bego dari orang idiot.
Menurut gue, tindakan “Penghinaan terhadap agama” adalah tindakan paling gag penting abad ini.
Gue anti terhadap hal-hal yang demikian.
Hahaha. Pokoknya kita jangan sampe terprovokasi yah (gue sendiri terprovokasi hihi)
.
Take care! ^_^