Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Thursday, March 17, 2011

My Favourite Movie (Comment and Wallpaper)

1.Definitely, Maybe
“Ya ampun, Rachel Weisz disini manis sekali :*)”

2.Despicable Me

“Walaupun jalan ceritanya biasa-biasa saja, kehadiran makhluk kuning bernama minions membuat film ini jadi tak terlupakan. Untuk karakterisasi, film ini Outstanding.”

3.The Sorcerer’s Apprentice
“Lupakan Jalan cerita atau aktor yang cakep atau ending yang mencengangkan, karena satu-satunya yang membuat film ini cukup pantas ditonton adalah spesial efeknya yang sangat enak dilihat mata.”

4.Toy Story 3
“Sama seperti dua seri sebelumnya, ending film ini menyentuh sekali…:) ditambah ada supporting character namanya Bonnie Anderson yang lucu abis. Adegan dimana ada Bonnie nya sering gue ulang-ulang. Lucu sih.”

5.Inception

“Walaupun menurut gue film ini tidak terlalu istimewa, tapi film ini membuat gue kepikiran terus setelah selesai menonton.”



6.Scott Pilgrim vs The World
“Akhirnya bisa ngelihat lagi tampang konyol Michael Cera (selepas film Year One), tapi dengan aksi yang lebih oke tentunya.”


7.500 Days of Summer
“Buat cowok-cowok gagah yang sering hancur berkeping-keping hanya karena sesuatu bernama “cinta”, film ini silahkan ditonton. Benar-benar mencerahkan.”


8.The Expendables
“Film ini menjual nama-nama besar para pemainnya, ada Stallone, Jet Li, dan mantan pegulat WWF yang dulu paling gue benci karena jarang sekali kalah, Steve Austin. Ga usah sok-sok mikir nonton film ini. Duduk manis, siapkan makanan, dan nikmati suguhan actionnya yang benar-benar berkelas.”

Sunday, February 20, 2011

Hello Stranger Movie Review


Pemain: Chantawit Thanasevee, Nuengtida Sopon
Sutradara: Banjong Pisanthanakun (Shutter, Alone, Phobia, Phobia 2)
Genre: Drama Komedi
Poin (Penilaian Pribadi):
7,5 Untuk Jalan Cerita
8,0 Untuk Pemain Utama
8,0 Untuk Akting Pemain (dan chemistry yang dibangun para pemainnya)
8,0 Untuk Kualitas Pengambilan Gambar
Total Poin: 7,8 (Bagus)


Film komedi romantis yang laris di negeri asalnya ini bercerita tentang dua orang asal Thailand (yang sampai akhir film tidak disebutkan siapa namanya) yang secara tak sengaja bertemu dalam sebuah liburan di Korea Selatan.. Datang ke korea dengan alasan yang berbeda, bertemu dengan cara yang unik, hingga pada akhirnya merasa cocok dan memutuskan untuk menghabiskan liburan bersama, bersenang-senang, tertawa, berbuat hal-hal konyol hingga akhirnya saling menyukai. Memang tidak ada yang spesial dari jalan cerita film ini. Tapi sangat menarik mengikuti perjalanan dan tingkah lucu keduanya dari awal bertemu di bandara Bangkok, di pesawat, hingga bertemu lagi di korea selatan. Belum lagi sosok si laki-laki yang banyak bicara dan selalu saja ngoceh dimanapun ia berada, membuat film ini tidak terasa membosankan hingga akhir, sekalipun durasi filmnya cukup panjang (sekitar dua jam).

Film ini tidak hanya mengandalkan tingkah-tingkah konyol kedua pemainnya untuk membuat kita tertawa. Sebenarnya kekuatan dari film ini terletak di chemistry yang dibangun dua pemeran utamanya. Melalui dialog-dialog mereka lah unsur-unsur komedi dibangun dengan manis. Banyak dialog-dialog di film ini yang membuat saya tersenyum, bahkan tertawa. Dialog di bawah ini adalah salah satunya. 
(Ketika mereka sedang berada di depan dua buah patung pasangan bintang film korea)


L (Laki-laki): Jadi siapa ini? (sambil menepuk pundak patung laki-laki)


P (Perempuan): Bae Yang Joon (sambil memasang tampang jutek)


L: Hmm, Terlihat tampan, tanpa cela. Tapi keras. (sambil mengetok kepala patung). Jika terbentur pasti sakit.


P: (menghela nafas)


L: Hei, sebenarnya aku tidak tahu drama korea. Isinya selalu duduk dan terus menangis sepanjang hari, dan selalu lupa ingatan, bertemu karena cinta lalu mati. Atau aktris yang menyamar jadi pria, dan tak ada yang tahu. Isinya selalu sama. Drama korea selalu saja sama. Menurutku, itu sangat palsu.


P: Apa kau tidak tahu kata romantis?

L: Kebiasaan para gadis, apapun selalu dibilang romantis. Dan, bagaimana jika tokoh utamanya seperti itu (menunjuk dua pasangan gemuk berkacamata tebal yang kebetulan lewat)


P: Oh, (berpikir sejenak). Tampilan luar tidaklah penting. Pasangan korea selatan selalu menunjukan rasa cinta mereka.

L: Heh, apa mereka takut jika tidak ada yang tahu, haha


P: Mulutmu besar sekali!


Gue tertawa ketika si laki-laki ini mengucapkan kalimat, “atau aktris yang menyamar jadi pria”. Maksud dari kalimat itu adalah mengejek kebanyakan aktor korea yang cantik seperti perempuan sehingga mungkin saja itu adalah aktris yang menyamar jadi laki-laki. (no ofense hehe)
Saya suka film ini. Dari awal hingga pertengahan kita dibuat tertawa melalui tingkah-tingkah konyol keduanya, tetapi menjelang akhir, ceritanya menjadi lebih serius dan cukup mengaduk emosi. Walaupun akhirnya menyedihkan, tapi endingnya tetap disajikan dengan manis (dan romantis).

Overall, film ini bagus dan layak tonton terutama bagi yang suka film-film drama komedi. Walaupun sebenarnya jalan ceritanya cukup klise, tapi kekurangan itu dapat ditutupi dengan banyak kelebihan dari film ini, seperti dua pemain utama yang cakep, akting yang natural, chemistry yang oke, sinematografi yang digarap dengan baik, dan ending yang antiklimaks. Satu lagi nilai plus untuk film ini adalah, Lucu tanpa harus ada bumbu sex. Kalimat terakhir itu khusus gue tujukan untuk kebanyakan film-film komedi Indonesia beberapa tahun belakangan. Belum ada Film komedi romantis Indonesia yang cukup berkualitas semenjak film ‘Jomblo’ (2006). 

Sebagai penutup, berikut kutipan kata-kata terakhir yang menurut gue sangat menyentuh dari sang laki-laki di penghujung film ini (Spoiler): 

Kau mungkin tak paham, tahun lalu aku pergi ke korea selatan, dan aku bertemu dengan seorang gadis disana
Kita bepergian bersama, walau hanya beberapa hari
Seperti film romantis, bertemu beberapa hari di luar negeri
Aku tak tahu namanya, tapi kurasa, aku jatuh cinta padanya
Tapi waktu itu dia berkata padaku, mungkin perasaanku hanya ilusi sementara
Aku tak tahu,
Jika ini hanya ilusi sementara, mengapa bertahan lama sekali
Setahun lebih, mengapa aku selalu merindukannya?
Mengapa setiap hari aku selalu ingin bertemu dengannya
Menurutmu, apa aku gila?

Kata-kata penutup yang bikin garuk-garuk tanah haha.

Sunday, January 30, 2011

February Sidekick

Gue memasuki bulan februari diiringi dengan usaha untuk melepaskan diri dari “Hasrat ingin pacaran” yang mengaburkan batas-batas hubungan gue dengan beberapa perempuan. Gue belum berhasil lepas sepenuhnya. Melepaskan diri dari naluri tentu saja sangat sulit dan gue juga tidak mau benar-benar melepaskan diri dari naluri itu. Yang gue perlu lakukan hanyalah “Menekan” hasrat itu hingga tiba saat yang tepat. Itulah yang gue lakukan diawal tahun ini, bersusah payah menekan perasaan yang mestinya dipelihara dan dikembangbiakan dengan baik. Yah, gue punya alasan yang sangat personal.

Jadi bagaimana hasilnya? Cukup bagus. Hanya ada satu kejadian yang menodai usaha gue untuk menekan hasrat itu, yaitu ketika gue sempat memutuskan untuk mendekati seseorang. Untunglah gue cepat sadar dan belum bertindak terlalu jauh, sebab, bukan tak mungkin karma itu akan menghampiri gue lagi.

Karena di januari ini gue berhasil melakukan apa yang gue ingin lakukan dengan cukup baik, gue jadi merasa perlu untuk mengambil langkah maju lagi di bulan Februari besok. Gue bukannya tanpa rencana. Gue sudah mengonsepnya dari tahun lalu. Gue bahkan sudah mempunyai hal-hal yang akan membantu gue bertahan dari “musuh” planning nomor satu, yaitu : Stres.

Agar lebih mudah melekat di pikiran, gue menamakan hal-hal itu dengan istilah “Sidekick”. Lupakan masalah tata bahasa. Gue menamainya begitu hanya karena gue ingin. Sidekick pertama gue datang dari dua hobi baru gue yaitu Surfing di internet dan menonton film. Berkat kedua hal itu, gue menemukan hal menarik lagi, Flick Magazine, sebuah majalah Film yang bisa didownload secara gratis. Majalah ini adalah hasil karya komunitas pencinta film Indonesia, punya tampilan yang bagus, diasuh oleh orang-orang yang punya kompetensi dalam bidangnya (dalam hal ini yaitu Film). Flick Magazine tidak disajikan dalam format pdf, melainkan dalam Flash. Membuat tampilan majalah ini lebih interaktif, terutama ketika melakukan transisi pergantian halaman. Mengenai isi, majalah ini tidak kalah dari majalah majalah film versi cetak. Bahasa yang digunakan cukup renyah dan langsung tembak sasaran. Jelas hal itu menjadikan nilai lebih dari majalah gratis ini. Dan jika bicara soal keuntungan, coba bayangkan berapa uang yang gue habiskan jika harus membeli majalah versi cetak yang kualitasnya sama dengan majalah gratis yang juga gue download secara free melalui fasilitas internet kampus. Hohoho. Mungkin satu-satunya kekurangan dari majalah gratis ini, adalah ukurannya yang terlalu besar (rata-rata 40an MB) sehingga mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama mendownloadnya. Flick Magazine bisa didownload disini.

 
Alternative lain jika gue bosan dengan sidekick berupa kegiatan membaca, gue bisa kembali ke hobi baru gue itu. Menonton. Dalam dua bulan terakhir ini, gue sudah menonton lebih dari seratus film dan mengoleksi 75 diantaranya. Malah beberapa hari yang lalu, gue mendapatkan empat film lagi, yaitu Fight Club, The Dark Knight, Invincible, dan AdventureLand. Dua diantaranya memiliki rating IMDB yang sangat tinggi yaitu 8,6.
Fight Club
Invincible
 Jika melihat genre dari keempat film itu, hampir seluruhnya adalah film action. (kecuali Adventureland yang bergenre drama komedi). Koleksi gue juga kebanyakan action dan komedi. Gue jadi merasa agak-agak bosan dan tentunya gue juga butuh variasi untuk sidekick gue. Gue pun mencoba beralih ke film Drama-Romantis, yang tidak klise dan tidak cengeng tentunya. Terakhir gue nonton film bergenre ini adalah ketika menonton 500 days of summer dan Hello stranger, yang langsung menjadi favorit. Setalah browsing sana-sini, akhirnya gue menemukan film drama romantis yang pantas untuk dicari, yaitu film jepang berjudul Taiyou no Uta ( A song to the Sun). Banyak yang merekomendasikan film ini di forum, dan film ini juga merupakan 7 film jepang yang paling banyak didownload versi IDWS. Selain itu, film ini juga menjadi salah satu dari sedikit film Asia yang mendapat rating di atas 7 di IMDB (Bersama 3 idiots, Slumdog millionaire, Seven samurai, hello stranger)
Taiyou no Uta
 Setelah gue baca resensinya dari beberapa blog, film ini punya cerita yang cukup klise, yaitu seorang cewek yang menderita penyakit langka, Xeroderma Pigmentosum (tidak bisa terkena sinar matahari karena akan berdampak buruk untuk kulitnya) yang membuatnya harus tidur di siang hari dan melakukan segala aktivitas dimalam hari. Hingga dia bertemu dengan seorang cowok dan akhirnya saling jatuh cinta. Tipikal film drama asia lah. Itu masih soal cerita, gue sendiri belum lihat gimana acting para pemainnya dan bagaimana eksekusi sutradaranya. Nilai plus untuk gue di film ini adalah karena pemeran utamanya adalah YUI. Ya, salah satu penyanyi cewek jepang paling terkenal saat ini. Yang juga merupakan penyanyi cewek pertama yang jadi favorit gue. Di film ini Yui katanya juga akan menyanyi “Skyline”, dimana lagu ini merupakan lagu yang cukup legendaris. Banyak yang bilang film ini bagus dan menyentuh. Jadi ga sabar pengen nonton.


Saat ini, dikepala gue, sedang melayang-layang banyak sidekick (selain yang berhubungan dengan film seperti tiga sidekick diatas tentunya). Gue hanya perlu memikirkannya lebih intens hingga akhirnya bsia dikonversi menjadi kenyataan yang akan membantu gue menghindari stress, atau paling tidak meminimalisir frekuensinya. Sejau yang udah gue pelajari, selain tidak baik untuk kejiwaan, stres itu juga punya banyak dampak buruk untuk kesehatan. Tidak sedikit juga yang bermanifestasi di rongga mulut (mata kuliah yang sedang gue pelajari sekarang Hoho). Jadi, sebelum semuanya berubah menjadi buruk, segeralah temukan cara untuk menghindari stress. Okeii.



Sunday, January 23, 2011

My Monthly Life Magazine Vol 2

Editorial: New Year’s Resolution

Tahun baru ataupun semester baru identik dengan resolusi baru. Gue mungkin termasuk dari banyak orang yang sibuk membuat resolusi. Dan satu dari sekian banyak “tool” yang gue rancang untuk mendukung jalannya resolusi itu ialah Acer Life’s Tool (Terinspirasi dari Nokia life tool yang mengecewakan itu). Acer life’s tool adalah soal bagaimana mengoptimalisasi Laptop untuk mendukung kelangsungan rencana resolusi gue. Secara garis besa, Acer Life’s Tool dibagi ke dalam dua sub bagian. Yang pertama adalah Desktop Tool, terdiri dari 5 software yang dijalankan di desktop, Wikipad (untuk latihan menulis), My script, (Shortcut bahan-bahan kuliah), Smart diary suite (software untuk menulis jurnal yang dilengkapi banyak fasilitas keren seperti life parameter, graphic, table, scedhule, task, dan banyak lagi), DVD ripper platinum (untuk mengkonversi file dvd ke format yang lebih ringan seperti MKV dan AVI), dan Kamus (Ini jelas, software yang membantu gue untuk menerjemahkan textbook). Yang kedua adalah Quick launch tool, terdiri dari 2 software multimedia, yaitu AIMP music player dan KMplayer untuk memutar semua format video. Tujuan dari Acer Life’s Tool ini adalah untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus mengalami kejenuhan. Ini hanyalah salah satu dari beberapa cara yang gue lakukan untuk merealisasikan resolusi gue. Kalaupun nanti jadi ga maximal oleh suatu hal, yang penting gue udah berusaha. Berusaha itu hal baik. Dan ga ada hal baik yang sia-sia. (Mengutip quote dari shawsak redemption lagi hehe).
Let’s Rock dude!

Quote of the Month

You just have to keep on breathing, because tomorrow the sun will rise, and who knows what the tide will bring. (Taken from “Cast Away” movie, 2000)

Favourite Stuff : Kalendar Lebay 2011

Sabtu kemaren gue ke Gramedia dan nemu Kalender Ekslusif Komik Kambing Jantan buatan Raditya Dika dan Dio Rudiman. Kebetulan gue juga lagi nyari kelander yang nantinya bakal gue gunakan sebagai reminder. Ya ya, rasa-rasanya gue perlu untuk lebih menghargai hari-hariyang gue punya. Gue yang merupakan fans nya raditya Dika dan juga menyukai grafis dari komik kambing jantan tanpa pikir panjang langsung comot dan bawa kekasir. Ga pake lihat harga lagi Hoho.Di mata gue, kalender ini keren, ada bonus sticker event lagi. Dan ini memenuhi kebutuhan gue akan kalender yang enak dilihat.

Komik penuh nuansa kambing

Bonus sticker Event
Ada apa di tanggal 23 maret? Hoho

Favourite Match: Arsenal Vs WIgan Athletic : 3-0

Ini pertandingan seru buat gue dimana Arsenal menang telak dan berhasil merebut posisi 2 klasemen dari Manchester city. Terlebih lagi, di pertandingan ini Robin van Persie mencetak Hatrick pertama dalam karirnya. Gue turut senang menjadi saksi sejarah dari momen tak terlupakan pemain bola favorit gue itu.Oh iya, selebrasi gol ketiga van persie itu lo…, keren sekali. Jadi ga sabar nunggu Fan Zone Arsenal ngeluarin Wallpapernya, biar gue jadiin poster.

 

Song of the Month: Say What You Need to say-John Mayer

Kesan pertama gue ketika mendengar lagu ini adalah, Biasa Saja. Cenderung membosankan. Kalimat yang sama diulang-ulang di reff lebih dari empat kali. Tetapi, semakin sering gue denger ni lagu, plus kehadirannya di film Madagascar 2 dan The Karate Kid, jadilah lagu ini terngiang-ngiang terus di kepala ge hingga akhirnya gue menyukainya.Alasan gue? Permainan instrumentalnya kuat dan vokal John Mayer juga unik gue rasa. Cocoklah didengerin di waktu santai.

My Playlist: January 2011

Setelah dua tahun lebih didominasi lagu-lagu asing, playlist gue di awal tahun ini diisi juga oleh banyak lagu-lagu lokal. ;)
John Mayer


My Movie Review: Cast Away

Genre: Drama
Cast: Tom Hanks, Hellen Hunt
Year: 2000
Rating: 7,5 

Film ini bercerita tentang seorang manager Fedex, Chuck Nolan (Tom hanks) yang Menjadi satu-satunya korban selamat dalam sebuah kecelakaan pesawat dan terdampar si sebuah pulau terpencil tak berpenghuni. Perjuangan Chuck untuk bertahan hidup inilah yang menjadi garis besar isi film. Mungkin film ini akan sangat membisankan buat sebagian orang karena di sepanjang film kita hanya akan disuguhi wajah Tom Hanks terus menerus selama lebih dari satu jam. Tetapi film ini mempunyai pesan moral yang kuat. Melihat bagaimana kerasnya perjuangan Chuck untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan berbagai cara tanpa sedikitpun merasa putus asa. Konon, yang membuat Chuck punya motivasi yang besar untuk bertahan hidup dan keluar dari pulau adalah karena dia mempunyai janji kepada Kelly, cewek yang sangatia cintai. Sekedar informasi, ending cerita ini lumayan sedih. Sesedih apa? Tonton aja sendiri ya. :p

My Personal Box Office

1.Slumdog Millionaire

2.Fight Club
3.Kick-Ass
4.Toy Story 3
5.District 9

Trivia

Apa yang paling gue harapkan untuk hadiah ulang tahun?

Sepatu Nike Dunk HI AC TZ (mimpi kali yee haha), Wireless Bluetooth Earphone for Sony Ericsson Green Heart warna merah (ketinggian kayaknya), Jersey Arsenal Original bertuliskan Robin Van Persie atau Samir Nasri.



Tuesday, January 18, 2011

Wallpaper Gallery on January

1.20th century boys : Ready for Final battle


Merupakan ilustrasi dan simbol dari manga favorit gue, 20th century boys. Buat gue yang udah membaca manganya, ilustrasi siluet dari wallpaper ini sangat memorable. Menggambarkan scene kepergian enam orang sahabat untuk menyelamatkan dunia dari sebuah konspirasi misterius yang didalangi oleh teman masa kecil mereka sendiri. 

2. 7D


 Tujuh karakter dalam wallpaper ini menggambarkan tujuh unsur kehidupan. Dream, destiny, desire, destruction, death, despair, dan delirium. Penggambaran karakter yang unik dan pewarnaan yang bagus membuat wallpaper ini menjadi favorit gue untuk kategori Art.

3.Robin van Persie is back


Ini wallpaper pertama van persie di situs resmi Arsenal. Setelah pulih dari cedera yang lumayan panjang, van persie kembali ke dalam performa terbaiknya. Wallpaper ini menggambarkan kebangkitan van persie, yang mencetak dua dari tiga gol kemenangan arsenal atas tuan rumah, west ham united. Gue sendiri adalah fans dari van persie. Jadi, tidak ada alasan buat gue untuk tidak mengoleksi wallpaper ini.

4.Akatsuki gathering


Wallpaper komikal ini sangat menarik. Masing-masing dialog dari karakter akatsuki didalam wallpaper ini mencerminkan sifat-sifat mereka. Seperti Kakuzu yang matre dan Hidan yang religius. Lucu.

5.Hayley Williams


Eksekusi photoshop di wallpaper ini professional. Paling tidak, separuh dari wallpaper ini memuat gaya Hayley memegang microphone. Yah, Hayley memang seelalu terlihat sexy ketika bernyanyi. 

6.The Legend of Zelda : The minish cap


Ntah kenapa gue mudah menyukai gambar apapun dengan warna dominan hijau. Apalagi dalam balutan ikon game legendaries seperti Zelda. 

7.Plant.


Detil wallpaper ini sanagt mengagumkan. Efek makronya sangat tajam. Dan yang paling penting, didominasi salah satu warna favorit gue, Hijau.