Showing posts with label Lagi Berat. Show all posts
Showing posts with label Lagi Berat. Show all posts

Thursday, March 3, 2011

My Teenage Lyrics

I haven’t been able to find the absolute words for what I’ve feel before I found this song lyrics:

Crazy-Simple Plan

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look I see
Young girls dying to be on TV
They won’t stop ‘til they’ve reached their dreams
Diet pills, surgery
Photoshop pictures in magazines
Telling them how they should be
It doesn’t make sense to me
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

I guess things are not how used to be
There’s no more normal families
Parents act like enemies
Making kids feel like it’s world war III
No one cares, no one’s there
I guess we’re all just too damn busy
Money’s our first priority
It doesn’t make sense to me

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look I see
Rich guys driving big SUV’s
While kids are starving in the streets
No one cares
No one likes to share
I guess life’s unfair

I think that the lyrics really is a good way of telling the truth about society and how it puts so much pressure on some people and it’s plain sight but nobody does anything about it. Really reflected my teenage life.

And then, it’s been a long time I didn’t listen to Keane song, Everybody’s changing. When listen to this song again today, arghh it feels like there’s something that stabbed me precisely at the bottom of my heart. It’s really what happening to me. 

Everybody’s Changing-KEANE

You say you wander your own land
But when I think about it
I don’t see how you can
You’re aching, you’re breaking
And I can see the pain in you eyes
Says everybody’s changing
And I don’t know why

So little time, try to understand that I’m
Trying to make a move
Just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody’s changing
And I don’t feel the same

You’re gone from here
Soon you will disappear
Fading into beautiful light
‘cause everybody’s changing
And I don’t feel right

This lyric reflects the truth about life. Nothing remains constant, everybody’s changing and it will always happen, we have to accept it, wheter we are happy or not. 

As we know, the day has passed by so fast, that’s why, no matter what happened, we must face this world, face towards the reality that you have been walking on. Just like me, people around me (especially my family and my friends) have been changing so far. My mom, my dad, my friend, my classmate, it just feels like I don’t know them anymore. They have a new life. I want to survive, even though everybody and everything is changing.

I just realized, if everybody and everything is changing, why don’t I change myself too? Why don’t I change my thought too? And why don’t I change my life too?

Meet the brand new me!

19 days before march 23th.



Sunday, February 13, 2011

Badai (yang) Telah Berlalu

Apa masalahnya sudah selesai? Berapa lama stres yang diakibatkannya?

Udah dong…! (suara tawa membahana). Dan untuk stress yang menjengkelkan itu, tiga hari aja rasanya cukup. Tiga hari saja rasanya cukup untuk membuat gue lebih banyak berdiam diri seperti orang bego. Cukup untuk membuat gue memproduksi asam berlebih dari raut wajah gue. Sangat cukup untuk mengurangi jumlah orang-orang galau di twitter (cowok menggalau di twitter is so gay).

Stress itu membuat kita jelek luar dan dalam, dan tentu saja gue ga mau menambah daftar kejelekan yang gue punya dengan memelihara stress lebih lama. (emangnya tuyul dipelihara)

Apa dan siapa saja yang membantu menyelesaikan masalah dan stres itu?

Waktu, dan tiga orang baik yang memberi dukungan moral. Mungkin tidak ada niat langsung dari mereka untuk membantu, tapi gue hargai itu. Mencari kesibukan? Ya itu kadang –kadang mampu mengalihkan pikiran gue sejenak dari stress, tapi “mencari kesibukan” juga mempunyai efek samping berupa kelelahan, dan kelelahan punya kaitan yang erat dengan rasa bosan, perasaan tidak enak, atau dampak terburuk : menurunnya daya tahan tubuh. Atas dasar itu gue menambahkan satu hal lagi yang membantu meredakan stress psikologis yaitu Nutrisi. Vitamin B kompleks dan Vitamin C dalam multivitamin serta protein dan kalsium dari susu yang gue konsumsi bukan hanya membantu gue menghindari penyakit yang rentan menyerang di saat stress, juga menjernihkan pikiran gue dari segala prasangka, kecewa, dan perasaan dikhianati.

Apa pelajaran yang dapat kamu petik dari masalahmu itu?

Pepatah lama tetap berlaku. Ada hikmah di balik setiap masalah. Pesan moral yang dapat gue petik:

-Jangan terlalu mengharapkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahmu sendiri

-Dan jika ada yang membantu, hargailah ia dengan memperlakukannya sebaik mungkin.

Khusus untuk tiga orang yang menanyakan keadaan gue di saat sulit kemarin itu, Insya Allah, ada kado di hari ulang tahun kalian. ^_^ Perbuatan baik selalu diikuti balasan yang yang baik, benar begitu kan?

Thursday, December 23, 2010

Yang terbaik dari semester 3 (Part 3: Life)

Semester tiga gue adalah semester yang identik dengan masalah. Sesuatu yang bernama ‘Masalah’ ini menyerang semua aspek kehidupan gue. Gue benci masalah, tapi masalah mencintai gue. Ini adalah cinta sepihak yang menyebalkan.

Masalah cinta adalah salah satu masalah paling rumit. Faktanya, kisah cinta gue dengan liliput pertama merupakan kisah cinta paling menyedihkan yang pernah gue alami. Status gue sebagai pemuja rahasia abadi benar-benar memalukan. Jangan tanya gue bagaimana rasanya menjadi pemuja rahasia. Tanya saja Raditya Dika. Dia mampu menjelaskan dengan sangat baik bagaimana “sick” nya menjadi orang yang mencintai diam-diam. Berikut fragmen dari cerpennya di buku “Marmut Merah Jambu” yang gue anggap paling mewakili gue. Paling mewakili bagaimana rasanya menjadi orang hanya bisa mencintai dibelakang layar.

“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang dari dulu, yang tumbuh mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.” (best fragmen)

Sedikit banyak, sindrom “pemuja rahasia” itu ternyata berpengaruh besar terhadap tingkat kepercayaan diri gue. Kali ini, dari masalah cinta merambat ke masalah kejiwaan. Gue jadi ga percaya diri, bahkan untuk mencoba menyukai orang lain. Gue berpikir dan mungkin takut jika orang lain yang nantinya akan gue sukai bersikap sama seperti liliput pertama.

Gue mengalami masalah besar pada kepercayaan diri hingga gue bertemu dengan seseorang yang memberi gue kesempatan untuk merubah paradigma gue yang salah itu.

Semuanya berawal dari keberanian gue untuk mendekati orang lain dan keluar dari bayang-bayang Liliput Pertama. Perlahan tapi pasti, gue mulai suka dengan orang lain. Dan tanpa bercerita kepada siapapun, gue maju dan sebisa mungkin tidak menenteng status “pemuja rahasia” yang konyol itu. Tidak ada yang tahu. Gue merahasiakan ini dari siapapun. Hingga tiba saatnya gue untuk menyatakan perasaan.

“Ya, orang yang aku sukai itu kamu.”

Begitulah kalimat penembakan gue waktu itu. Yah, memang bukan kalimat penembakan yang baik. Tapi paling tidak, dengan dikeluarkannya kata-kata itu ke udara, gue sukses menanggalkan status “orang yang mencintai diam-diam” yang sebelumnya melekat erat dalam diri gue.

Hal terbaik justru datang dari balasan kalimat penembakan gue diatas.

“Kok bisa?” Katanya.

“Ceritanya panjang.” Balas gue sangat grogi sekali. Panas dingin.

“Ya ampun.” Serunya. Tertawa. Lebar. Ya, tertawa. Tertawa senang.

Gue diterima dengan tawa bahagia. Lihat, ternyata kisah cinta gue ternyata ga selalu menyedihkan.
Tawa lebarnya dan bagaimana atmosfir perasaan yang terbentuk saat itu, merupakan moment terbaik yang gue alami di semester 3.

Masalah cinta, masalah percaya diri, tampaknya menemui jalan terang. Tapi tidak begitu dengan bagaimana jalannya hari-hari gue. Bagaimana labilnya perasaan gue. Bagaimana hopelessnya gue di akhir-akhir semester tiga gara-gara tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masalah keluarga, dan masalah kesehatan yang menumpuk dan berubah menjadi badai besar. Ya, badai besar yang ga akan bisa dimengerti oleh siapa-siapa.
Lagi-lagi gue suka bagaimana Raditya Dika menggambarkan situasi labil seperti ini dengan kata-katanya.

"Memang menyakitkan, segimana besarnya masalah kita, orang-orang lain akan tetap berjalan maju. Tidak akan memahami. Walaupun ketika kita cerita mereka pasti akan bilang “Gue tau gimana rasanya” Tapi mereka tidak bener-bener tahu. Karena mereka tidak dalam posisi kita. Tidak. Orang-orang lain akan tetap memperlakukan kita seperti orang biasa. Tanpa tau yang kita jalani. Tanpa tau apa yang sedang kita alami. Sebesar apapun badai yang ada di hati kita saat ini, the world will keep on moving, and I’ll keep on standing. (Di balik jendela-Cinta brontosaurus, Best description of guilty)"

Apa boleh buat, gue pun menjalani hari demi hari dengan diam. Menepis harapan bahwa akan ada seseorang yang mengerti. Yah, bukan mereka yang seharusnya mengerti. Gue yang seharusnya ngertiin diri gue sendiri. Terlalu bergantung kepada pengertian orang lain hanya akan membuat gue lemah. Lihat saja gue yang sekarang. Ini semua gara-gara gue terlalu mengandalkan orang lain untuk memberikan solusi atas semua masalah gue. Masa bodoh dengan teori makhluk sosial. Manusia tidak selalu membutuhkan pertolongan orang lain, terutama ketika mengalami masalah internal dalam diri. Atau, ketika tidak ada orang yang mau peduli dan mengerti.

Hari hari gue selanjutya, makin suram.Tanpa tujuan. Tanpa gairah. Satu-satunya hiburan yang bisa membuat gue sedikit merasa enakan adalah membaca wall to wall gue dengan odik. Gue menyimpan halaman wall to wallnya dan membukanya dikala senggang. Dan itu selalu berhasil membuat gue tersenyum. Lucu melihat bagaimana cara gue menanyai orang lain dengan pertanyaan dan candaan-candaan yang kurang penting, dan lucu melihat bagaimana pertanyaan kurang penting itu dibalas dengan panjangnya. Dan percayalah, kita akan merasa lebih baik ketika kita apa yang kita omongin ditanggapi oleh orang lain.

Wall to wall itu, adalah percakapan terbaik yang pernah gue lakukan di dunia maya.
Itu sedikit membantu gue untuk tetap waras disaat-saat sulit.

Satu bulan sebelum semester tiga berakhir adalah saat-saat paling berat. Sangat berat sehingga quotes favorit gue saat itu ialah “sh*t happens” yang kalo diartikan ke bahasa Indonesia menjadi “Sial itu biasa”.
Gue bisa saja menjadi sakit jiwa kalau gue ga punya teman yang baik-baik.

Ada satu teman yang paling gue ingat ketika jiwa gue sedang labil-labilnya. Teman yang sering mengatakan “semangat ya jik.” Ketika gue akan memulai praktikum. Teman yang bisa ditanya-tanya ketika teman gue yang lain terlalu sibuk untuk ditanya. Teman yang selalu menularkan keceriaannya ke gue.

Dia ini, teman yang sangat bisa diandalkan. Dia ini, teman yang selalu membuat gue melihat sisi terang dari semua kesialan yang gue alami.

Dia ini, teman yang membuat gue bertahan. Dia ini, adalah salah satu teman yang akan selalu gue ingat. Dia ini, teman yang baik.

Gue pun tetap bertahan menjalani hari-hari di akhir semester tiga yang menyebalkan. Biarpun yang membuatnya menyebalkan itu sikap gue sendiri. Ada suatu hari saat gue sangat putus asa dengan praktikum dan ga tahan lagi untuk tidak bercerita kepada orang lain. Gue menelepon salah seorang teman kepercayaan. Dhita. Gue ceritain semua masalah gue panjang lebar. Dia mendengarkan dengan seksama. Hanya mendengarkan.

“Kalo gitu keadaannya, aku juga ga tahu harus gimana. Kok kayaknya complicated amat yak.” Begitu jawabnya waktu itu.

“Gue jadi pengen mati.” Balas gue saking sebelnya.

“Ya ampun ozik. Apa-apaan sih itu. Cemen ah.”

“Terserah deh. Semua orang payah.”

“Oh, beneran pengen mati? Beneran? Ga pengen lihat Indonesia juara piala AFF?”

“Aku serius dhit!”

“Aku juga serius kale. Heh, ga pengen hidup lebih lama lagi? Ga pengen tahu siapa cowok yang bisa naklukin liliput pertama? Ga pengen tahu younha bakal nikah ma siapa? Atau lu pengen mati sebagai mahasiswa yang sepanjang kuliahnya ga pernah dapat nilai diatas B? heh. Ga asik ah.”

Gue tahu dhita bercanda dengan omongannya. Tapi, jika dipikir-pikir, ada benarnya juga. Masalah-masalah ini hanya mempersempit pikiran gue. Padahal, jika dipikir-pikir sedikit lagi, ada banyak hal rupanya yang bisa membuat gue untuk tetap menjalani hari-hari dengan semangat. Ya, si dhita itu memang mengambil contoh yang mengada-ngada seperti siapa yang akan jadi suami liliput pertama, tapi biar bagaimanapun juga dia benar. Masih banyak yang harus diperjuangkan dari hidup ini. Masih perlu membanggakan orang tua. Masih harus membeli barang-barang yang ingin dibeli. Masih harus tobat karena kebanyakan dosa. Dan masih harus membalas kebaikan teman-teman kepada gue. Curhatan dengan dhita itu merupakan curhatan yang paling memberikan pencerahan. Gue jadi punya banyak alasan untuk berjuang menyelesaikan masalah masalah gue yang kebanyakan. Dan ngomong-ngomong, tentang kebaikan teman, di semester tiga akhir inilah gue paling banyak merasakannya.

Apa yang selalu akan gue ingat, adalah bantuan teman-teman gue di praktikum IMT.

Apa hal terbaik yang gue terima di semester tiga adalah bantuan di praktikum IMT.

Dan setelahnya, biarpun masalah selalu datang, biarpun kesialan sudah menjadi hal yang biasa, gue tetap bisa menegakan kepala. Kebaikan-kebaikan mereka itu membuat gue mampu membuang semua keluh kesah. Saatnya gue maju dan belajar dari kesalahan.

Setelah semua yang gue lalui itu, gue jadi sadar, bahwa masalah itu datang bukan untuk ditunggu sampai hilang dengan sendirinya. Masalah itu datang untuk diselesaikan. Ya, Life is not about waiting the storm to pass. It is about dance in the rain.

Wednesday, September 29, 2010

Gee!

Ada pepatah mengatakan, “Semua yang ada didunia ini pasti berubah, satu-satunya yang tidak berubah, hanya perubahan itu sendiri.” Saya suka pepatah ini, dan bakal lebih suka lagi kalau saja di akhir kalimatnya, ditambahkan sedikit pesan bagaimana caranya menghadapi perubahan itu dengan benar.

Terus terang saja, akhir-akhir ini, yang berubah itu terlalu banyak. Dan dari dulu, saya rasanya selalu gagal dalam menyikapi perubahan dengan baik. Mungkin saya yang terlalu peka, tetapi sungguh, melihat bagaimana satu demi satu orang lain berubah drastis merupakan situasi kondisi yang membuat saya “sakit” luar dan dalam.

Terlalu banyak yang berubah, dan yang paling saya sesalkan adalah berubahnya salah satu teman saya yang paling penting. Saya tidak tahu apakah dia masih ingat dengan blog ini atau tidak, hanya saja, sebagai seorang teman, ada baiknya saya mengingatkan dia kepada kenyataan bahwa, orang-orang sombong itu, cepat atau lambat pasti akan jatuh.....

Berikut rekam jejak dari salah satu perubahan yang paling menghantui saya akhir-akhir ini:


Dulu:


Namanya Gee (nama samaran, pastinya). Tentang segala hal, saya suka bercerita dengannya. Kebetulan kita berdua lagi Online di Yahoo messenger. Terjadi percakapan seperti ini:


Saya : Gee, udah pernah baca komik “Last Exile” belum? Uiih keren mampus loh, suka banget aku ma endingnya, apalagi karakter utamanya Gee, rada-rada mirip kenji di 20th century boys, karangan ryu yamanaka memang keren gila. Bla blab la bla Blup blup blup….


Gee: Hahaha iy tw, cba bca deh yg mist tragedy, itu lebi bagus kyknya, jarang2 lohhh mangaka ngangkat tema kayak gitu. Aku lg bca soul eater ini, liat deh,art nya bagus.... blab bla blabla blabla


Saya: waw hahahha iya iya Gee


Gee: Huhhahahaha iya kan?


Pembicaraan yang menyenangkan pun terjadi.


Saya berpikir, Gee mungkin adalah salah satu teman cerita terbaik yang pernah saya kenal.


Sekarang:


Namanya Gee. Tentang segala hal, saya suka bercerita dengannya. Kebetulan kita berdua lagi Online di Yahoo messenger. Terjadi percakapan seperti ini:


Saya: Gee, soul eater vol 5 udah terbit lohhh hahaha. O iya, tadi aku dengerin radio AOL, three days Greece kok bisa ada di chart pertama ya, ahh payah. Padahal ngarep dead by sunrise duduk disitu. Hehehe


Gee: (Tidak ada jawaban)


Menunggu 1 menit, 2 menit, 5 menit.


Saya berpikir, mungkin Gee lagi sibuk.


Sekarang 2:


Namanya Gee. Tentang segala hal, saya suka bercerita dengannya, walau sudah jarang. Kebetulan kita berdua lagi Online di Yahoo messenger. Terjadi percakapan seperti ini:


Saya: Gee, sibuk ya sekarang, jadi gimana nih, apa pendapatmu ma film breaking free nya Aurora Dixon? Asyik tuh menurut aku. Kalo aku cewek mah udah nangis-nangis Bombay.


Gee: (Tidak ada jawaban)


Saya: (mengirimkan buzz)


Gee: (hening)


Saya: Lagi sibuk ya?


Gee: (Gee_Genya_putih telah offline)


Saya berpikir mungkin Gee lagi ada masalah dan butuh sendiri.


Sekarang 3:


Namanya Gee. Saya suka bercerita dengannya tentang semua hal. Tapi itu dulu. Kebetulan kita berdua lagi Online di Yahoo messenger. Terjadi percakapan seperti ini:


Saya: Gee, ehem, Samsung galaxy katanya udah bisa baca format FLV lo. Ehem?


Gee: (telah offline)


Saya, kali ini tidak bisa berpikir.

Saya, kali ini hanya tertawa miris.


Banyak yang sikapnya sudah tidak seperti dulu lagi dan itu memang diluar kendali saya. saya tidak punya hak untuk melarang orang lain untuk tidak berubah. Semua orang tentu punya masalah masing-masing. Punya jalan hidup masing-masing. Tapi,biarpun begitu, saya tetap tidak ingin "Dia" berubah. Kami itu (dulunya) teman baik.

Dan sekarang pun saya masih menganggapnya begitu.

.

Apa yang harus saya lakukan untuk bisa menerima perubahan?

Kritik dan saran ke fauzihyuuga@gmail.com

.

Mohon bantuannya. :)

Tuesday, July 27, 2010

My-Monster-Side


Tanpa sadar mata saya memerah dan saya berusaha mencari cara untuk segera pergi dari “mereka”. Saya benar-benar kecewa. Tapi saya tidak boleh menahan kekecewaan ini. Saya takut ini menjadi bom waktu yang dapat sewaktu-waktu menyebabkan saya stress. Terlebih lagi, saya bosan mengenakan topeng “Aku-pura-pura-baik-baik-saja” ini.
Saya mengirim sms kepada teman saya, Retnuh. Berbagi kepada teman, tentu saja itu cara saya untuk mengontrol “monster” dalam diri saya. Menceritakan kekecewaan saya.kepadanya mungkin bisa membuat saya merasa lebih baik.
“Sakit hati aku.”
Kata itu gue sematkan setelah gue menceritakan kekecewaan gue.
“Sabar aja zi!”
Begitu balasannya. Terus terang gue kurang puas.
“Really really disappointed.”
Gue menambahkan lagi.
“Pasti itu semua ada maknanya.”
Balasnya.
Membisu sejenak. Makna? Ya, baik atau buruk, saya akan menemukan makna itu. Saya sebagai pemuda yang menganut paham ada makna disetiap kejadian percaya itu.
“Iya, itu benar.” Balas saya.
Kekecewaan apa yang saya alami? Tidak etis untuk ditulis disini. Sepanjang tahun 2010 ini ada beberapa kekecewaan yang saya telan. Beberapa kali orang yang saya sukai ternyata menyukai orang lain, teman-teman SMA yang melupakan saya, atau masalah keluarga yang ga oke. Semuanya memang tidak menyenangkan, tapi kekecewaan yang satu ini jauh lebih tidak menyenangkan dari semuanya. Saya tidak ingat kapan mata saya merah terakhir kali hingga tiba hari ini. Tidak dianggap, merasa tidak berguna. Dikucilkan lingkungan sendiri.
Disaat-saat seperti inilah saya merasakan diri saya terbagi-bagi aneh. Tidak terbagi menjadi good side dan bad side seperti biasa. Tetapi menjadi Escaper-side dan Monster-side. Escaper side membisikan kepada saya untuk tidak memikirkan kekecewaan ini. Mengingatkan saya betapa banyaknya kegiatan yang bisa dilakukan untuk melupakan kekecewaan yang saya alami, makan enak, download 3 album all time low, membeli digest book detective conan, dan mengatur quick link.. Dengan kata lain, mengajak saya untuk melepaskan diri dari kekecewaan. Sedangkan Monster side, menginginkan saya untuk berbuat sebaliknya. Menantang kekecewaan saya dengan sudut pandang monster, membalas kekecewaan ini adalah misi utama (tentu saja) Saatnya bersikap barbar terhadap orang-orang. Mendendam, anarkis, emosi berlebihan adalah senandung monster saya.
Buat saya, menjadi monster terlihat lebih menarik. Saya jadi merasa lebih kuat dan beringas. Saya benci dengan topeng “Aku-pura-pura-baik-baik-saja” yang selalu saya kenakan untuk menyamarkan perasaan kecewa.
Sepanjang hari saya didominasi oleh kemonsteran diri. Saya jadi merasa digerogoti. Escaper membawa saya lari ke toko buku. Membaca, siapa tahu bisa melepas cengkraman monster ini.
Di toko buku, apa yang saya lakukan? Saya tidak bersemangat melakukan apa-apa. Yah, ini pasti karena dominansi monster, semua juga tahu, monster yang suka membaca? Apa ada? Saya secara sembarangan mencomot beberapa graphic novel sembarangan, evil over the rainbow. Kata evil dalam judulnya jelas menarik minat monster dalam diri saya. Ceritanya pasti tentang, setan, atau sejenisnya, diatas pelangi, itu kontras, seperti majas, mungkin maksud judulnya adalah orang yang kelihatannya baik/cantik/elok (seperti pelangi yang indah), tetapi punya hati yang busuk (seperti setan). Judul yang menarik minat saya untuk membaca isinya. Tapi percayalah, membaca apapun dengan monster berada didalam dirimu sangat sangat tidak menyenangkan. Bukannya fokus pada bacaan, saya malah teringat dengan kekecewaan saya, amarah saya, perasaan terkucil saya, dan semua itu membuat darah saya menggelegak..
Untungnya saya punya escaper, yang berkali-kali meloloskan saya dari dominansi monster.
Saya fokus pada bacaan saya. Tiga halaman, empat halaman, hingga saya membaca separuh dari graphic novel dan ini untuk kedua kalinya dalam tahun ini, sebuah buku bacaan menyelamatkan paradigma saya. (pertama pada tulisan yang ini)
Di halaman 67, tertulis kalimat penting yang membuat pikiran saya terbuka,

“Kita semua, manusia, tentu saja berhadapan dengan diri kita yang baik dan buruk setiap harinya, dan yang membedakan kita, aku yang selalu merasa bahagia, dan kamu yang tidak puas, hanya pada cara mengendalikan diri. Aku memperbudak sisi diri yang buruk dan membawa sisi diri yang baik sebagai istri batinku, sedangkan kamu, diperbudak oleh sisi buruk dirimu sendiri.”
Saya dapat merasakan impuls-impuls mengalir deras dalam neuron saya. Membentuk sinyal-sinyal listrik dan menggetarkan otak saya.
Benar juga, “Ga dianggap” itu memang menyakitkan, tapi diperbudak oleh emosi, jauh lebih menyakitkan.
Saya sadar lagi, bahwa monster yang menggerogoti saya ini, hanyalah bentuk abstrak dari kekecewaan saya sendiri.
Dan tujuan saya mempublish tulisan ini, adalah untuk mengeluarkan kekecewaan saya, mengeluarkan monster saya
Saya merasa otak saya sedikit lebih lapang sekarang.
Ternyata nge-Blog banyak gunanya juga.






Friday, May 7, 2010

Melawan Buaya Darat dengan keNARSISan!

Minggu pertama blok 8, banyak sekali hal aneh yang terjadi. Ga tau kenapa, kok orang-orang sepertinya berlomba-lomba buat ngejauhin gue? Gue kan ga kentut sembarangan?
Terus ada juga beberapa teman yang tiap kali ketemu gue mukanya pasti selalu dingin. Emang sekarang musim dingin yah? hhh, yang paling parah, ada yang bilang kalo gue itu Lelaki buaya darat.
Haaaa, beda taukkkk



Guu udah ngaca berkali-kali, moncong gue ga sepanjang buaya kok. Ah, masa gue disamain ma buaya. Gag terima.
Hhhhh, ntahlah, gue pengen marah, tapi gag bisa. Pengen curhat, tapi banyak yang ga peduli.
Gue putuskan untuk mengatasi semua ini sendiri.
Oh iya, jadi teringat langkah pertama PDKT gue ke liliput pertama gagal total berdampak sistemik. T.T
Kayaknya beneran deh dia gag suka ma gue.Haha.
.
Jika gue yang sekarang adalah gue sebulan yang lalu, mungkin sekarang gue akan pasang tampang minta dikasihani. Berharap akan ada yang nanya "fauzi, kenapa?"
Dan sekarang gue bukanlah Fauzi yang seperti itu. Udah bosan pasang tampang nelangsa, toh ga bakal ada yang kasian.
Miris, ironis, tapi udah cukup.
Sekarang saatnya menyelesaikan masalah sendiri.

Beberapa hal yang gue lakukan untuk mengatasi minggu-minggu penuh masalah ini adalah

1. Foto-foto di tembok penuh grafiti.

Esoknya, gue nunjukin hasil foto-foto gue dengan latar belakang grafiti mural ke Deni, temen gue.

"Gimana den? Keren kan?" gue tertawa jumawa.

"Wuaaa, mantap zikk." katanya.

Gue nyengir lebar.

"mantap kan?" tanya gue lagi.

"Iya mantap, disini muka lo ga jauh beda ma temboknya. Wuih, kok bisa ya?"

Deni ngikik seperti kuda. Gue curiga, jangan-janagan dia keturunan kuda. Kuda ostrali.

"Mata lo aja tu yang katarak." ucap gue sambil berlalu. Dia pasti sirik haha.

2. Ke perpustakanaan.

Gue memang suka membaca, dan gue suka datang ke tempat dimana banyak buku, tapi kalo pergi ke perpustakaan universitas, tujuan gue bukanlah untuk membaca, melainkan untuk bertemu kembali ma temen-temen SMA maupun temen-temen bimbel gue yang cantik-cantik. (ngarep sih hehe)

Kalo gue gag ketemu mereka, paling gue foto-foto di setiap sudut perpustakaan. Agaknya kebanyakan masalah membuat kadar kenarsisan dalam diri gue bertambah tinggi.


3. Main-main tiap praktikum

Iya bener, yang namanya praktikum itu selalu membosankan. Itu makanya setiap kali praktikum gue pasti main-main. Seperti di praktikum farmakologi rabu kemaren, gue mah gag ada dengerin dosen, gue cuma mandangin kelinci pup di hadapan gue.
Haha, tapi bukan berarti gue juga mau ikutan pup. Haha.

Nggg, cuma itu aja sih hal yang gue lakuin buat ngilangin stres akibat masalah-masalah gue yang makin lama makin "garong" aja. Cara lain? Paling mencoba curhat ke temen-temen cewek, dan GA ADA yang nanggepin. T.T

Gue sih masih bersyukur karena sampai saat ini gue masih bisa (pura-pura) tersenyum. ^_^

Friday, February 26, 2010

Phoenix

Gue melihat jadwal kuliah sebulan kedepan, praktikum lebih dari lima belas kali, makin bertambah banyaknya tugas yang diiringi dengan makin sedikitnya waktu luang.Gue menghela nafas.Sebulan dibelakang gue lalui dengan penuh kepecundangan yang parah sehingga gue sangat kewalahan dalam ujian.Gue terlalu banyak bermain dan melupakan belajar.Akibatnya, gue terus-terusan diremehkan.Gue terus-terusan diejek.Gue terus-terusan dipandang sebelah mata.

Capek gue dengan itu semua.

Saat ini gue ga bisa berpikir sehat.Hhhhh, gue jadi ga bisa nulis apa-apa.
Mungkin dalam sebulan ini gue ga akan nulis.
Saat ini gue bener-bener mengalami stres berat.Ada yang ga beres dengan diri gue.
Kejadian sebulan terakhir benar-benar membuat gue trauma.Gue akan memulihkan diri dulu baru kemudian nulis lagi.

Janjibesar.blogspot.com akan hibenasi hingga sebulan kedepan.

Mulai dari sini gue akan berusaha melakukan hal-hal yang berguna dan bangkit dari keterpurukan.

Memang saat ini gue masih sebagai orang kecil dan tidak dianggap apa-apa.
Tapi gue yakin bisa merubah keadaan ini.

Gue yakin burung gereja bisa menjadi phoenix.

Friday, January 8, 2010

Untuk fauzi yang selalu mempertanyakan hidup

Mengingat keadaanmu yang semakin lama semakin memburuk, maka aku, suara hatimu akan memberimu peringatan.
Aku, sebagai suara hati, tidaklah bisa muncul setiap saat.
Aku hanya muncul ketika kamu sedang merenung, atau ketika kamu sedang intropeksi diri
Aku tahu saat ini, untuk yang kesekian kalinya, kamu pasti sedang mempertanyakan hidup
Atas dasar itulah, aku, suara hati, yang makin lama makin lemah karena kemalasan dan kecerobohanmu sendiri, akan memberikanmu nasehat-nasehat penting
Aku harap kamu masih bisa mendengarkan suaraku, fauzi
Semoga telingamu tidak ditutupi oleh kelalaian

Aku, sebagai suara hatimu, hanya ingin kamu merubah hidupmu yang benar-benar menyedihkan ini
Hidupmu yang dipenuhi kemalasan dan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna
Sekali lagi sadarlah,
Rasakanlah
Dan ingatlah, bahwa semua yang kamu alami sekarang bersumber dari kemalasanmu
Bahkan kebangkrutan keluargamu sekarang ini juga begitu
Bukankah semuanya disebabkan oleh kemalasan ayahmu
Nah buktinya sudah kamu rasakan sendiri bukan?
Jadi kenapa kamu masih saja tidur-tiduran dan mengkhayal
Sedangkan tugas-tugas yang harus kamu kerjakan menumpuk
Kalau saja kamu tidak malas, toh orang yang kamu sukai itu tidak akan memberikan tatapan anehnya kepadamu ketika diskusi
Kalau saja kamu menolak sikap malas itu, nilai PKM mu pasti tidak akan 3
Kalau saja kamu belajar, dan membuang sikap malasmu jauh-jauh, maka kamu tidak akan jadi sampah dikampusmu
Tulisanmu yang jelek, dan gaya berceritamu yang membosankan, itu juga gara-gara kamu malas untuk berlatih menulis
Setiap waktu yang kamu punya selalu kamu gunakan untuk bermain
Kamu sama sekali tidak pernah memikirkan hidupmu
Mana tanggung jawabmu terhadap hidup ini?
Orang yang yang baru bangun tidur setelah lewat jam sembilan pagi adalah orang yang tidak bertanggung jawab.
Lihat betapa banyaknya kerugian yang kamu dapatkan akibat kemalasanmu sendiri
Lantas kenapa kamu masih saja memperjuangkan kemalasanmu itu?
Kalau begini terus, mana mungkin ada yang perhatian kepadamu
Cobalah ingat-ingat kegagalan-kegagalan yang pernah kamu alami
Kegagalan meraih rangking pertama enam kali berturut-turut
Dimana kamu harus menangis karenanya
Dimana kamu dikalahkan oleh orang-orang yang mengopek waktu ujian
Dimana kamu kehilangan kesempatan untuk mengikuti olimpiade
Dimana kamu kehilangan peluang untuk masuk ke SMA favoritmu
Sekali lagi lihatlah benar-benar keadaan mu sekarang
Masa depanmu yang tidak jelas
Tidak ada kepastian kuliah akan selesai
Ekonomi orang tua yang makin memburuk
Dan kamu masih juga molor sedangkan orang tuamu mesti bangun jam 3 pagi untuk memperbaiki ekonomi keluarga
Dimana hati nuranimu
Jangan-jangan kemalasanmu telah membunuhnya
Apa yang bisa kamu sombongkan? Software mu? Tulisan picisanmu? Teman-teman facebookmu yang Cuma seribu itu? Apa hebatnya? Mulut besarmu? Kamu pikir mereka terpesona?
Ini sudah enam tahun, dan aku makin lama makin lemah karenanya
Aku mohon dengan sangat, tolonglah ubah sikapmu itu
Sikap malasmu
Sikap cerobohmu
Sikap pengecutmu

Untuk kamu yang selalu mempertanyakan hidup
Yang selalu mengharapkan punya pacar seorang gadis yang manis
Kamu mau kuperjelas siapa saja mereka?
Baiklah, untuk kamu yang selalu mengharapkan si “penggemar Luna torasingu”, si “keriting”, si “penggemar twilight saga” dan si “boru guru sejarahmu ketika smp”
Apa alasanmu mengharapkan mereka?
Kamu mau mengatakan bahwa kesepian itu adalah alasanmu?
Bahwa kesepian itu manusiawi
Dan bahwa mencintai adalah nalurimu?
Sayang sekali, kemalasan ga akan pernah membuat mereka mempunyai perasaan yang sama
Terimalah kenyataan bahwa mereka memang tidak suka denganmu.
Berhentilah berharap kepada mereka
Dan mulailah berbenah
Lihat dirimu sekarang, apa yang bisa kamu banggakan?
Tulisan-tulisanmu itu? emangnya terlalu dihargai mereka?
Selama ini kamu hanya bisa memendam perasaan bukan? Berharap cewek-cewek itu juga memendam perasaan yang sama kepadamu? Kamu lupa kalau kamu bukan Casanova? Kamu tidak menarik.Bagaimana bisa mereka menyatakan cinta kepadamu? Apa menariknya kamu?
Toh, seseorang yang masih menyimpan kemalasan dan kecerobohan didalam dirinya tidak akan pernah terlihat menarik.

Apakah kamu ingat, malam ini saja contohnya, yang mau membalas sms mu hanya segelintir
Itu artinya, ga ada yang mau naruh perhatian terhadap orang yang malas
Apakah kamu masih mau melanjutkan tidur panjangmu esok hari?
Serta meninggalkan tugas-tugasmu
Heran melihat bagaimana kamu bisa hidup dengan keadaan seperti itu
Waktumu tidak banyak
Dan aku beri tahu kamu satu rahasia
Kamu bukan golongan orang-orang berbakat
Aku ulangi sekali lagi,
Kamu tidak berbakat melakukan apa-apa
Ingat itu, kamu bukan orang berbakat
Dunia hanya memberikan tempat kepadamu hanya jika kamu berusaha sangat keras
Segala keinginanmu tidak akan pernah diberikan jika kamu tidak pernah berusaha keras mencapainya
Bangkitlah, dan lihatlah dirimu
Kemudian lihatlah dunia
Apakah kamu merasa bisa bertahan hidup didunia yang keras ini dengan mengenakan kemalasanmu itu?
Aku harap kamu berubah
Tetap malas, dan tempatmu lebih rendah dari kolong jembatan

Camkan itu, orang yang selalu mempertanyakan hidup

Bahwa Tuhan dan Dunia hanya akan menerimamu jika kamu berusaha keras!





Januari, 2010

Saturday, October 3, 2009

Diskusi dilubang jarum.

Jarang terjadi…hari ini jadwal kuliah agak keluar dari kelaziman.Kuliah yang biasanya dimulai pukul tujuh pagi dengan gue yang tiap hari kedinginan karena harus pergi pagi-pagi(jarak rumah gue kekampus sekitar 17 km) kini digeser jadi pukul sepuluh.Ini artinya gue akan molor sejadi-jadinya…ahaha…

Gue sampe ga ingat kalo hari ini ada kerja kelompok kam setengah sembilan.

Gue berpikir…menimbang-nimbang…ngg..kira-kira mereka marah ga ya kalo gue bolos?....pasti mereka marah deh…biarpun gue sering meracuni mereka dengan senyum aneh gue, kehadiran gue pasti tetap dibutukan.

“Gue harus hadir!”gue berteriak dalam hati.

Tiba-tiba gue nguap…dan bisikan-bisikan aneh datang.

“lebih baik tidur ajalah…ga baik maksain diri…lihat tuh, matamu merah…kurang tidur ntu…ga baik lo buat kesehatan…tidur aja lagi…lagipula merekapun udah bosen diracuni terus dengan bau nafasmu..”Terdengar sayup-sayup suara ditelinga gue.Suara setan buncit.

Gue berpikir menimbang-nimbang lagi ….”tapi kan nafas gue bau bunga jasmine!” gue melakukan pembelaan.

“Hoahhhhh…”gue nguap panjang.Tadi malam gue begadang ngebaca e-book edensor.”mungkin tidur adalah ide yang baik.”

Gue pun tidur lagi.Bolos dari kerja kelompok.

Ketiduran satu jam, gue pun terbangun…ogah-ogahan pergi kekampus…rasanya pengen tidur lagi, terus mimpiin thya atau vivi…atau dengerin lagu sebentar aja..atau…ah…saatnya berangkat kekampus ni…

Sesuatu yang missing hari ini adalah cewek cantiknya…biasanya gue selalu ketemu cewek cantik dalam perjalanan menuju kampus.

Satu jam kemudian…gue nyampe…gue langsung keruangan diskusi nemuin yang lain, tetapi semuanya diem aja.Cuek, apalagi si Wanda …mungkin mereka sebel karena gue asyik-asyikan drumah sedangkan mereka sibuk mengerjakan tugas kelompok.

Oke, gue akui gue salah…tapi gue ga ambil pusing dengan sikap mereka itu..toh nanti juga pasti baik lagi.Gue langsung membuka facebook, plurk, trus browsing freeware terbaru sambil menunggu diskusi dimulai.

Diskusi? Mungkin semua pada bertanya-tanya diskusi yang bagaimana?.

Di fkg usu, proses pembelajarannya dibagi menjadi 5 bagian.Kuliah umum, diskusi kelompok, sidang pleno, praktkum, dan ujian blok.Dan hari ini gue dan temen-temen akan mengadakan diskusi kelompok(di fkg populer dengan istilah diskusi pemicu).Didalam diskusi pemicu ini, masing-masing kelompok diberi kasus yang harus dipecahkan, dibuat makalah nya, kemudian dipresentasikan disidang pleno.Didalam diskusi ini juga diberikan penilaian oleh fasilitator…terutama bagi ysng aktif berbicara, menanggapi, dan mengemukakan pendapat.
Bagi orang yang kemampuan berbicaranya belum bagus seperti gue, diskusi pemicu ini bisa menjadi danger zone…ditambah dengan temen-temen gue yang jago banget bicara didepan forum…makin menekan habis mental gue.

Hari ini mendiskusikan tentang berpikir filsafat, yang kasusnya sendiri masih abstrak buat gue.pada awalnya, diskusi berjalan hening, semua pada diem, dan gue seneng karena bukan hanya gue yang diem, tetapi lima belas menit kemudian, semua terlihat menikmati jalannya diskusi, masing mengeluarkan argumen-argumen rumit yang belum pernah gue pikirkan sebelumnya.Ada yang berbicara sampe mulutnya berbusa-busa.

“menurut saya, berpikir filsafat secara komperhensif itu adalah berpikir secara menyeluruh tanpa adanya bagian-bagian yang hilang atau putus…dan jika dihubungkan dengan kasus ini..maka si dokter telah berpikir dengan cara demikian…hal ini dapat dibuktikan dengan ..”seru Maria dengan nafas menderu-deru seperti banteng.Tidak sadar upilnya keluar-keluar.

“oh ya apa buktinya?” balas shangita.
“Seharusnya anda semua berpikir rasional…dan apa yang tadi anda bicarakan saam sekali tidak berhubungan dengan kasus ini…” hardik ridwan.

Gue hanya memandangi mereka berkicau sambil bengong.Dikasi makan apa sih waktu bayi kok pada jago banget berdebat? gue bertanya-tanya dalam hati.
Gue sendiri ga tau mau ngomong apa.Yah..inilah akibatnya kalo ga belajar.

Gue hanya diam menunggu waktu berlalu.Keberadaan gue terancam karena semua peserta sudah mengelurkan argumennya.Hanya tinggal gue seorang terdiam seperti patung kuda nil di selandia baru(emangnya ada?).
Gue jadi merasa ga enak terhadap diri gue sendiri.Seperti berada diujung jarum.Oke..baiklah,..gue harus melakukan sesuatu.

Gue berpikir menimbang-nimbang.
Argumen seperti apa yang harus gue keluarkan? Oh tidak …jangan argument..gue ga punya referensi tentang kasus yang telah dibahas…ngg.gue berpikir lagi, dan gue teringat ketika fasilitatornya mengatakan bahwa selain memberikan masukan, menyanggah, mengkritik, dan bertanya merupakan bagian dari proses diskusi yang bisa dinilai.Hmm…gue harus melakukan salah satu dari alternatif diatas.
Waktu diskusi tinggal 15 menit lagi…begitu cepatnya hingga handini mengeluarkan suatu pemikiran yang tanggung.

Nah ini dia kesempatan gue untuk membuka mulut.

“Saya agak kurang jelas terhadap pernyataan handini tentang pertanggungjawaban terhadap hati nurani, maksudnya itu seperti apa, dan apa contohnya?”Ucap gue terbata-bata.

Handini pun menjawab pertanyaan gue dengan lancar sekali.Tetapi yang penting adalah, gue udah membuka mulut..yah seneng banget akhirnya gue berhasil pelan-pelan melangkah dari danger zone gue.

Ada baiknya juga di diskusi selanjutnya gue mempersiakan hal-hal apa saja yang berhubungan dengan kasus yang diberikan sehingga gue ga kabur lagi….

Diskusi kelompok ini bisa menjadi sarana untuk melatih gue bebicara didepan forum dan mengeluarkan ide-ide gue secara lebih luwes dalam bahasa lisan.Sesuatu yang belum bisa gue lakukan dengan baik semenjak gue disekolah menengah.

Wednesday, January 7, 2009

Untitled

I open my eyes
I try to see
But, i'm blinded by white light

I cant remember how
I cant remember why
I'm lying here tonight

And I can't stand the PAIN
And I can't make "it" go away
No I can't stand the pain

How could this happen to me
I've made my mistakes
I've got no where to run
The night goes on
As I'm fading away
I'm sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me?

Everybody screaming
I try to make a sound but no one hears me
I'm slipping off the edge
I'm hanging by a thread
I wanna start this over again

So I try to hold onto a time
When nothing mattered

And I cant explain what happened
And I cant erase the things that I've done

No, I cant

I just want to make her proud
And Now I try hard to make it
But, I'm never gonna be good
Enough for her

I'm sorry
I cant be perfect

I try not to think
About the pain I feel inside

Did she know me try to be her hero

All the days I spend the time think her
Now seem so far away

And it feels like she dont care anymore

And now I try to hard to make it
I just want to make her proud

I cant stand another fight
And nothings alright
Nothings gonna make this right again

I cant believe it's hard
Just to talk to her

I'm sorry
I cant be perfect

Monday, January 5, 2009

Dilema besar. . .

. . .
Malam ini gue ga bisa tdur karena satu masalah yang sangat pelik.

Yah, taon bru, masalah baru.

Ni untuk pertama kalinya gue nge blog melalui handphone.

Dan ini jugag untuk pertama kalinya gue ngeblog sambil nangis.

Hu hu hu. .

Gue teringat kekurangan kekurangan gue dan gue rasanya pengen menitikan air mata.

Kekurangan ini membuat gue ga bsa mendekati orang yang gue sayangi.

Yah, memang, beberapa bulan yang lalu gue suka ma seorang cewek.
Awalnya sih bias2 aja. Seperti perasaan2 naksir yang lazim lah.
Tapi semakin lama kog perasaan gue ma dya semakin kuat.

Agak nya gue jatoh cinta.

Okelah gue memang jatuh cinta.
Tapi kan gue ga bisa mencintai.

Jangan tanya kenapa.
Kekurangan dan keterbatasan gue membuatnya demikian.

Gue punya begitu banyak kekurangan dan keterbatasan yang gue takut bakal ngecewain dya.

Gue ga bisa ngecewain orang yang gue sayangi.

Mgkn gue lebih baik ngejauhin dya aja.

Tapi gue ga bsa.
Gue sayang banget ma dya.

Sayang banget.

Tapi gue ga bsa lebih deket ma dya karena gue punya banyak kekurangan yang menyedihkan.

Setiap kali gue mw nelpon, hati gue selalu melarang.
Gue ga boleh lbh dkt dgn dya karena dgn semakin mendekatinya, semakin besar pula rasa sayang gue ma dya.

Jika itu terjadi, gue bisa apa?

Kekurangan gue ga mengizinkan gue untuk mencintai siapa2.

Kalopun gue paksain jugag, yang ada pasti dya bakal kecewa ngelyat semua keterbatasan yang gue punya.

Ugh. . .

Gue jadi teringat lagu kerispatih yg liriknya seperti ini ,

. . .
Akhirnya juga harus kurelakan.
Kehilangan cinta sejatiku.

Walau hati ini terus menangis.
Menahan kesakitan ini.
Tapi kulakukan semua demi cinta.
. . .


Sampe sekarang gue juga ga ngerti mau ngapain.

Kekurangan gue. .

Ugh . .

Gue benci kekurangan2 diri gue. . .

Gue akan berusaha melawan nya. .

Berusaha. .

Ugh . .

Cedih. . .

Monday, September 8, 2008

Broke'N

Jumat, 5 September 2008.

Halo semua.

Guten morgen.

sebelum mulai crita, izinkan gue menyampaikan 2 hal penting.
Pertama-tama, gue mau minta maaf ma Lia, Erin, Thya,Icha, Tika, Dewi, Winny, Nita, Adis, Ingus keluar", Alis kribo, Ma simulut bangkai karena sering Nge-sms kalian subuh-subuh.Mungkin kalian terganggu.
Yang kedua, keluarga gue lagi broken, dan gue kabur dari rumah.
Itulah alasan kenapa akhir-akhir ini gue ngesms kalian semua.
Gue kesepian.
Gue butuh temen untuk cerita.Teman yang peka.
Sayang, ga ada yang bener-bener nanggepin gue (kecuali Icha), atau lebih tepatnya bertanya gue kenapa.

Dan cewek gue, kelihatannya sama sekali ga mau peduli. Sms gue ga dibalez.Dingin.

Gue ga tau mau kemana.Yang penting ga dirumah. Gue pergi ketempat temen. Gue memasang senyum palsu. Seolah-olah ga terjadi apa-apa. Seolah-olah gue masih bisa kentut dengan leluasa.
Tukang iseng yang lupa tersenyum

Ga tau mau ngapain lagi, gue pun ngambil potret salah satu hotel baru dikota Medan. Dan ternyata gue punya bakat juga jadi fotografer. Ni hasil foto yang menurut gue pengambilan angle nya keren banget.
Tempat pelarian gue berikutnya

Beberapa menit kemudian, gue merasa laper.
Teringatnya gue hari ini lez. Didalam perjalanan gue merenung.
How could this happen to me?

Ga tw.

Baru aja seminggu yang lalu gue ketawa-ketawa sampe air mata keluar dari idung, nah sekarang....
Everyday is the worst day ever.

Sepanjang jalan gue melihat pmandangan-pemandangan seperti ini.

Kerasnya dunia luar


Gue ciut untuk kabur dari rumah. Semua ini mengingatkan gue ma kerasnya kehidupan luar.
Nyampe di tempat lez, gue melihat pengumuman hasil simulasi udah keluar. Gue yang merasa ga lulus pada awalnya males ngeliat. Tapi gue perlu tau berapa grade gue untuk evaluasi. Gue melihat nama gue dari daftar bawah. Lama banget. Ga nemu.
Lalu daftar atas, kelihatannya ga mungkin, tapi...Gue tiba-tiba shock. Ingus gue membeku. Gue pengen gosok gigi. Nafas gue jadi wangi.
Gue ternyata lulus, rank 160 an dari ribuan.
ternyata gue pinter juga ya. Gue jadi seneng. Sedikit. Apa lagi ketika nerima hasil bulanan dan ternyata peringkat gue bagus. Ga nyangka gue.

Gue membatalkan niat kabur dari rumah.

Gue balik kerumah dengan harapan semuanya sudah membaik.

Salah.Gue salah.
Gue bener-bener salah.
Dirumah gue melihat banyak pecahan kaca. Pas photo kelurga yang pecah. Gue lemes. pengen teriak.
I just wanna scream.

How could this happen to me.

Tapi gue bahkan ga bisa berpikir Pandangan gelap.
Gue mati rasa.
Mati rasa.

Mati rasa.
Gue memungut pecahan kaca yang berserakan, menyimpan foto bokap dan nyokap gue.Hati gue tercabik-cabik.
Panas. Gue mendadak jadi apatis.
Ga akan kurelakan senyumku hilang gara-gra keegoisan kalian.


Untuk kalian temen-temanku yang keluarganya masih rukun. Bersyukurlah. Masih banyak hal yang bisa kalian lakukan.

Peace out.

Spa blau.

Thursday, June 5, 2008

ME AND CLASS XI

"Life goes on, and spirit must there is my self." [Grammar-nya beneran ga' ya?]

4 hari menjelang kenaikan kelas...jempol kaki gue mengalami Meningtitis meningokokus.
Tapi, tetep aja gue gak akan nyerah.
Gue gak akan nyerah walau gue banyak ketinggalan di pelajaran fisika tentang dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar.
Gue gak akan menyerah, walau ketika madam menerangkan tentang " la conjugasion des verbe", gue sms-an ma kuda lumping betina di pojokan kelas.
Gue enggak akan menyerah , walau gue harus rela kehilangan waktu tuk mencukur bulu ketek demi menulis posting ini.
Gue bener gak punya waktu lagi untuk bersenang-senang dan bernafas dengan segenap jiwa raga semenjak ujian praktek bergulir dari mulai seeminggu yang lalu.Bulu idung gue beneran kribo dibuatnya.

Besok pagi, gue bakalan mentasin drama untuk nilai seni gue.Dan gue bakalan meranin seorang guru yang kebanyakan ngirup lem aibon.Peran yang exotic teman-teman.Huahaha.

Oh ya, sekedar informasi.PDKT gw ma fatma dah mengalami banyak kemajuan.Buktinya sekarang fatma rajin nge-sms gue duluan, sekedar ngingetin kalo gue mesti wudlu dulu sebelon bobok.Biar mimpinya indah geto.Gw jadi seneng nih.Bakalan makan-makan lagi nih kita. Hehehe^-^.