Showing posts with label Lagi waras. Show all posts
Showing posts with label Lagi waras. Show all posts

Thursday, February 17, 2011

Positively No Smoking


Cause 1

Awal dari rasa sentimen gue dengan rokok sebenarnya sudah dimulai dari lima belas tahun lalu. Waktu itu nominal lima ribu rupiah masih terasa begitu tinggi, apalagi buat gue yang saat itu masih berumur lima tahun.

“Ini buat aku?” Tanya gue kegirangan ketika bokap menyerahkan selembar uang lima ribuan baru. Saat itu gue memang lagi butuh uang untuk beli lotere berhadiah mainan Gundam.

“Beliin Rokok dua bungkus sana. Kalau ada sisanya, ambil saja.” Jawab bokap gue.

Yang ada di pikiran gue yang masih kecil waktu itu adalah, ternyata, bagi bokap gue, rokok lebih penting dari kesenangan anak sendiri.

Yah, pola pikir gue memang masih sederhana. Tapi seandainya saja bokap gue bukan perokok berat, uangnya pasti bisa dialokasikan lebih banyak buat uang jajan gue.

Cause 2

Enam tahun kemudian, gue sudah duduk di kelas 6 SD. Suatu ketika, gue bersama tiga orang temen gue, yang bandel-bandel, nongkrong di kantin belakang sekolah (SD gue punya tiga kantin, dimana kantin belakang adalah kantin yang jauh dari pantauan guru). Salah satu temen gue membawa sebungkus rokok, hasil nyolong punya bokapnya. Dia membagikan rokok itu satu satu ke gue dan ke dua lainnya. 

“Ini gimana cara makenya?” Tanya gue waktu itu. Ragu dan agak tidak tertarik.

“Bakar ujungnya, kemudian hisap.” Kata temen gue yang punya rokok itu. Tampak dua temen gue yang lain sudah menyalakan rokok. Asap mengepul di ruangan kantin.

“Hanya dihisap?” Tanya gue. Mereka Cuma mengangkat alis. Sesekali mengeluarkan asap dari hidung. Hebat bener bisa keluar asap dari hidung, pikir gue waktu itu. Untung ga dari pantat.

Gue menghidupkan pemantik api dan menyalakan rokoknya. Kemudian gue letakan ujung rokok itu ke mulut, dan mengikuti instruksi temen gue tadi, menghisap rokoknya.

Tenggorokan gue serasa terbakar.

“Uhuk..uhuk..uhuk..” Gue batuk dengan hebat. Mata gue berkunang-kunang.

Semua temen gue ketawa. “Goblok, Asapnya jangan ditelen!”

Gue mematikan rokok itu dan membuanya ke tong sampah. Ruangan kantin dipenuhi tawa membahana. Tapi entah mengapa, itulah untuk pertama kalinya gue tidak merasa malu ketika ditertawakan. Malah gue bersyukur, gara-gara hal itu, pandangan gue kepada sesuatu bernama rokok menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

Ada orang yang bisa menjelaskan ke gue apa enaknya makan asap?

Cause 3

Gue sedang dalam perjalanan naik bus dan disamping gue duduk laki-laki separuh baya dengan rokok di tangannya. Gue bukanlah orang yang gampang mabuk perjalanan. Lain halnya jika gue menghirup asap rokok. Gue bisa jadi mual dan pusing. 

Gue membuka jendela bus dan membalikan muka ke arah jendela, berharap mendapat angin segar. Tapi entah disengaja atau tidak, asapnya terus saja mengarah ke gue.

“hukk, uhuukk.” Gue batuk pelan. Takut menyinggung si perokok. Tapi rokoknya tetap tidak dimatikan. Gue melirik ke arahnya, memperhatikan ekpresi puas dari wajahnya karena rokok itu, kemudian gue melihat dia menghembuskan kepulan asap dari mulutnya, menerpa wajah gue.

“Uhukk, uhukk, oekk.” Gue refleks batuk. Karena tidak tahan lagi, gue batuk keras-keras agar dia sadar rokoknya itu baru saja meracuni paru-paru orang ganteng.

Dia memandang gue. “Maaf.” Katanya sambil memindahkan rokoknya dari tangan kiri ke kanan.
Dua menit kemudian, asap kembali menerpa wajah gue. Gue memandang ke samping dengan geram. Yang gue lihat hanya wajah puas dengan mata merem melek, dan hidung yang mengeluarkan asap.
Gue baru tahu kalau merokok ternyata bisa membuat orang jadi acuh tak acuh.

Cause 4

Gue masih ingat, waktu kelas sebelas, gue pernah punya teman wanita yang menolak cinta seorang cowok yang gue anggap ganteng. Karena akal sehat gue tidak bisa menerima hal-hal seperti itu, gue pun bertanya kepada orang yang bersangkutan.

“Aku bingung, kenapa sih kamu nolak dia?” Tanya gue penasaran. Guru matematika saat itu sedang berhalangan hadir sehingga ada dua jam kosong yang selalu dimanfaatkan oleh sebagian siswa untuk ngobrol.

“Kenapa bingung? Apa ada yang aneh ya?’ Tanyanya balik.

“Maksudku, si L itu kan, Ganteng. Kelihatannya baik lagi. Dia juga pintar kan? Terus terang aku kagum dengan dia, apalagi kalo main voli.”
 
“Oh haha.” Dia tertawa. “Ya aku juga kagum. Sedikit.”

“Terus?”

“Ya belum mau pacaran aja.” Katanya. “Lagipula, dia merokok.”

“Kenapa kalau dia merokok?” Gue semakin penasaran.

“Haha, deket ma orang yang merokok aja ga betah, apalagi dijadiin pacar.”

“Oh hahaha.” Gue ikutan ketawa. Tentu saja, gue bukan perokok. “Jadi, bukan perokok merupakan kriteria cowok idaman?”

“Bisa dibilang begitu lah.”

“Bagus, kalo gitu aku masih punya kesempatan.” 

“Hah apa?”

“Enggak! Enggak!” Gue memalingkan muka.

Dan pada akhirnya, sadar atau enggak, keputusan untuk tidak merokok memberikan banyak keuntungan yang tidak disangka-sangka buat gue, juga untuk orang-orang di sekitar gue.
Gue bangga menjadi orang yang tidak merokok.


Monday, January 17, 2011

3 Minutes

Seminggu tanpa update blog adalah ancaman serius untuk tahun ini. Sama saja artinya dengan penurunan intensitas menulis. Terus terang ini merupakan hal buruk jika alasan yang mengiringinya adalah hal konyol seperti kebanyakan tidur atau download komik yang sebenarnya cuma untuk dikoleksi. Hanya saja, alasannya bukan itu. Tidak adanya waktu gue untuk menulis ini diakibatka n rutinitas enam bulanan bernama penyusunan kartu rencana studi (KRS) seminggu sebelum semester baru dimulai.

Khusus untuk semester ini (semester 4), penyusunan KRS menghabiskan waktu seminggu dikarenakan banyaknya kesalahan teknis yang terjadi. Dan khusus untuk semester ini juga, terjadi perubahan pada prosedur pengisian KRS yang gue lakukan. Kali ini, prosedur “bertemu dosen pembimbing ‘hanya’ untuk mendapatkan tanda tangan” berubah menjadi “bertemu dosen pembimbing tidak hanya untuk tanda tangan, melainkan juga untuk mendapatkan nasehat super penting”. Walaupun dinasehatin itu kadang menyebalkan untuk remaja seumuran gue, tetapi gue tetap butuh nasehat. Gue butuh untuk dinasehati. Dan gue mendapatkannya dalam 3 menit percakapan singkat dan padat dengan dosen pembimbing gue.

Saat itu, gue dan beberapa teman yang lain sedang mengantri untuk mendapatkan tanda tangan di KRS masing-masing. Dilihat dari caranya memperlakukan tiga teman gue yang maju duluan, kelihatannya dosen gue ini sedang tidak dalam mood yang baik. Dan hal itu bisa saja diperparah jika dia melihat nilai-nilai yang tertera di KRS gue.

Giliran gue pun tiba. Gue menyerahkan lembaran KRS sambil mulut komat kamit membaca doa. Semoga tidak ada kemarahan yang keluar. Sejenak dia mengamati KRS gue, memandang bergantian antara gue dan kertas itu.

“Fauzi, kenapa nilai kamu seperti ini?” tanyanya. 

Gue hanya diam. Mau menyalahkan siapa? Mau berdebat apa? Toh bagaimanapun juga gue yang salah. 

“Kamu pacaran?” tanyanya.

“Hah? Enggak dok.” Kata-kata ini meluncur keluar secara involunter. Semenjak kuliah, gue agak asing dengan kata pacaran. Kecuali jika kata pacaran berlaku untuk benda, maka gue akan bilang bahwa laptop adalah pacar gue.

“Ah masa, ngaku aja.” Kelihatannya ia berusaha mendesak gue. Tipikal dosen senior.

“Enggak dok. Beneran.”

“Terus? Kalau gitu kamu pasti BBM-an.”

“Yah, apalagi itu. Saya ga punya BB dok.”

“Kalo gitu smsan?”

“Eh, kalo itu sih…”

“Menghabiskan waktu berjam-jam untuk smsan? Heh, menghentikan itu ga akan membuat kita mati.” Katanya.

“Iya dok.” Gue mengangguk. Kali aja dengan mengalah, acara yang isinya menyudutkan gue ini selesai lebih cepat.

“Tahun depan saya mau nilai ini berubah!”

“Iya dok, pasti.”

“Saya mau tahu, gimana cara belajar kamu.”

Cara belajar? Gue baru saja mau bilang kalo gue ga pernah belajar. Tapi biar ga kena marah lebih lanjut, gue menjawab seperti ini:

“Belajar seperti biasa dok. Ya belajar.”

“Sendirian?”

“Iya dok, sendirian.”

“Dan lihat hasilnya. Semester ini kamu coba cara lain. Belajar berkelompok.”

“Tapi lebih enak belajar sendiri dok.”

“Lihat hasilnya.” Ia mengatakan itu sambil menunjuk nilai-nilai di KRS gue. Oke. Gue nyerah.

“Iya dok. Saya akan ajak teman-teman saya yang lain nanti untuk belajar kelompok.”

“Ingat, jika nilai ini tidak diperbaiki, tahun depan tidak akan ada tanda tangan.”

“Hah?” Gue shock

“Kenapa?”

Gue menggeleng. Ia pun akhirnya menandatangani KRS gue.

“Oh satu lagi.” Katanya.

Masih ada lagi? Gumam gue dalam hati.

“Sering-sering olahraga.” Sambungnya.

Suasana hening sejenak. Gue bengong memandang wajahnya. Ia membalas gue dengan tatapan kearah lengan gue.

“Oh..” seru gue sambil nyengir miris. “terima kasih dok.”

Gue mengambil KRS gue dan ngacir pergi.

Olahraga? Apa maksudnya olahraga otak? Seperti membaca? Atau olahraga dalam arti yang sebenarnya? Apa ini karena fisik gue yang kecil? Hohoho. Gue akan ingat wejangan ini.

Paling tidak untuk enam bulan kedepan sebelum gue bertemu dengan dosen pembimbing itu lagi.


Wednesday, January 5, 2011

Sesuatu yang baik itu bernama Harapan

Gue masih ingat sekitar tujuh tahun lalu, saat itu, Christiano Ronaldo baru saja pindah ke Manchester united, mungkin didaulat menggantikan peran David Beckham yang hengkang ke Real Madrid. Gue juga masih ingat, tujuh tahun yang lalu, Christiano Ronaldo pernah berkata seperti ini di sebuah majalah sepakbola yang gue baca.

“Saya mengagumi permainan Ronaldo dan Thiery henry. Suatu saat, saya akan sebesar mereka.”

And now, Christiano Ronaldo itu, bahkan lebih besar dari kedua idolanya. Menjadi pemain termahal didunia saat ini.

Ini soal bagaimana sebuah keinginan dan harapan membimbing kita menuju takdir.

Ada lagi contoh yang lebih menarik, gue secara tidak sadar mengamati ini. Ini kutipan kalimat dari postingan raditya dika tentang idolanya, Sherina di tahun 2008.

“Dari dulu gue fans beratnya sherina, I think she’s just so pretty and talented.”

And kurang dari dua tahun kemudian, mereka pacaran. Siapa sangka? Buat gue, bisa pacaran dengan salah satu idola adalah salah satu pencapaian besar. Gue sendiri tidak pernah membayangkan kemungkinan gue bisa jalan dengan Pevita (laugh). Tapi, siapa yang bisa tahu kemana takdir akan membawa hidup?

Gue sendiri mungkin terlalu sering berharap, dan sering juga mendapati bahwa harapan gue tidak tercapai. Frustasi? Jelas. Tapi biarpun demikian, gue sadar, berharap itu tetap merupakan hal baik. Dan tidak ada hal baik yang sia-sia.

Gue hanya mengingkan hal sederhana. Gue hanya ingin menjadi orang selalu tersenyum puas setiap kali selesai melihat pengumuman nilai.

Itu harapan gue.

Dan mari bersama-sama kita lihat bagaimana kuatnya sebuah Harapan dalam mengubah hidup seseorang.

Monday, December 20, 2010

Hasil Searching pagi hari

Wuaah, dengan hari ini, gue udah empat kali bangun pagi TEPAT WAKTU secara berturut-turut. Dan, apa yang gue lakukan untuk mengisi pagi ini? Browsing.

Kebetulan tadi pagi, atau malah mungkin dari tiga minggu lalu semenjak piala AFF bergulir, berita tentang timnas lagi hangat-hangatnya. Tiap kali lihat tabloid olahraga, covernya pasti pemain timnas. Tiap kali mutar acara berita di tivi, pasti liputan tentang latihan timnas, supporter, nyanyian ‘Garuda di dadaku’ di mana-mana. Ga mau ketinggalan, gue pun coba meramaikan momen kebangkitan persepakbolaan Nasional dengan searching foto-foto timnas Indonesia. Silahkan di save bagi yang berminat. Oh ya, foto-foto yang gue pajang disini berasal dari berbagai sumber, seperti Yahoo OMG, Google, etc.

Sekarang saatnya gue meramal. INDONESIA JUARA AFF SUZUKI CUP 2010. Amin. (ini ramalan atau doa sih hehe)
http://www.emocutez.com
Skuad utama Timnas Indonesia di piala AFF 2010
Salam buat pacar lo ya.
Itu milikku, itu miliku.
Tolong rem sedikit larinya cuy.
Jangan remehkan orang tua hei anak muda.
Gue juga pengen nyetak gol ni.
Skuad Timnas Indonesia ketika melawan Thailand

Friday, October 29, 2010

Soundtrack of my October

Saat itu sunyi senyap. Gue dan beberapa mahasiswa lain sedang sibuk mengerjakan soal ujian, nanya sana-sini, dan sebagian kecil dari mereka, termasuk gue juga sih, hanya berdiam diri menanti jawaban soal turun dari langit. Tiba-tiba temen gue disamping manggil pelan.

"Zi, zi, zi!"

Gue mencari arah suara itu dengan hati-hati. Sebelumnya, gue udah memperhatikan posisi pengawas ujian didepan sana, dia lagi asyik smsan. Suasana aman untuk menoleh kanan kiri. Ternyata Suara itu berasal dari temen gue diseberang sana.

"Apa?" Balas gue dengan suara yang dibuat sepelan mungkin.

"No 32 jawabannya apa?" Ucapnya, jauh lebih pelan.

"Hah apa?"

"No 32!"

"52? Oh bentar ya." Gue melihat lembar soal, jumlahnya cuma 50.

"Heh, soalnya kan cuma 50? Mana ada 52" Jawab gue berbisik.

"No Tiga-puluh-dua BUDEG."

Gue melihat gerak bibirnya didramatisir ketika mengucpkan kata budeg. T.T
Yah, ga ada yang bisa disalahkan, memang sudah hampir sebulan juga gue ga bisa menghentikan kebiasaan gue mendengarkan musik melalui headset dengan volume maximal. Keadaan ini diperparah dengan frekuensi mendengarkan musik gue yang selalu diatas 3 jam. Hohoho, tau ah, kuping gue udah rusak sejauh mana, habisnya musik udah sama kedudukannya seperti bernafas. Biarin deh budeg budeg. Ga ada musik seperti ga hidup. Hahaha.
Seberapa berpengaruh kehadiran musik buat gue? sangat berpengaruh. Musik membuat hidup gue yang sepi ini jadi rame, membuat suasana hati gue yang carut marut menjadi lebih terkendali, dan membuat emosi gue yang sering tertahan itu menjadi terlupakan. Bulan oktober ini ga terhitung berapa judul lagu yang gue denger, mungkin diatas lima ratus. Dan diantara lima ratus lebih itu, lagu-lagu dibawah inilah yang dianggap mewakili hidup gue di Oktober sibuk.
Lagu-lagu dibawah ini, buat gue, mungkin lebih dari hanya sekedar lagu. Lagu-lagu dibawah ini pesan kehidupan. Hohoho. Check this out Mumble!


1.Unwell


Artist: Matchbox 20
Genre: Pop
Telling about: Lonely, Mental Disorder, Breakdown, Refusing, Faith, Love Sickness, Hope.
Hook Lyric:
-All day staring at the ceiling, Making friends with shadows on my wall
-All night hearing voices telling me, That I should get some sleep
-I can hear them whisper, and it makes me think there must be something wrong, with me
-But I’m not crazy, I’m just a little unwell
Like: Seluruh elemen lagunya, dari mulai Karakter vocal sang vokalis (Rob Thomas), Lirik lagunya, feel yang dibangun lirik-liriknya (contoh: “And I know, I know they’ve all been talking ‘bout me” menggambarkan perasaan tidak nyaman), Jalan ceritanya, videonya, hingga musiknya.
View lyric: Here

Comment:

Ya, memang lagu ini lagu jadul. Gue sendiri denger lagu ini pertama kali tahun 2003, waktu itu matchbox 20 jadi salah satu nominasi untuk MTV Asia Music Awards sebagai best pop artist (bersama Simple Plan dan Blue). Tetapi biarpun lagu lama, lagu ini gue anggap mewakili semua perasaan "inferior" yang gue punya. Perasaan terkucil, perasaan kesepian, perasaan diremehkan.
Dan satu lagi, reff lagu ini, sangat ingin gue tujukan untuk liliput pertama, yang entah mengapa akhir-akhir ini mempunyai sudut pandang yang kurang baik tentang gue.

Reff lagu ini, benar-benar mewakili:

But I’m NOT crazy, I’m just a little unwell
I know, right now you can’t tell
But stay awhile and maybe then you’ll see, a DIFFERENT SIDE of me

I’m not crazy, I’m just a little impaired
I know, right now you don’t care
But soon enough you’re gonna think of me
And how I used to be

Oke, sekarang mungkin gue ga dipeduliin. Tapi siapa tahu apa yang akan terjadi di nanti?



2.Shamrock


Artist: UVERworld
Genre: J-Rock
Telling About: Spirit, Hope, Optimistic.
Hook Lyric:
-Anata hi boku ga nigirishimeta yume
-Daki yosetai yo to negau koe mo
Like: Lagunya, Karakter vocal sang vokalisnya, kombinasi Pop, Rock, dan Rap Nya.
View lyric: Here

Comment:

Memang ga bsia dipungkiri, kecintaan gue ma musik diawali oleh lagu-lagu dari jepang sana. Mungkin karena kebiasaan nonton anime, yang lagu opening dan endingnya memang bagus-bagus banget. Lagu Shamrock ini juga hanya salah satu dari ribuan lagu jepang yang pernah gue denger dan suka. Tapi khusus untuk shamrock, lagu ini dari awal sampai akhirnya udah merupakan satu kesatuan. Seru. Melodinya dari awal bisa dinikmati, dan kombinasi antara musik rock dan musik rapnya top abis, sekaligus lucu, dimana kata FIGHT malah terdengar jadi FAITO. Terlebih lagi mengingat bulan oktober merupakan bulan sibuk dan rawan dengan stress, lagu-lagu bergenre pop rock yang berenergi sudah pasti menjadi porsi utama dalam playlist gue. Cukup untuk membuat semangat bertahan satu jam (saja).

3.My lover


Artist: Younha
Genre: Pop
Telling About: Love, Moment, Joyful
Hook Lyric:
- I wondered why tears just came out, then I realize that, definatelty , I’m crazy over you
- Sitting on a park bench under the glow of the sunset, the time limit draws near, suddenly I feel your hand touch. and the all world’s time seems to stop.
Like: Lirik lagunya, Suara sang vokalisnya, ekspresi vokalis ketika menyanyikan lirik “I’m growing up a little bit, It’s my first love, so don’t laugh”
View lyric: Here

Comment:

Seharusnya sih ini lagu cewek. Tapi entah mengapa gue suka. Mungkin karena suara Younha memang top abis, atau mungkin malah karena khayalan gue sendiri. Yah, gue sering mengkhayal ada cewek yang nyanyiin lagu ini buat gue. Senang aja rasanya ngebayangin itu. Apalagi yang liriknya lucu seperti ini:

When I wore skirt
You looked surprised
“What’s up with that?” you suddenly asked
But without even looking you in the eyes
I ran off

Hohoho :)


4.A whole new world


Artist: Jessica Simpson & Nick Lachey
Genre: Pop
Telling About: Love, Feeling
Hook Lyric:
-A whole new world, a new fantastic point of view, no one to tell us no or where to go or say we’re only dreaming
Like: Duetnya, Suara kedua penyanyinya.
View lyric: Here
Comment:

Soundtrack film-film disney memang rasanya udah wajib jadi favorit gue. Dimulai dari lion king yang "I just can't wait to be king", lagu tarzan yang "You'll be in my heart", Lagu Brother bear yang "Look through my eyes", sampai yang jadi favorit gue sebelum ini, "Part of your world" nya litte Mermaid. Ga banyak komen lagi deh, lagu "A whole new world (soundtrack Aladin)" ini memang udah bagus dari semua lini, suara penyanyinya oke, liriknya dalam, easy listening, improvisasi penyanyinya juga membuat lagu ini rasanya selalu menimbulkan kesan tiap habis didengerin. Jadi pengen lihat penyanyinya live deh.


5.Weightless



Artist: All Time Low
Genre: Pop Punk
Telling About: Bored of
Hook Lyric:
-Maybe it’s not my weekend, but, it’s gonna be my year
-I wanna feel weightless, and that should be enough
-Cause I’ve been going crazy, I don’t want to waste another minute here
Like: Musiknya, Lagunya,
View lyric: Here

Comment:

Gue suka lagu ini karena gue memang suka ma genre musik "Pop Rock". Gue juga suka hampir semua lagu dari dua album All time Low yang terakhir dan gue juga jadi ga punya alasan menolak lagu yang ada di track pertama di album "nothing personal" ini sebagai lagu favorit.
Belum lagi mengingat hampir di setiap frase dalam liriknya, menggambarkan bagaimana jalannya bulan Oktober gue.

-Maybe it’s not my weekend, but, it’s gonna be my year (menggambarkan weekend gue yang sering buruk)
-I wanna feel weightless, and that should be enough (menggambarkan keadaan gizi gue yang ga cukup gara-gara jadwal kuliah yang penuh)
-Cause I’ve been going crazy, I don’t want to waste another minute here (menggambarkan perasaan gue ketika kuliah. Bawaanya bosan terus, dan ga tahan pengen cepat-cepat keluar kelas hehe)

***
Well, gimana daftar lagunya? bagus-bagus kan? hohoho, mumpung ujian udah habis dan bulan oktober juga udah mau berganti, saatnya download lagu baru. Saatnya cari soundtrack bulanan yang keren-keren lagi. Dan yang paling penting, saatnya membuat hidup ini berarti.

Semangat akhir pekan :)

Sunday, October 17, 2010

Not a sheep!

Mungkin sekitar dua minggu yang lalu, saat itu gue berikrar kepada diri gue sendiri, kalo gue ga akan menulis blog kalau gue belum memenuhi qouta belajar minimal tiga jam sehari. (Yah, ujian blok hanya tinggal menunggu hitungan hari). Dan dua minggu sudah berlalu, gue beneran ga nulis apa-apa di blog ini. Dengan kata lain, dalam dua minggu ini gue ga ada belajar. Jangankan tiga jam, 10 menit aja pun rasanya berat dan malas. Begitu banyak masalah, begitu banyak anime yang belum ditonton, begitu banyak dvd yang belum diputar, begitu banyak makanan yang belum dimakan. Hmm, mengapa gue begitu malas belajar?

Sekarang, gue sedang belajar di blok 10. Dan di sembilan blok sebelumnya, gue selalu punya niat untuk melakukan gelaran "belajar keras" beberapa hari sebelum ujian dan semuanya gagal. Orang gagal biasanya dua atau tiga kali, atau maximal empat, lah gue, sembilan kali. Dan niat yang kesepuluh ini pun kelihatannya bakal bernasib sama. Bukannya pesimis, gue sama sekali ga punya klue. Pernah denger pepatah yang berbunyi seperti ini: "Domba pun tidak akan terjebak kedalam lubang yang sama dua kali.." Sedang gue sembilan kali terjebak dalam lubang yang sama.Baguslah, Itu artinya gue bukan domba. Huehehe mbekkk.

Di tengah kerumitan pola hidup gue yang udah lecek-lecek ini, ada juga beberapa hal yang membuat gue seneng. Salah satunya adalah banyaknya teman yang bertanya mengenai konten blog gue. Asyik, selain di baca, blog gue juga mengundang umpan balik. Beberapa pertanyaan yang menurut gue menarik dan perlu dijawab adalah:

1.Apakah apa yang tertulis di buku ramalan itu benar-benar terwujud?

Gue masih nyimpan bukunya. Dan dari dua ramalan yang gue tulis disitu, ramalan pertama terwujud. Yap, hubungan gue dengan liliput pertama membaik di akhir semester 2. Walau belum akrab, yang penting gue ga dicuekin lagi. Dan buat gue itu sudah berarti banyak. Semakin banyak temen semakin baik.
Sedangkan ramalan kedua, tidak akan mendengar godaan setan lagi tiap kali belajar malam, sebenernya sih terwujud juga, soalnya gue ga ada belajar malam sih. Hahaha, kacau.

2.Siapa yang menang dalam "Holy Water Agreement"?

Kalo yang ini sih, agak males gue jawabnya, soalnya yang kalah itu kan gue. Pesan moral yang gue dapat dari perjanjian ini adalah "Jika tidak ingin miskin, jangan malas". Klise memang, tapi memang itulah kenyataan yang terjadi. Gara-gara malas (baca: terlalu santai) gue jadi kalah dalam taruhan. Dan gara-gara kalah, gue harus memenuhi syarat perjanjian yaitu mentraktir teman-teman gue makan sepuasnya. Setelahnya, Dompet gue pun terkena busung lapar. Gue mendadak miskin.

3.Siapa Liliput pertama ?

Mungkin yang nanya ini udah lebih dari tiga puluh orang dan hanya beberapa teman dekat yang gue beri tahu siapa sebenarnya sosok yang gue juluki Liliput pertama.
Tapi ada juga yang tanpa gue beri tahu, bisa nebak dengan benar. Mungkin tingkah gue terlalu gampang untuk dibaca kali ya. Tau ah. Hahaha. 
Mengapa liliput? karena dia itu imut. Yang ada dalam bayangan gue ketika menyebut kata liliput adalah tokoh Amy dalam novel "Princess fairy". Putih, manis, lucu, dan misterius.
Mengapa pertama? Karena, kalau boleh cerita, dialah orang pertama yang mampu membuat mulut gue yang bawel ini nonaktif. Gue udah kenal dia lebih dari setahun, tapi tetap saja, jika udah berhadapan dengan dia, gue bisa jadi orang super pasif.
Hanya saja, era Liliput pertama sudah berakhir. Susah emang mengakuinya, tapi gue beneran kalah. T.T
Semoga gue bisa mengambil pelajaran dari era itu.

Oh iya, saat ini gue lagi deket dengan seseorang dan gue pengen konsisten ma satu orang aja.
Yah, sama seperti rajin, konsisten juga salah satu sifat yang sangat ingin gue punyai.

Saturday, September 4, 2010

Every Little Thing

Saat ini, saya tidak ingin bercerita betapa sulitnya puasa featuring blok 10. Betapa seringnya saya dijajah perasaan tidak enak. Semua itu tidak akan habis untuk diceritakan bahkan dalam 10 entry sekalipun. Lagipula, menulis hal-hal seperti itu bisa membuat mood saya menjadi lebih buruk.

Saat ini saya ingin bercerita tentang hal-hal kecil yang kerap menyelamatkan saya disaat-saat kacau. Sesuatu yang, walaupun kecil, tapi mampu membantu  saya dalam mengatasi masalah ketidakstabilan jiwa.

Sesuatu yang walaupun bagi sebagian orang sepele, tapi berarti banyak buat saya untuk tersenyum dengan sepenuh hati.

Saya selalu merindukan setiap hal kecil seperti ini:

1.Ketika perhatian kecil saya dibalas dengan sebuah emoticon kecil ‘: D’ dan terima kasih.

2.Ketika umpan balik disetiap sms saya dipatahkan dengan cara yang sopan.

3.Ketika menyadari, diantara banyaknya perbedaan, ternyata ada beberapa persamaan yang membuat saya bisa merangkai lebih dari lima kalimat percakapan dengannya.

4.Ketika saya bertanya apakah saya boleh mengenal dia lebih dekat, dan dia menjawab boleh dengan ‘: D’

5.Ketika dia menghargai ocehan panjang saya dengan menanyai saya balik.

6.Dan ketika menyadari, walau kecil, ternyata dia masih memberi saya kesempatan untuk melangkah maju.

My 'Melody' Warriors

Tanpa sederet lagu-lagu dibawah ini, mungkin rasa ngantuk gue ga bakal bisa terkontrol. Mungkin bad mood gue akan tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar, dan mungkin saja gue ga akan melakukan apa-apa seharian selain kuliah dan tidur.

Berikut gue perkenalkan barisan lagu-lagu yang mampu memperbaiki mood gue. Membuat gue merasa lebih baik. Menjernihkan pikiran gue, dan (sedikit) mengusir rasa ngantuk gue ketika bengong.

Meet my “Melodi” Warriors

Actor-All time low (Punk Rock)

Like we used to-A Rocket to The moon (Pop Rock)

Jasey rae-All time low (Punk Acoustic)

Kimi ga inai mirai-Do as infinity (J-Rock)

Little wonders-Rob Thomas (Ballad)

My lover-Younha (Pop)

Life everyday as if it were the last day-UVERworld (Rock alternative)

Reboot~akiramenai shi-Flumpool (J-Pop)

Nagareboshi-Flumpool (J-Pop)

Orange days-Squarehood (J-Pop)

Snow Fairy-Fairy tail (J-Rock)

Dan untuk teman-teman (Audry, Jeje, Jod, Adi, dan Rere) yang telah menyumbangkan lagu-lagu diatas, saya ucapkan terima kasih. (kalo masih banyak yang lain, bagi lagi dong, berbagi di bulan puasa itu pahalanya dua kali lipat lebih besar lo ^_^v)

Friday, May 21, 2010

UMB hack

Pertama-tama, melalui posting ini, gue mau ngucapin selamat berjuang buat temen-temen gue yang hari ini lagi ujian UMB. Kalian semua calon-calon teman sejawat. Gue yakin semuanya pasti udah belajar keras, udah banyak latihan, dan ikut segala macam try out/simulasi sehingga hari ini tidak akan menjadi hari yang terlalu berat. Usahakan rileks dan tenang ketika ujian sehingga soal yang tadinya mudah tidak akan berubah menjadi sulit. Biar lebih asoy, banyak-banyaklah berdoa. Usaha disertai doa adalah kunci kesukesan umum semua tokoh hebat dunia.

Yakinlah teman-temanku, kuliah di PTN itu enak loh (terutama di FK atau di FKG, akreditasinya “A”) *promosi Fakultas sendiri hehe.

Gue doain semuanya lulus. Kalo udah lulus jangan lupa makan-makan ya, gue pengen gemukan nih.

Yang kedua, khusus buat temen-temen yang punya kelemahan dalam satu atau dua pelajaran, (gue sendiri paling hopeless ma fisika dan matematika) jangan berkecil hati atau cepat-cepat merasa frustatsi dulu. Babat aja terus sampai bisa, dan kalo masih tetep kesusahan, ingatlah pepatah jepang ini

Tidak ada waktu untuk mengharapkan apa yang tidak kita miliki, kita cuma bisa mencari jalan terbaik dengan berjuang sesuai dengan kemampuan yang kita punya, untuk seumur hidup kita.”

Dengan kata lain, jangan sampai keterbatasan-keterbatasan yang kita punya (dalam hal ini, keterbatasan terhadap mata pelajaran tertentu) merintangi kita untuk terus maju. Gue sendiri cuma jawab dua soal matematika dasar dan lima soal fisika pada UMB tahun lalu, tapi tetap lulus karena di mata pelajaran yang gue suka seperti Kimia, biologi, dan bahasa inggris gue maximal.

Lastly, untuk lebih memotivasi, gue ngutip kata-kata bagus dari buku favorit sepanjang masa gue, “Kambing Jantan.(Raditya Dika)” Semoga Bermanfaat ^_^

Apa pun yang lo perjuangin, entah susah atau mudah, perjuangkan dengan sekuat tenaga lo…gak pernah ada hal yang ga berguna dalam setiap hal yang lo lakuin…dan mungkin dalam perjuangan itu lo bakalan gagal, tapi kegagalan dari sebuah perjuangan yang paling hebat adalah kemenangan yang paling berarti.”

Gue sendiri berharap agar kalian semua menang.


Semangat!
^-^ c u to the next post!

Sunday, April 11, 2010

Ketika kembali dari Acara Pemakaman

Gue bangun pagi dengan mendapati keramaian di Rumah seberang jalan di depan rumah gue. Kata mereka dia kecelakaan hingga wafat, dan dia adalah tetangga sekaligus temen SD gue.
Satu hal yang gue ingat: Umur siapa yang tahu. Baru saja sore kemarin gue ngeliat dia bersihin motor nya didepan rumah, terlihat sehat-sehat saja dengan tubuhnya yang berotot (yang kadang sering membuat gue iri), dan sekarang sudah membeku tanpa arti.

Segala sesuatu begitu cepat berubah. Begitu juga waktu. Berapa lama lagi waktu yang gue punya didunia ini? Gue terus berpikir sambil melangkah ke kamar mandi.
Tentu jawabannya ga akan pernah gue temukan dimanapun.

Selesai mandi, gue pun pergi menghadiri pemakamannya bareng temen-temen gue yang lain. Begitu banyak orang yang hadir, sehingga halaman rumah gue pun ikut dijadikan tempat parker buat para pelayat.
Gue jadi mikir, apakah kalo gue yang meninggal, orang yang datang seramai ini? Apakah tetangga dan temen yang peduli juga sebanyak ini? Gue udah lupa kapan terkahir gue shalat di mesjid, menghadiri perwiritan, ikut gotong royong. Mungkin semenjak gue masuk kuliah, disibukan dengan segala macam tugas, pulang sore, gue jadi banyak kehilangan waktu untuk bersosialisasi.
Dan ini bukan hal yang baik.
Hal kedua yang gue ingat lagi: Sudah terlalu lama gue melupakan lingkungan gue.
Dan sepertinya Lingkungan juga sudah melupakan gue.
Dan ini juga bukan keadaan yang baik.

Untung saja keadaan berbeda dengan takdir.
Takdir tidak akan bisa diubah.
Tetapi keadaan bisa.

Tuesday, April 6, 2010

Dalam diam

Entah sejak kapan, hingga saat ini, aku memperhatikannya setiap saat. Bahkan ketika didalam kelas, ketika dosen sedang bercuap-cuap tentang lesi non-neoplastik, sarcoma, karsinoma, transduser, dan berbagai istilah medis yang sulit dicerna bulat-bulat, aku masih saja curi-curi pandang ke arahnya. Memperhatikan setiap perubahan mimik wajahnya, setiap gerakannya, ketika dia menunjukan wajah bosan, ketika dia mengernyitkan kening, ketika dia menatap handphonenya dengan tatapan kosong, dan ketika dia tersenyum, yah sebuah mimik yang selalu kuharapkan untuk dilihat setiap hari.

Dan entah sejak kapan juga aku hanya bisa diam. Tidak bisa sedikitpun menunjukan kalau aku suka kepadanya.

Tak terhitung seberapa sering aku mendengar suara hatiku berteriak “kamu pengecut”. “Pecundang” atau “Pemendam perasaan” . Toh aku tidak pernah terlalu mempercayai suara-suara hati yang negatif, walau aku yakin semua itu ada benarnya juga.

Aku hanya bisa resah ketika dia didekati cowok lain. Semakin lama hal ini semakin menyebalkan. Aku tidak tahu lagi. Aku tidak bisa menutupi kegelisahan yang dia sebabkan, dengan membaca novel, dengan bermain game, dengan berteriak sekeras mungkin. Hasilnya nihil. Sekali lagi, aku tidak bisa hanya lari. Suatu bukti bahwa manusia tidak bisa lari dari perasaannya sendiri.
Kadang-kadang aku ingin sekali melakukan sesuatu untuknya, seperti misalnya, memberi hadiah ketika dia ulang tahun, atau hal-hal lain yang mungkin bisa membuat dia senang. Tapi terlalu banyak keraguan. Dan seperti apa yang dikatakan shakespere dalam puisinya, measure for measure, “keraguan adalah pengkhianat, yang sering kali membuat kita kehilangan peluang” dan aku pun mengalaminya.

Dan akulah kombinasi dari keresahan, keraguan, dan kebisuan.

Dan dia belum juga tahu dan tidak akan pernah tahu jika aku terus bersama kombinasi ini.
Aku mungkin takut dengan kenyataan jika ternyata dia tidak punya perasaan yang sama, tapi bersembunyi dari kenyataan juga tidak lebih baik dari perasaan yang bertepuk sebelah tangan.
Aku bingung, dan di bawah pepohonan rindang di halaman kampus kami, aku hanya bisa memandangnya dari jauh. Berharap menemukan jawaban dari tawanya, dari senyumnya, dari sinar matanya, dari pancaran kekuatan yang diberikannya.

Aku yakin ada saatnya wajah itu memberitahukan apa yang seharusnya aku lakukan.

Sunday, April 4, 2010

Morning Melody

Tadi pagi, waktu gue baru aja bangun dan lewat didepan TV, gue ngeliat seorang cewek bule lagi akustikan di siaran berita pagi Metro Tv. Biasanya gue paling males ngedengerin lagu barat yang penyanyinya ga gue kenal, tapi khusus pagi ini, hal itu ga berlaku. Dengan separuh jiwa gue yang belon ngumpul ke badan pun, melodi lirik lagu ini udah merasuk ke jiwa gue. Bikin semangat, Jelas. Dan yang paling aneh adalah, gue tiba-tiba jadi ingat dia lagi. Nggg, semoga dia sehat-sehat aja. :) hahaha.
Gue tiba-tiba jadi semangat. Kombinasi lagu yang dimainkan akustik, suasana pagi yang cerah, dan sebuah ingatan tentang dia membuat gue tiba-tiba merasa "wah". Seperti ada suatu kekuatan baru yang masuk. Dan kekuatan ini sama seperti yang gue rasakan tiap kali melihat dia tertawa.Hmmm hahaha.
Oke, bermellow-mellow nya cukup sampai disitu. Ni gue lampirkan video yang tadi pagi gue lihat. Fearless, yang dibawakan oleh Taylor swift, Seorang penyanyi country meraih penghargaan grammy award di usia muda, dan bukan tidak mungkin selanjutnya playlist gue bakal diisi oleh lagu-lagunya. :)


Friday, April 2, 2010

A New Escape

Finaly, akhirnya ujian blok selesai, dan sekarang gue bisa ajojing lagi di toko buku.Ajib..ajib hahaha.Tentang ujiannya sendiri, gue ga mau cerita banyak hal. Intinya: nangis darah.T.T. Apalagi pas ujian yang soalnya tentang tumor, ampun deh, gue ga ngerti.Berbagai macam jenis, yang jinak dan yang ganas, virus-virus penyebabnya, tanda-tandanya, membuat sistem otak gue break down. Gue Cuma bisa ngupil.

Pertanyaannya, apakah upil termasuk tumor jinak? *ga waras.

Oke, biarkanlah itu semua berlalu bersama laju angin (baca: buang angin). Sekarang saatnya menatap masa depan. Saatnya mempersunting Gita Gutawa.Mbuhahaha.

Sekarang, di Blog ini, gue pengen sekalian ngucapin selamat ulang tahun buat temen gue, adek kelas gue, plus mantan gue, Rika. 
Semoga ga nyesel deh pernah jadian ma gue, dan maaf karena gue sering smsan ma abang lo. Huhu. (serem ga sih?)

Satu lagi, selamat ulang tahun juga buat Irma Afriyesi, temen gue yang asyik buat diajak ngobrol kapan aja gue butuh. Kalo bisa kue nya diantar ke rumah gue aja atau kalo enggak titipin ke merpati pos, terus sekalian merpati pos nya gue jual buat beli pulsa.

Maret-April-Mei banyak banget temen gue yang ulang tahun, ini bisa jadi perbaikan gizi buat gue. Saatnya menabung uang makan siang. *mesem
Oh iya, satu lagi, karena perubahan itu perlu, maka gue pun mengganti template blog gue yang lama, desain dari Andy Subagya, dengan desain baru yang lebih sederhana desain dari tim themelab. Overall gue suka dengan template baru blog gue. Kekurangannya Cuma satu, ga bisa disisipin header. Terus judul blog ga bisa ditulis lebih dari satu kata pula. Jadilah bagian atas blog gue sepi banget dan Cuma ada tulisan escape doang.
Kenapa escape? Karena saat ini gue lagi pengen lepas dari perasaan gue ma seseorang. T.T
Pengen lolos dari semua beban pikiran gue yang seakan tidak ada habisnya.

Friday, March 26, 2010

Chapter from Book of memories

Ntah sejak kapan gue mulai suka menghargai hal-hal kecil yang diberikan orang lain.Gue lupa.Tapi gue ga akan lupa ma temen-temen yang udah ngucapin selamat ultah pada tanggal 23 maret kemaren.Gue bisa saja memakai “topeng” dan membohongi semua orang dengan sikap gue yang biasa-biasa saja.Tapi gue ga bisa membohongi hati gue sendiri kalo gue seneng.
Ya, seneng.
Mulai dari sekarang mungkin gue akan mencatat tanggal ulang tahun mereka dan menghafalnya.
Gue rasa itu pantas.Mungkin tanggal ulang tahun mereka harus dijadikan bab khusus dalam buku ingatan gue.
Hahaha.
Apapun itu, melalui catatan ini, gue mau mengucapkan terima kasih kepada mereka yang udah mau meluangkan waktunya buat sekedar ngucapin selamat ulang tahun ma gue.
*senyum lebar

Dari yang pertama,

1. Tengku andhita
2. Nurfatma melia sinaga
3. Mardiah rizqa butar butar
4. Irma afriyesi siregar
5. Rohimah

You help me to through the day and make everything is Ok


6. Heky ceria
7. Andriy astrid gultom
8. Priskatindea
9. Coni oktami wahyuni
10. Arigato hutabarat

You support me to the top of the happiness world

11. Yoan Yolanda
12. Sherly marcelina
13. Rizky hari astuti rambe
14. Oki halomoan siregar
15. Trisno stevanus

You give my life the whole of new meaning

16. Tri arga
17. Fadil pradana
18. Indira kartika permana
19. Filzah zulkarnaen abdullah
20. Wira agustina

You lift me up when I was falling

21. Simon yonathan
22. Rezi gustiadi
23. Dyah ratih ayu aryani
24. Rachel ferasima
25. Sarah faizah daulay

You always believe me and it’s make me can catch a glimpse of light

26. Syarifah maghfirah
27. Farah oktamurdiantri
28. Tellia silalahi
29. Vivi zayanti nasution
30. Indah hati batubara

Everything's a possibility as long as I’m with you

31. Dameria dwiningsih sinaga
32. Karsa rajagukguk
33. Abdul rasyid
34. Zayanti manda sari

And I can reach my tomorrow
And I can hold my head up high
And it’s all because you’re by my side

I’m calling you Incredible friend

You brighten things up and I wanna say is, “Thank you!” ^.^

Friday, February 26, 2010

Konfirmasi mengenai penghapusan konten

Gue sedang makan siang ketika temen gue ngomong dengan separuh bercanda.

“Jadi sekarang lo masi suka maYuni(nama samaran pastinya)?”

Gue shock.Darimana dia tahu gue pernah suka ma cewek itu? Gue berharap dia Cuma asal nebak.

“Yuni?” Gue ngeles.

“Iya..” balasnya.

“Ngg…lo kok bisa tau? Gue curiga jangan-jangan gosip uda menyebar.

“Itu dari blog lo yang ada cerita-cerita tentang Yuni”

Blog gue adalah blog yang hanya dibaca oleh orang-orang tertentu, yaitu segelintir temen-temen gue yang juga menaruh minat ma kegiatan nge-blog jelas gue shock kalo ternyata blog gue dibaca ma orang yang gue kira ga minat apa-apa ma kegiatan yang satu ini.
Dan temen gue ini adalah sahabat deketnya Yuni.

“ng..eh..ngg aduh jadi lo udah baca ya?”

Dia mengangguk. “Uda banyak yang tau kok.”

“terus si Yuni uda baca?” Gue nanya balik.

“Ga tau, gue belon ada nanya.”

Gue yakin si Yuni udah baca.Akhirnya gue mengerti kenapa akhir-akhir ini dia kok ngejauhin gue.Sekarang semuanya jelas.
Gue sih ga terlalu merasa gimana gitu karena perasaan gue ma dia juga udah berubah.Hanya saja lain kali ada baiknya gue ga lagi nulis tentang orang lain di blog.Yah, minimal minta izin dulu ma orang yang bersangkutan atau pake nama samaran.
Mungkin harus ada undang-undang yang mengatur tentang cara menulis yang safe dimana sekarang banyak banget kasus-kasus pencemaran nama baik.

Istilah “Blogmu, harimaumu” gue rasa banyak benernya.

Atas dasar itulah, gue menghapus semua tulisan gue di blog ini yang bercerita tentang orang lain.
Akan ada banyak tulisan yang gue hapus, amat disayangkan memang.
Mungkin ada baiknya gue mencari teman yang mau mendengarkan tiap kali gue punya perasaan dengan orang lain.

Monday, February 8, 2010

Mencari Jiwa yang Hilang di Perahu kertas

Robot.Ya, gue mengawali tahun ini dengan bersikap seperti robot.Ga punya tujuan dan motivasi apa-apa.Hanya bergerak semau gue tanpa tahu maksud dari apa yang gue lakukan.Datang ke kampus sering telat.Dikampus pun males banget buat dengerin dosen.Benr-bener krisis hidup yang parah.Sekarang gue bahkan lebih buruk dari robot, gue seperti boneka, lemah, sering lesu, melakukan apapun hampir tanpa gairah sama sekali.Dengan kata lain, jiwa gue hilang.
Gue ga ngerti.Gue ga tau apa yang terjadi ma diri gue ini.Setiap pagi selalu gue awali dengan keluhan, gue jauh dari keluarga, jauh dari Tuhan, jauh dari Jiwa gue sendiri.
Diawal tahun ini, gue terus hidup dengan dilema dimana gue sendiri ga tau apa namanya.
Hingga akhirnya, disalah satu situs penyedia file, gue menemukan sebuah ebook novel perahu kertas karangan dewi lestari(dee).Gue mengenal dee sebagai penulis hebat yang pernah membuat gue terpesona dengan trilogi supernovanya.Atas dasar itu gue mulai membaca halaman demi halaman tanpa adanya rasa takut kalau ternyata ebook yang gue baca punya jalan cerita yang dangkal.
Bahasa yang digunakan dee ringan dan amat memikat.Plotnya mengalir, tak terasa gue sudah membaca lebih dari sepuluh halaman.Gue semakin menikmatinya.Karakter yang ditampilkan dee terasa begitu mendorong keinginan gue untuk terus membaca.Karakter-karakternya unik, tak biasa, lucu, dialog-dialognya sederhana tapi cerdas.
Dilema gue sedikit terlupakan.Gue terus membaca, hingga menemukan bahwa salah satu tokoh dalam cerita tersebut, Kugy, membuat gue seperti bertemu dengan batin gue.Membuat gue sadar bahwa gue udah lama kehilangan jiwa dan kini jiwa itu malah berkeliaran di buku yang gue baca..
Gue pun terhanyut dalam arus ceritanya yang begitu kontemplatif.Semakin membaca kedalam gue semakin menemukan diri gue sendiri.

Gue menemukan sosok Keenan, seorang lelaki yang bercita-cita menjadi pelukis, tetapi malah kuliah di jurusan manajemen karena keinginan ayahnya.
Dan itu hampir mirip sekali dengan gue, yang kuliah di kampus gue juga kurang lebih karena harapan orang tua.

Gue juga memahami sosok Kugy, yang untuk sementara, mengubur cita-citanya menjadi penulis dongeng karena lingkungannya menganggap bahwa cita-cita seperti itu konyol dan tidak realistis.Tidak akan sanggup membiayai hidupnya kelak.
Sangat mirip gue yang mengurungkan diri untuk menjadi penulis karena tidak yakin bisa hidup dengan penghasilan gue dari profesi itu.
Entah ini kebetulan, gue nggak tau.Tapi rasa-rasanya semakin membaca novel ini lebih lama, gue semakin menemukan sumber keresahan gue selama ini, sesuatu yang lama gue pendam, sesuatu yang ingin gue ungkapkan tetapi gue ga bisa, dan apa yang gue rasakan persis sama seperti cuplikan dialog ini:

*Perahu kertas Halaman 36-38

“Kata Eko, kamu suka nulis dongeng ya?”
“Iya, hobi sejak kecil.”
“Tulisan kamu udah banyak?”
“Kalau kuantitas sih banyak, tapi pembaca enggak ada.Dan bukannya tulisan baru bermakna kalau ada yang baca?” Kugy tertawa kecil. “sejauh ini sih Cuma dinikmati sendiri aja.’
“Kenapa gitu?”
“Siapa sih yang mau baca dongeng?” Kugy terkekeh lagi. “Mungkin aku harus jadi guru TK dulu, supaya punya pembaca.Minimal dongengku bisa dibacakan dikelas.”
“Banyak penulis cerita dongeng yang bisa terkenal, dan nggak harus jadi guru TK dulu untuk punya pembaca.”
Senyum simpul mengembang di wajah Kugy, seolah-olah hendak menjawab pertanyaan klasik yang sudah ia hafal mati jawabannya. “Keenan, umurku 18 tahun, kuliah jurusan Sastra, kepingin jadi penulis serius dan dihargai sebagai penulis serius.Orang-orang di lingkunganku kepingin jadi juara menulis cerpen di majalah dewasa, atau juara lomba novel Dewan Kesenian Jakarta, dan itu menjadi pembuktian yang dianggap sah.Sementara isi kepalaku Cuma pangeran Lobak, Peri Seledri, Penyihir Nyi Kunyit, dan banyak lagi tokoh-tokoh sejenis.Di umurku harusnya aku nulis kisah cinta, kisah remaja, kisah dewasa…”
“Banyak kisah dongeng yang isinya kisah cinta.”
“Intinya adalah semua itu nggak matching! Antara umurku, profilku, cita-citaku, pembuktian yang harus aku raih, dan isi kepala ini.”
“Saya masih enggak ngerti.” Keenan melipat tangannya di dada.
“Waktu aku kecil, punya cita-cita ingin jadi penulis dongeng masih terdengar lucu.Begitu sudah besar begini, penulis dongeng terdengar konyol dan nggak realistis.Setidaknya, aku harus jadi penulis serius dulu.Baru nanti setelah mapan, lalu orang-orang mulai percaya, aku bisa nulis dongeng sesuka-sukaku.”
“Jadi…kamu ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kamu dulu, untuk akhirnya menjadi diri kamu yang asli, begitu?”
“Yah, kalau memang harus begitu jalannya, kenapa nggak?”
“Bukannya itu yang nggak matching?” Tanya Keenan lagi, tajam.
“Asal kamu tahu, di Negara ini, Cuma segelintir penulis yang bisa cari makan dari nulis tok.Kebanyakan dari mereka punya pekerjaan lain, jadi wartawan kek, dosen kek, copy writer di biro iklan kek.Apalagi kalau mau jadi penulis dongeng! Sekalipun aku serius mencintai dongeng, tapi penulis dongeng bukan pekerjaan ‘serius’.Nggak bisa makan.”
“Tadi kamu makan pizza.Nggak ada masalah kan? Artinya kamu bisa makan.”
“Aku harus bisa mandiri, punya penghasilan yang jelas, baru setelah itu…TER-SE-RAH,” nada suara Kugy mulai tinggi, “aku nggak tahu kamu selama ini ada diplanet mana, tapi di planet bernama Realitas ini, aturan mainnya ya begitu.”
Keenan terdiam.Di kepalanya melintas gulungan-gulungan kanvas bertorehkan lukisan yang ia tinggalkan di Amsterdam. “Betul.Memang begitu aturan mainnya,” gumamnya.
*

Hati gue terhenyuk membaca dialog itu.Realitas, lingkungan, hobi, pilihan hidup, semuanya mengingatkan gue akan cita-cita gue yang udah lama gue kubur.

Gue masi ingat cita-cita gue dulu untuk menjadi penulis.Biarpun orang mengkritik, bilang gue ga ada bakat, atau sebagainya, gue tetap ga bisa berhenti menulis.

Tapi setelah lulus SMA, gue berpikir, ga selamanya kita harus selalu melakukan apa yang kita senangi.Ada kalanya kita harus lebih mementingkan hidup dari hobi kita.
Dan saat itulah gue dihadapkan kepada realitas.Apa nanti gue bisa hidup hanya dengan menulis? Apakah gue bisa menafkahi keluarga gue hanya dengan duduk dan menulis? Mungkin saja bisa, tapi kemungkinannya sangat kecil.
Apalagi gue bukanlah orang yang punya bakat menulis.

Inilah realitas.Lagi-lagi gue harus mengubur impian itu demi hidup gue.

“Ya, memang begitu aturan mainnya.”
Kata-kata itu bergaung ditelinga gue, menusuk.
Jika gue adalah perahu kertas, maka arus adalah realitas, dan realitas ini membuat gue terseret ke tempat yang sebenarnya bukan tujuan gue.
Gue mungkin harus melawan arus, atau mengambil jalan memutar untuk mencapai tujuan itu.
Gue akhirnya sadar bahwa sumber semua dilema gue saat ini adalah kebimbangan gue dalam memilih.
Gue bingung untuk memutuskan.
Gue ga bisa memilih.
Dan ketidakmampuan gue untuk mengambil keputusan itu malah berubah menjadi hantu.

Sekarang gue harus memilih.
Apakah gue akan menjadi penulis serius, atau tetap bertahan di fakultas gue sekarang.

Gue kembali mengingat hari dimana gue memutuskan untuk meletakan fakultas gue saat ini dalam formulir ujian masuk bersama perguruan tinggi negeri.
Gue yang memilih.
Dan apa yang terjadi saat ini adalah buah dari pilihan gue itu.
Bukankah manusia harus bertanggung jawab terhadap pilihannya?

Yang melarikan diri dari kenyataan yang telah dipilihnya adalah Pengecut.

Gue benci dengan sebutan itu.

Kalau begitu, gue akan menggenggam pilihan ini, dan maju bersamanya.
Apapun yang terjadi.
Sekalipun harus mengubur mimpi gue untuk menjadi penulis sekali lagi.

Hidup ini dibentuk dari pilihan-pilihan kita.Gue baru mengerti itu sekarang.

Tuesday, January 19, 2010

oohhh...

Saat itu kami lagi dihadapkan oleh masalah yang biasa dialami oleh orang yang mau nonton tanpa persiapan.Film apa yang mau ditonton?
Gue dan kedua temen gue pun berdiskusi kembali.Untuk melindungi pihak-pihak yang terlibat, maka gue akan menyamarkan nama kedua temen gue itu.Sebut saja namanya Fadil(nama aslinya adalah valeno ivankov), dan Arga(dengan nama asli Edward newgate)
(ini mah bukan menyamarkan yah haha)
“Nonton film apa kita?” Tanya gue.
Saat itu kami dihadapkan oleh empat pilihan film, Hari untuk Amanda, Sherlock holmes, Disaster movie, dan Suster keramas.

“Ngg, Sherlock holmes kelihatannya asyik.Kalo suster keramas sih kek nya biasa aja.Tipikal film Indonesia kebanyakan.Disaster movie, ceritanya ga jelas.Mirip-mirip ma epic movie gitu.” Seru Fadil.

“Disaster movie aja….ada parodi film days after tomorrow ma 2012 nya..bakalan lucu tuh.Tapi aku ga setuju nonton Sherlock holmes.Terlalu serius filmnya, kalo suster keramas, ah, itu mah merusak reputasi.” Ucap Arga.

“Hari untuk Amanda gimana?” sesekali kita buat variasi dengan menonton film percintaan.Gimana?” sela gue.

“Itu film tentang apa? Hari untuk Amanda? Gimana dil? Tanya Arga.

“Kita coba deh.Kali aja aku bisa jadi sedikit lebih romantis dengan menonton film itu” Seru Fadil mantap.

Maka, ga ada angin, ga ada kentut, kami pun memutuskan untuk menonton film yang tidak diprediksikan sebelumnya.Hari untuk Amanda dalam tanda kutip.Semua ini dalam rangka pembentukan pribadi yang lebih romantis.
Kami pun langsung membeli tiketnya, tepat disebelah kami ada segerombolan cowok-cowok ganteng yang mesan tiket film suster keramas.Hmm.Siapa mereka?
Setelah dapat tiketnya, kami memutuskan untuk ke gramedia sambil nunggu waktu nonton, kemudian gue ketemu ma dua orang temen smp gue yang lagi pacaran.
“hei, ngapain?” Tanya gue.Sedikit excited.
“nonton..” jawab temen gue yang cewek.
“nonton apa?” Tanya gue balik.
Si cewek Cuma tersenyum-senyum ga jelas, kemudian si cowok mendekati gue dan berbisik “kami nonton suster keramas.”
Waw.Suster keramas lagi? Kenapa banyak yang nonton ya? Dan kenapa kegiatan berkeramas malah dijadikan film?Kalo mo liat orang berkeramas mah tinggal liat aja iklan shampoo.Hahaha.Jangan-jangan dalam waktu dekat ini bakal muncul judul film yang lebih aneh lagi.Seperti suster tripping.Ato kenapa harus suster melulu, kenapa ga tukang becak aja.Tukang becak keramas.Wuih, pasti banyak yang nonton.

***

Hari untuk Amanda, film yang akan kami tonton, adalah film bergenre drama percintaan.Maka tidak heran sebagian besar penontonnya adalah cewek-cewek, dan kalo pun ada cowok, mereka pasti bareng pacarnya.Sedangkan kami, yah, kami memang lah remaja-remaja unik yang gemar melakukan variasi dalam hidup ini.Film selanjutnya yang akan kami tonton adalah dora the explorer the movie.

Film pun dimulai.Bercerita tentang Amanda(Fanny Fabriana), yang akan menikah dengan Dody(Reza Rahardian) dalam waktu sepuluh hari lagi.
Dari sini sebenernya ceritnya udah gampang ditebak.
Ketegangan pra-nikah yang klasik membuat mereka sering bertengkar dan adu mulut.Disaat-saat seperti itulah hadir orang ketiga, Dody(Oka Antara) yang merupakan mantan terakhir Amanda dan mantan yang paling baik, mantan yang ingusan(hehe gag kok)mengirimkan kardus-kardus berisi barang-barang penuh kenangan mereka selama berpacaran selama delapan tahun dulu.Amanda pun terkenang akan masa lalunya ketika bersama Hari.Terkenang saat-saat mereka naik mesin waktu bersama.Eh, ini mah cerita doraemon.

Sampai disini ceritanya biasa saja.

Masalah demi masalah pun mulai muncul dan sering membuat Amanda dan Dody bertengkar sementara Hari menyusup dengan lihainya kedalam hati Amanda.Seperti serigala.Wuh.Atas saran salah satu temen Amanda, Hari diajak ikut serta untuk mengantarkan surat undangan pernikahannya, semata-mata hanya untuk mengingatkan kepada Hari untuk tidak mengharapkan lagi cinta Amanda.Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Hari memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan rayuan batin dengan mengajak Amanda ke tempat-tempat yang sering mereka kunjungi bersama ketika pacaran dulu.Dasar cowok.Hahaha.Memang cerdik.
Selanjutnya Amanda pun luluh.Dasar cewek.

Gue sih sebenernya berharap ditengah-tengah cerita bakalan ada kejutan.Seperti tiba-tiba Dody muncul, dan melancarkan kutukan Avadra kedavra kepada Hari, kemudian, mama Lauren yang merupakan ibu kandung Hari pun menyewa Sherlock holmes untuk menyelidiki kematian anaknya.Sayang aksi itu digagalkan oleh Naruto.
Oke, gue mulai ngaco, kita lanjutkan ceritanya.
Masih dihari yang sama, ketika Amanda dan Hari mengunjungi rumah guru BP mereka ketika sma dulu, guru tersebut malah mengira mereka berdua yang akan menikah.Keduanya hanya tersenyum malu-malu.

“ooohhhhhhhh.” Teriak cewek-cewek dibelakang gue.Kelihatannya mereka kesambet.

Pas Amanda dan hari berpegangan tangan gara-gara dikagetin anjing penjaga, teriakan terdengar lagi dibelakang gue…
“ooooohhh..”

Ada yang nyeletuk “kawin aja kalian..”
Emangnya lo, tukang kawin.Seru gue dalam hati.

Siapakah yang akan dipilih Amanda untuk menjadi suaminya? (gilee, gue udah mirip pembawa acara infotainment. :p)
Akhirnya Hari semakin menjadi-jadi.Dengan heroik ia mengatakan bahwa ia akan menikahi Amanda.
Oke Hari, jangan lupa undang gue ya.Gue pengen makan nih.Hahaha.
Apakah Amanda setuju? Lebih baik tonton aja filmnya.Buat cewek-cewek, gw rasa ending film ini lumayan mengharukan.
Tanya saja mereka yang udah nonton.Pasti pas ending rata-rata bilang “oohhhhhhhh..”
Gue ga tau apakah itu oleh endingnya yang menghanyutkan, atau malah mereka yang kena ayan.
Endingnya ga gampang ditebak kok.Melihat gimana Amanda akhirnya mengambil keputusan juga membuat gue kagum.Hmm, beginilah mestinya gue.Harus berani mengambil keputusan siapa yang harus gue pilih sebagai pacar gue.Terima kasih.

Menurut gue, filmnya lumayan bagus lah(buat yang berjiwa mellow), tapi buat kami, doraemon tetap yang terbaik.

“elu aja kali.” Teriak fadil dan arga bersamaan.

Sampai jumpa di resensi film selanjutnya dan jangan berbuat dosa.Oke.

Monday, January 18, 2010

Vote Dhita...she's my friend...


Dua tahun yang lalu, januari tahun 2008, gue sempat nulis sebuah bulletin di friendster yang judulnya “one hundred for pevita” dalam rangka mendukung pevita pearce untuk jadi cewek Hai 2007.
Dan pevita pun akhirnya beneran menjadi cewek hai terfavorit, mengalahkan Paula tobing dan yang lainnya.

Gue ingin mengulang kejadian yang sama.

“Ah itu kan Cuma kebetulan zie.” Kata Sito, temen gue.Saat itu gue lagi nulis notes ini di fakultas dia.Farmasi. “lagipula, sebelum menjadi cewek Hai, pevita udah beken duluan di film denias.” Lanjutnya.

“Ga tau ah, saat itu gue banyak sms sih.Haha” Gue berkata bangga.

“Eh, bukannya pemenang cewek hai itu dihitung berdasarkan jumlah orang yang memilih, bukan jumlah sms yang dikirim oleh yang memilih.”

“Hah? Gitu ya? Bukan kek Indonesian idol gtu ya? Yang sms nya paling banyaklah yang jadi juara?

“Lo sih kebanyakan bermain diruang bawah tanah.Sebanyak apapun lo ngirim sms, pake no lo itu, tetep aja diitung satu voters.”

“oh gitu ya? Serius?”

“liat aja no tujuan sms nya, kena tarif normal kan? Itu kan Cuma pooling.”

“Oh iya iya..”

Gue manyun.Padahal rencananya gue mau mengalokasikan sms bonus 50 setiap hari ke semua operator gue buat nge-vote.

“kalo ga salah dulu lo ngelakuin hal yang sama buat ngedukung pevita kan? Lo ngabisin bonus 100 sms dari kartu as lo kan?”

Gue Cuma manyun lagi.

“pinter banget lo…”

Hmm, terimakasih Sito, atas sindirannya.Lo sungguh teman(dan monyet) yang baik.
Sekarang, kesalahan yang sama ga akan gue ulangi lagi.Gue akan melakukan cara yang sama sekali beda buat memberikan dukungan yang lebih banyak.

“gue ada ide zi..” seru Sito.
“Hah? Apa? Apa?” Tanya gue bersemangat. “tapi ide lo ga ngaco kan?”

“Gini, lo kan punya account di banyak jejaring sosial, twitter, plurk, hi-5, mypulau, kafegaul, ACS, kaskus, oggix, technorati, atau apalah lagi.Nah, kenapa lo ga promosiin disitus-situs itu aja?”

Sepintas ide Sito kedengaran keren.Kalo ditotal jumlah friend gue di semua situs jejaring sosial itu lebih dari lima ribuan.Gue bisa mempromosikan secara lebih cepat ke banyak orang secara bersamaan.
Gue berpikir ulang lagi.Gue inget dulu waktu pertama-tama kali gue punya blog, gue promosi kemana-mana melalui sms, situs jejaring sosial, milis-milis.Eh malah gue dikira spam dan satupun ga ada yang baca blog gue saat itu.Ini masalah imej.Gue mencoba mengambil sudut pandang orang ketiga.Gimana kalo misalnya gue melihat orang yang promosi abis-abisan di status twitter hingga memenuhi deck dan timeline gue.Pasti risih kan.
Gue berpikir lagi dan memutuskan nge-twit dengan kata-kata ini di Disalah satu dari dua akun twitter gue:

Buat temen gue sesame komikus, vote dhita ya di polling cewek hai, karena dia juga komikus, sama seperti kita.

Di devian art, comicomunity, juga gue buat seperti itu.Kalo mereka pembaca Hai juga, mereka pasti tahu caranya.
Agar dukungan buat dhita datang lebih banyak, gue pun ngajak keluarga gue buat ikutan milih.

“ma…ma…liat deh majalah ni.” Kata gue sambil nyodorin majalah Hai ke nyokap.
“kenapa zi? Cerpen kamu ada yang dimuat?” Tanya nyokap.
“Bukan, liat deh ini, disitu ada temenku, …”
“Oh ya, dia model majalahnya ya?”
“iya dia bakal jadi model majalahnya, tapi kalo mama milih dia dalam pooling..”
“oh gitu..”
“ikutan milih juga donk..temenku ni.”
“ya udah tuh ambil hp mama.Eh, tapi jangan lupa beresin kamar kamu tu ya.Udah kek apaan aja.”

Gue cengar-cengir lebar.

“kla, kamu juga ikutan milih temen kakak ya.” Kata gue ma Ikla, adek gue. Ikla Cuma bengong. “ntar abang kasi make laptop deh…”
“oh ya, beneran bang? Kalo gitu langsung aku kirim sms sekarang nih, formatnya gimana?”

Selanjutnya ma temen-temen dekat gue.Hari itu, gue ma Boy, sedang belanja buku di gramedia.Hampir dua jam kami disana, dan Boy pun ngajak gue pulang.Gue ga bergeming sambil menatap majalah Hai.
“lo baca apa?” tanyanya.
“ngg…”
“baca apaan sih?”
“ini lo..” gue nunjukin majalah Hai yang gue pegang.
“ini apa? Pooling ya?” tanyanya.
“iya, yang namanya dhita itu temen gue lo.”
“ngg, dhita ya..o.. yang ini..wah..lo bakalan nge-vote dong?”
“iya, tapi gue ga bawa handphone, pinjem handphone lo dong.”
“oh, itu toh.” Boy pun memberikan handphonenya.
“hehe, makasih ya, lo ikutan milih juga ya.Temen gue temen lo juga kan.Lo pernah bilang gitu kan?’
Boy Cuma mengangkat alis.

Gue pun cengar-cengir kuda lagi.

***

Seminggu kemudian, mengajak orang lain untuk memilih temen gue sudah menjadi kegiatan gue sehari-hari sampe temen gue nanya.
“Lo kog sampe segitunya sih dukung dia? Kalian akrab ya?”

Gue diam bentar.Terus gue nanya balik.
“Apa lo ga pernah punya orang yang lo kagumi?”

Friday, January 8, 2010

Inilah alasan kenapa gue suka Twitter

Setelah enam bulan punya akun twitter, baru kali ini gue jatuh cinta ma jejaring sosial yang satu ini.Hmm, wajar sih sebenernya, coz selama enam bulan terakhir ini gue juga lagi asyik-asyiknya main facebook karena temen-temen gue semuanya punya facebook.Beda dengan twitter, dimana temen-temen gue yang punya akun disini cuma segelintir.Tapi walaupun begitu, maen twitter ternyata cukup mengasyikan buat gue.Kenapa? karena gue bisa nge-twit artis-artis favorit gue seperti Pevita pearce, Gita gutawa, raditya dika, velove vexia, Jessica iskandar, yui aragaki, dan banyak lainnya.Memang sih, untuk berhubungan dengan mereka itu susah, dan kebanyakan pesan yang ditujukan kepada mereka pasti ga kebales, Karena pas gue liat twitternya gita gutawa aja followernya nyampe puluhan ribu.Bayangin kalo jumlah segitu ngirimin dia tweet, ato pesan, gimana cara dia balasnya coba? Sedangkan dia juga masih punya kegiatan yang lain yang jauh lebih padat dari kita, penggemarnya.Jadi menurut gue, kalo masalah replies ga dibales sih itu biasa.Gue sempet ngeliat twitternya Tora sudiro, dan di statusnya dia juga nulis gini:

@t_ORASUDI_ro: “Hopeless deh nunggu RT*@gitagut..”

Bahkan artis sekelas tora pun, twitnya ga sempat direspon oleh gita gutawa.Yang asyik justru gue bisa tau kegiatan idola-idola gue setiap saat.Misalnya, ketika Velove berada di new york terus kedinginan, apa yang dipikirkan asti ananta ketika dia bangun dari tidur, truz apa yang dirasain Gita gutawa ketika banyak yang protes soal twit yang ga direspon, trus apa yang diobrolin Pevita ma temennya ketika malam hari sebelum bobo, gue jadi tau dan jadi merasa lebih dekat dengan semua idola-idola gue itu.
Asyik kan.Hal-hal seperti itu yang ga gue temuin di fb.
Tapi untuk berkomunikasi ma temen-temen gue masih ngandelin fb.Responnya cepat sih..hahaha.

*RT : retweet