Showing posts with label Lagi Aneh. Show all posts
Showing posts with label Lagi Aneh. Show all posts

Tuesday, February 1, 2011

Balada Status Facebook

Gue jarang mengulik facebook. Gue hanya menggunakan facebook sebatas untuk wall-wallan dengan orang lain, mengupdate status, mengomentari status teman, dan kadang-kadang berbagi link blog. Gue hampir belum pernah menyentuh game facebook, jarang memanfaatkan chat (karena sering dicuekin hoho ^_^), dan hanya menggunakan beberapa aplikasi yang umum, itu juga kalau melihat temen gue duluan yang gunain. Maka jangan heran juga jika gue baru tahu kalau ada aplikasi facebook yang bernama Status in Year. Hanya dalam beberapa menit, aplikasi ini bisa memproses status kita dalam satu tahun yang nantinya secara otomatis akan masuk ke album foto kita. Gue iseng-iseng menggunakan aplikasi ini dan mendapati bahwa sepanjang tahun 2010 kemaren gue nge-post lebih dari seratus status facebook. bencong banget ga tuh. Dan setelah gue baca ulang status -status lama itu, gue kok merasa geli sendiri ya. Kebanyakan yang melow-melow bikin muntah gitu. Aih, gue sendiri heran dan bertanya-bertanya sendiri "kok gue dulu gini ya?" atau "Gue sadar enggak sih ketika nulis kayak gini dulu?" Entahlah. Yang jelas, sekarang gue jadi semakin hati-hati dalam mengupdate status, baik facebook maupun twitter. Ga tau juga sih, gue kok merasa kalo cowok yang terlalu sering buat status atau kebanyakan nge-twit itu bencong sekali. Haha, oke oke, gue juga pernah begitu, tapi itu kan dulu ;P. Oh iya, buat yang pengen tahu, berikut ini delapan status facebook gue tahun kemaren yang gue anggap palingg mengganggu.

Waspadalah, Status ini beracun dan dibumbui banyak virus kebencongan.

8.Capek..penuh racun..perlu antioxidan...vit B semuanya ampe B100 kalo ada...(11 Februari 2010)
-> Ketahuan banget yang baru kuliah ilmu gizi...

7.Maaf, aku hanya bisa diam. Tapi aku punya alasan untuk itu. (12 Agustus 2010)
-> Minta maaf kok dari facebook?

6.Aku ga bisa berpura-pura kalau aku baik-baik saja (12 Maret 2010)

5.Berbukanya MANTAB, Love ramadhan (dan dia) deh X) (11 Agustus 2010)

4.Aa gawat, gigi molar 3 saya tumbuhnya sakit. ngomong pun jadi males. (30 September 2010)
-> Baru belajar morfologi gigi mas? biasa aja deh...

3.Kenapa "indera perasa" nya mati rasa? Apa karena diberi anastesi? (22 Septemebr 2010)
-> Kombinasi aneh cowok melow dengan ilmu farmakologi.

2.Hatinya seperti batu, bagus kan, itu berarti kokoh. Tapi hatiku sendiri seperti tanah liat. (21 September 2010)
-> Pujangga lagi overdosis.

And the most disturbing status is....

1.Dapat komik gratis memang menyenangkan. Tapi dapat respon dari kamu, itu jauh lebih menyenangkan. mestinya kamu tahu. (4 September 2010)
->  Sumpah, gue sendiri lupa apa yang ada dipikiran gue ketika mengetikan status ini. Ini status paling cupu. Gue msiuh-misuh sendiri di facebook, di blog, dimana-mana, eh orang yang gue maksud malah santai-santai saja. Cuek seperti biasa. Mungkin juga ga pernah tahu kalau gue itu ada. Miris.


Wednesday, December 22, 2010

Love, Language, and Musi River

Ini adalah cerita ketika dulu gue ingin mendekati seseorang, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Hal lazim yang biasanya gue lakukan ketika berusaha untuk mendekati seseorang adalah mencari tahu apa hobinya. Dari hobi inilah biasanya gue menemukan celah untuk mendekat. Gue hanya tinggal mempelajari hobi seseorang, kemudian memulai sebuah obrolan hingga seseorang itu merasa nyambung ngobrol dengan gue. Itu formula yang biasa gue lakukan. Hanya saja, kali ini gue ingin mendekati seseorang yang ga punya hobi. Atau lebih tepatnya, seseorang yang gue ga tahu hobinya apa. Isi profil facebooknya sangat singkat dan akses informasi dari teman-temannya sangat terbatas. Kalau begini, bagaimana bisa gue mendekat?

Hari demi hari berlalu dan gue masih terus berusaha mencari informasi, sendirian. Memperhatikannya dan selalu view profil facebooknya sembari berharap mendapat suatu clue dari situ. Naas buat gue, profil facebooknya berisi wall-wall berbahasa daerah. Bahasa Palembang. Jelas gue ga ngerti apa-apa. Gue juga ga punya teman orang Palembang yang bisa gue Tanya. Usaha gue pun kelihatan semakin sulit.

Hari demi hari berlalu lagi. Gue masih terus mengamati. Mengamati orangnya. Mengamati profil facebooknya. Dari pengamatan itu, gue akhirnya menyadari bahwa ada satu orang yang sangat sering mengirim wall ke dia. Gue bisa ambil kesimpulan kalau itu teman dekatnya. Hmm, teman dekat. Orang Palembang juga.Tanpa pikir panjang gue add temannya itu. Siapa tahu nanti bisa ngajarin gue bahasa itu. 

Hari berlalu seperti biasa dan friend request gue akhirnya di confirm. Ini momentum, pikir gue waktu. Maka, dengan modal sok kenal sok dekat tingkat dewa, dimulailah teknik berkenalan di dunia maya. Di mulai dari like-like status, mengomentari status yang bisa di komentarin, hingga akhirnya memberanikan diri mengirim wall klasik yang berbunyi seperti ini.

“Temannya si “****” kan?”

Gue beruntung dan dibalas komentar seperti ini.

“Iya. Kenapa? Temannya dia juga ya?”

Merasa ditanggapin, gue pun memberondong si Teman yang baik ini dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan (yang sebenarnya ga penting). Biarin deh dibilang aneh, yang penting percakapannya makin panjang, dan peluang gue untuk menanyakan informasi berharga semakin terbuka lebar. Jika gue beruntung, gue bisa belajar bahasa Palembang dengan si teman ini sekalian.
Hari berlalu dan terus berlalu, percakapan antara gue dan temannya itu hampir menemui jalan buntu alias gue ga tahu mau nanya apa lagi. Stuck. Maka, mau ga mau gue harus kembali ke tujuan semula: minta diajarin bahasa Palembang.

“Eh, boleh minta tolong ga? Ajarin aku bahasa Palembang dong.” Inilah yang gue tulis ke dia waktu itu.

“Ajarin bahasa Palembang? Minta ajarin ma **** aja.”

“Dia mah sibuk terus. Lagian aku minta ajarin supaya ntar bisa ngobrol ma dia pake bahasa Palembang.”

Yah, gue langsung to the point aja saking ga tahu lagi mau buat alasan kenapa gue harus belajar bahasa itu. 

“Oh. Tapi gimana cara ngajarinnya?” tanyanya.

“Apa bahasa palembangnya “kenapa”?”

Dan pertanyaan-pertanyaan seeprti itu terus berlanjut hingga si teman ini bosan dan tidak membalas pertanyaan gue lagi. Ga apa-apa. Yang penting gue akhirnya bisa belajar kosa kata baru seperti:

Kenapa: ngapo
Apa: Apo
Bagaimana : Cak mano
Tidak apa-apa: Dak papo
Idak: Tidak
Katek: Tidak ada
Melok: Ikut
Nak: Mau
Payo: Ayo

Yah, memang ga banyak sih, tapi paling tidak ini bisa sedikit membantu terutama apabila dia membuat status-status yang mengundang pertanyaan di facebook. Gue tinggal ngasi komentar seperi ini aja “ngapo ****?” 

Mau ketawa silahkan deh. Yang penting kan usaha.

Haripun berlalu dan berganti, gue makin sering update kosakata baru. Dan karena si teman sudah ga mau membalas pertanyaan-pertanyaan gue lagi, ma gue pun mencari guru baru. Guru baru gue adalah internet. Kebetulan setelah googling sana-sini, gue menemukan forum khusus buatan anak-anak Palembang. Dan entah jin apa yang merasuki gue saat itu, tanpa tahu malu, gue pun dengan sotoy menulis seperti ini di forum itu.

“Hai teman-teman. Tolong ajarin gue bahasa Palembang dong. Kalo bisa yang kalimat percakapan. Oke. Terimakasih.”

Esoknya gue kembali ke forum itu dan mendapati banyak balasan. Cuma karena balasannya pake bahasa Palembang, gua jadi ga ngerti apakah mereka ngetawain gue, ngejek gue, atau malah ngajarin. Untung saja ada satu orang yang beneran mau bantu. Dia bilang, “Senang membantu orang yang tertarik dengan budaya Palembang. Visit Musi 2010.” Hohoho, ya, ya, gue emang tertarik dengan budaya Palembang. Sangat tertarik. Termasuk dengan cewek-ceweknya. (ampun..ampun..hehe)
Dan dari orang baik itu, gue mempelajari beberapa kosakata juga kalimat seperti ini.

Mau kemana?: Nak kemano?

Aku mau pergi nonton: Aku nak pegi nonton

Pergi dengan siapa kamu? Sendirian?: Pegi samo siapo kau?dewe’an be?

Siapa yang mau ikut?: Sapo be yang nak mekot?

Setelah ini aku mau pulang ke rumah: aku abes ni nak balek ke rumah

Waw, ganteng kali kamu hari ini: Waw, belagak nian kau hari ni.

Hmmm, lumayan lumayan. Kelihatannya bisa diterapkan kelak jika dia gue mau ngajak dia ke bioskop. Terimakasih mister. Aku tek aguk nian. Haha.

Dan hari-hari pun berlalu tanpa gue sadari. Gue merasa seperti jalan di tempat. Di satu sisi, gue udah hafal banyak kosakata. Gue bahkan udah download kamus bahasa Palembang di internet. Tapi, tetap saja lidah gue aneh tiap kali menyebutkan kata dalam bahasa Palembang. Gue pernah melapalkan beberapa kata di depan kaca, dan bibir gue malah jadi kelihatan eksotis gitu.

Tiap kali bertemu dia, gue selalu berusaha mengucapkan sepatah kata dalam bahasa itu, tapi tetep aja mulut gue terkunci. Takut diketawain. Takut takut gue salah ngomong.

Hari demi hari berlalu, berlalu, dan berlalu.

Dan gue tetap ga bisa mendekati dia, sampai akhirnya gue nyerah sendiri. Ya sutralah..Paling tidak, dengan belajar bahasa Palembang ini, gue ga akan kesulitan jika suatu hari nanti gue tersesat di sumatera selatan

Maka tersesat ditempat ini pun bukanlah suatu masalah besar lagi bagi gue

Saturday, October 30, 2010

My Dizzy Exam

Ada kalanya sakit kepala kronis bisa sembuh tanpa obat. Dan itulah apa yang terjadi dengan gue saat ini. Ujian blok 10 selesai dan sakit kepala gue tiba-tiba sembuh. Hohoho, selamat tinggal begadang, selamat tinggal capucino pahit, selamat tinggal suara-suara aneh di tengah malam yang setia menemani gue belajar selama seminggu yang freak ini. Semua sudah selesai. Saatnya kembali hidup normal. Tidur disaat orang lain tidur, dan ga belajar disaat orang lain  belajar (lho?) :)
Inilah hal-hal ga penting yang terjadi selama seminggu ujian. Seminggu ujian, seminggu mimisan.


Day 1 (Ujian Biologi oral : Anatomi kepala dan rahang)

Malam pertama menuju ujian, gue udah diserang godaan super berat, "Big match" antara tim sepakbola favorit gue Arsenal, melawan Manchester city. Bingung antara memilih belajar dulu, atau nonton dulu. Tapi karena penasaran, gue pun akhirnya nonton. Awalnya gue menonton sambil menghafal. Tapi pertandingannya seru sekali. Arsenal mainnya sangat bagus dan mengharuskan gue untuk menjadikan buku bacaan menjadi bantal. Lupain sejenak ujian besok dan saatnya nikmati 90 menit penuh sensasi.

Sembilan puluh menit berlalu, Arsenal pun menang meyakinkan 3-0. Dan entah mengapa mood gue tiba-tiba jadi bagus. Ngantuk gue ilang, pikiran gue segar. Badan gue hangat (yang ini sih enggak hehe). Keadaan ini jelas menguntungkan.. Gue pun jadi mampu melanjutkan belajar sampai pukul tiga pagi. Tanpa ngantuk. Ajaib pisan Arsenal ini. Sering-sering aja deh menang biar mood gue selalu bagus.

Day 2 (Ujian Biologi oral : Kelenjar Saliva)
 
Huah, sudah sejak lama berharap liliput pertama menyapa, dan baru kesampaian selasa ini, walau bentuk sapaannya, bukanlah bentuk sapaan yang gue duga akan gue terima.
Saat itu gue dan teman-teman gue lainnya baru saja keluar dan ruangan ujian. Wajah gue berseri-seri penuh semangat (karena soal ujiannya lumayan mudah), tiba-tiba gue melihat dia berjalan diantara kerumunan teman-teman yang lain. Respon alami gue adalah kaku seperti biasa. Dan lazimnya, respon dia pun begitu, tapi kali ini berbeda. Dia menyapa gue.

"Haloooo!" Sapanya.

Gue cuma mengangkat ujung bibir sedikit. Pasang tampang melongo.

"Selamat ya yang baru jadian ma anak Palembang." Sambungnya.sambil berlalu.

Gubrak!!!! Ingin rasanya gue memanggilnya dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi otak gue menyuruh untuk diam saja. Biarlah kenyataan yang akan bicara. Lagipula gue udah terlalu capek menjadi pemuja rahasia terus. Hhhh.
Udah saatnya pensiun menjadi pemuja rahasia.

Day 3 (Ujian Biologi oral : Morfologi Gigi dan Karies)

Mungkin ujian kali ini adalah ujian yang paling sulit. Selain jumlah soalnya yang sangat banyak, soal yang diberikan pun tidak terprediksi. Yang paling gue ingat adalah soal tentang panjang gigi molar, caninus, desidui dan permanen rata-rata. Sumpah, ga nyangka soal ini bakalan keluar. Salah satu teman gue, saking stresnya, malah bilang gini ketika ujian berlangsung.

"Zi zi!" Panggilnya.

Gue yang punya firasat si teman ini mau nanya jawaban pun langsung ngeles. "Masih banyak yang kosong ini."

"Bukan! Bukan minta jawaban."

"Jadi?"

"Minjem penggaris!."

"Buat apa?"

"Buat apalagi. Mengukur panjang gigiku lah."

Gue melengos pelan. Ga tahu apakah dia beneran serius atau bercanda. Tapi kenyataan kalo gue stress hari ini, itu memang benar. Dan bukan hanya gue, kebanyakan temen yang lainnya juga.



Day 4 (Ujian Biologi oral : Jaringan Periodontal)

Kita semua sedang ujian seperti biasa dan gue pun mendengar panggilan panggilan 30 menit sebelum ujian usai.

"Zi zi!"

Gue pun dengan hati-hati menoleh.

"No 60-68" pintanya.

Gue pun mengernyitkan kening. Berusaha mengatakan kata "APA?" tapi takut ditegur pengawas. Tapi daripada dikatain pelit, gue pun harus memberi tahu juga. Tapi gue juga mesti hati-hati jangan sampai kertas gue ditarik ma dua pengawas ujian yang sedang duduk didepan. Seisi kelas udah pada kasak kusuk. Gue belum juga menemukan timing yang pas untuk memberikan kode jawaban hingga salah satu pengawas, drg.L, tiba-tiba ngomong.

"JANGAN pandang kiri kanan. Perhatikan aja soal kalian itu."

Sebagian diam, sebagian lagi ga peduli dan tetap aja kasak kusuk meminta pertolongan sana-sini.

"Daripada kalian lihat kiri kanan, lebih bagus kalian lihat drg.A ini. Wajahnya kan lumayan."

Sebagian mahasiswa tertawa kecil, begitu juga drg.A.

"Lihatin drg.L pun boleh, dia kan juga lumayan."

Keduanya tertawa didepan sana. Kehilangan fokus mengawasi ujian. Gue pun cepat-cepat menoleh ke teman gue dan mengucapkan mantra.

"D, E, E, E, A, B, D, C" seru gue buru-buru. Ketika melihat mata kedua pengawas didepan sudah siaga kembali, gue pun berbalik ke posisi normal.

Tiba-tiba terdengar lagi suara panggilan. Gue menoleh hati-hati.

"Ga denger zi, ulangi lagi dong...!"

Gubrak!!!!!!


Day 5 (Ujian Radiologi Dental)

Gue datang kekampus dengan headset terbenam dalam kekuping dan ketika masuk kelas, inilah pemandangan yang gue lihat.
Semua sepertinya serius sekali belajar.Sedangkan gue malah dengan ga tahu dirinya enak-enakan bersantai dengerin musik plus foto-foto pula. Ini guenya yang terlalu santai atau merekanya yang terlalu serius? Jawaban yang tepat adalah, guenya yang ga waras. Hoho.

Day 6 (Ujian Biologi oral : Mukosa Mulut dan Sistem Stomatognasi)

Kalau orang lain semakin ujian akan berakhir belajarnya makin giat, gue malah kebalikannya. Udah menjelang pukul 12 malam. Sama sekali belum ada menyentuh bahan bacaan untuk ujian besok. Hebat, dan bukannya segera belajar, gue malah memutuskan tidur dengan menyetel alarm untuk berbunyi pada jam 1 pagi. Mungkin karena kurang tidur, kepala gue pusing teramat sangat. Gue pun tidur, dan alarm pun berbunyi. Tetapi suhu malam mengajak gue untuk tidur lagi, dan menyetel alarm jam 2. Kemudian gue terbangun oleh alarm jam 2, masih mengantuk, tidur lagi dengan alarm yang akan berbunyi jam 3. Begitu seterusnya hingga akhirnya gue baru benar-benar bisa bangun pukul 5 pagi. Gue belajar secukupnya kemudian shalat subuh dengan doa utama "Semoga ujian hari ini soalnya mudah-mudah." hahaha.
Dan doa orang-orang tengil ternyata kurang manjur, soal yang diberi ternyata lumayan susah. (susah karena guenya aja yang ga tahu hehehe). Maximal gue cuma jawab setengah dan memutuskan diri untuk pasrah saja sebelum tiba-tiba temen cewek gue yang duduk di samping, yang pintar, dan yang baru kali ini berinteraksi ma gue selama ujian blok 10, mengatakan sesuatu:

"Mau nanya no berapa zi?"

"hah?" Gue agak bingung tiba-tiba ditanyai seperti itu.

"Iya, no berapa yang belum keisi?" Tanyanya. Dari raut wajahnya gue udah bisa menduga kalau dia udah selesai mengerjakan ujiannya.

"Oh, " Gue merasa keberuntungan mendekat. Lima menit kemudian, lembar jawaban ujian gue terisi penuh.
Lagi-lagi gue diselamatkan oleh keajaiban.

Wahai teman-teman sekalian, walau ga sering, percayalah, keajaiban itu ada. Hohoho :)

***

Wah, ujian udah selesai, tapi senin depan udah masuk blok 11. Singkat bener waku istirahatnya (protes!) haha. Tapi ga apa-apa juga deh. Biar cepat tamatnya.
Dan satu lagi, buat yang namanya berinisial "A" dengan nama panggilan berinisal "R" terimakasih ya udah membuat gue jadi semangat nulis lagi. Terima kasih juga sms-smsnya. Lucu-lucu dan selalu sukses membuat gue bersemangat untuk menuliskan sesuatu.
Dalam waktu dekat ini gue pasti akan menulis tentang kamu.

Keep reading on this space ok!

Mari mencari keajaiban-keajaiban yang lain.

Thursday, July 29, 2010

Friend (M) is not Friend (N)

Kami begitu akrab. Kami membicarakan banyak hal, komik yang pertama kami baca, film yang mengaduk emosi, bahkan kebiasaan kami ketika bangun pagi. Kami sering tertawa  bersama, bertukar emoticon yang kami kreasikan sendiri. Kami merasa nyambung satu sama lain. Yah, itulah kesan yang kami tangkap setelah cukup lama berteman di “dunia maya”. Gue sendiri berpikir, mungkin jika bertemu pasti lebih asyik lagi. Bisa membicarakan lebih banyak hal yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan sekadar tulisan di tab chatting, wall, ataupun tab komentar. Tapi baik gue dan dia, sama-sama enggan memulai untuk mengajak bertemu langsung. Mungkin karena kami satu universitas, jadi masing-masing punya pikiran “pasti bisa ketemu secara kebetulan”. Gue merasa oke-oke aja dengan keadaan ini, sampai kemaren siang, ketika gue sedang ngantri di mesin atm dekat perpustakaan universitas, gue bertemu dengan “dia”, teman gue didunia maya. Dia anak fakultas Ekonomi. Dan fakultas ekonomi itu dekat dengan perpustakaan.

Gue memperhatikan dia dengan seksama. Memastikan ini benar dia atau bukan. Selama ini gue hanya mengenal sosoknya dari foto profil facebook dan devianart (situs yang mempertemukan kami). Tidak jauh beda dengan yang di foto, gue pun yakin tidak salah orang. Dengan mantap gue panggil dia.

“Helen!!! (nama samaran, pastinya)”

Dia menoleh, mencari-cari. Melihat gue yang tersenyum-senyum kepedean, dia pun langsung tahu kalo gue yang manggil. Dia cuma bengong mandangin gue.

“Beneran Helen kan?” Gue Tanya ke dia. Sedikit ciut dengan sikap tak bersahabat yang dia tunjukan.

“I..iya.” jawabnya pelan. Jangan-jangan dia ga tahu siapa gue. Buktinya dia diam aja.

“Lupa ma aku?” Tanya gue. Karena kami sebelumnya juga belum pernah bertemu, maka pertanyaan gue ini tergolong pertanyaan yang kepedean abis.

“????” Dia kelihatan sedang berpikir keras. Hening. Suara jangkrik terdengar dari kejauhan. Ga tahan, gue pun angkat bicara.

“Aku Fauzi.” Kata gue sambil (memaksakan) tersenyum.

“Oh,” sekarang wajahnya sedikit lebih cerah. Lemotnya udah hilang.

“Mau kemana?” Tanya gue. Otak gue udah tersumbat. Akibatnya, pertanyaan yang keluar pun pertanyaan yang ga mutu.

“Ketemu temen, disitu.” Balasnya sambil menunjuk kearah parkir.

Maafkan atas kebodohan ini, tapi gue bener-bener ga tahu mau ngomong apa. Dia juga diam aja. Hening lagi. Kali ini suara kodok yang terdengar.

Ada satu menit diam-diaman, akhirnya dia beranjak pergi. Ga pamitan pula. Kalo udah gini, gue jadi merasa ga ada bedanya dengan benda mati seperti mesin atm di depan gue. Ga dianggap. Huhuhu. Kenapa ya? apa jangan-jangan dia ilfil ngeliat gantungan hp bentuk “love-love” yang gue pegang-pegang? Tapi gue kan lagi minjem hp adek gue.

Malamnya, untuk memastikan kecurigaan apakah memang benar dia ga suka liat sosok gue, atau mungkin dia lagi buru-buru, gue tunggu dia Online. Satu jam gue nunggu, akhirnya dia nongol juga, gue ajak dia chat. Tanpa menyangkutpautkan dengan kejadian tadi siang gue memberi tahu dia tentang koprol, situs jejaring sosial buatan lokal yang lagi nge-hype.

Apa yang terjadi? Dibalas hangat.  Aneh. Dia malah cerita ke gue tentang desain kaosnya yang banyak di komen postif di devian art. Selanjutnya kami chat seperti biasa, tanpa sedikitpun  menyinggung kejadian tadi siang.

Teori 1: Seseorang yang asyik diajak ngobrol didunia maya, belum tentu sama asyiknya jika diajak ngobrol di dunia nyata.

Gue jadi teringat dengan teman akrab gue dikampus, orangnya asyik diajak cerita apa aja, novel, musik, curhatan gue tentang liliput pertama, tapi tiap kali gue ajak chatting pasti ga dibalas. Tiap gue wall ga pernah dibalas. Tapi tiap kali ketemu pasti rajin nanyain cerita gue dengan liliput pertama. Sering negur duluan. Jadi apa maksudnya ini

Teori 2: (inverse of theory 1) : yang asyik didunia nyata, belum tentu asyik didunia maya.

Faktanya, dunia nyata dan dunia maya itu sangat berbeda sekali.
Realitas itu, berbeda.

Thursday, May 20, 2010

2010 : Kiamat cacing!


Semuanya berawal saat praktikum Anatomi, dosennya sedang asyik bercuap-cuap tentang sistem pencernaan dan disela-sela cuapannya itulah dia mengatakan suatu wejangan superpenting buat masa depan gue.
“hati-hati!” katanya lirih.
Gue pasang kuping dengerin. Buat gue, suatu kalimat yang dimulai dengan kata “hati-hati” pastilah sebuah kalimat yang penting untuk didengar.
“Kalo kalian makan banyak, tapi tetap ga gemuk-gemuk, Saran saya, cepat-cepat minum obat cacing.” Lanjutnya.
Sebagian temen-temen gue ketawa. Gue melihat tangan gue, dan melihat ke teman sebelah gue. Saling berpandang-pandangan.
“Haduh, gimana?” Tanya gue ke dia.
“Ya udah pastilah kita cacingan.” Balasnya. “Kita kan makan banyak tapi malah makin mirip tengkorak anoreksia.”
“Iya juga ya.” Gue mengangguk mengiyakan ucapannya. Apalagi gue termasuk tipe-tipe orang yang  cepat sekali merasa lapar gitu, ntah kareba emang rakus (hehe) atau karena cacingan, I dunno.
Pertanyaan “mengapa gue tetep aja ceking walaupun udah makan makanan bergizi 5-6 kali sehari” pun terjawab. Rasanya cuma kepala gue aja nih yang makin lama makin besar, bodi gue kagak. Gue ngebayangin, kalo semua nutrisi yang gue makan dari SD ampe sekarang cacing yang makan, plus susu L-Men gain mass yang dulu gue minum rutin juga dia yang nikmatin, bisa-bisa cacingnya udah tegap berotot kayak Ade rai dah. Gue ga terima. Pokoknya, cepat atau lambat, gue harus minum obat cacing. Inilah keputusan hebat minggu ini. Orang-orang ganteng ga boleh cacingan. Huhuhu.
Sorenya, sepulang dari kampus, gue singgah sebentar ke apotek buat beli obat yang dimaksud.
“Mbak, ada obat cacing?” Tanya gue pelan.
“Hah?” si Mbak  tersentak. Kemudian dia memperhatikan gue dari kaki ampe kepala. Gue pura-pura sibuk mainin hp.Dia ga nyangka bakal didatengin cowok ganteng, cacingan, dan hidrosefalus.
“Dewasa ya?” tanyanya.
“Hah? Emang ada anak kecil sebesar ini mbak?” Ucap gue sinis.
‘Oh, “ kemudian dia ngambil obatnya di lemari kaca. “Ini, dosisnya sekali minum dua tablet ya.”
“Oh iya, “ gue sok ngerti. Kemudian gue baca kemasan obatnya. Hmm, efektif untuk jenis cacing kremi (Axyuris vermicularis), cacing tambang (Necator americanus) , plus cacing gelang (Ancylostoma doudenulae) juga , wah, ini dia nih yang gue butuhin. Gue merasa aja semua spesies cacing parasit ada di perut gue.
Yang gue bingung, kenapa gambar cacing di kemasan obatnya kok sedang tersenyum bahagia gitu yah? Kan mestinya cacing itu tersenyum licik. Mirip-mirip manusia parasit lah.Kalo perlu tambahin tanduk sekalian biar exotis. Ah ga oke nih desainer kemasan obatnya.

Gue keluar apotek sambil membaca keterangan obatnya. Gue baca mekanisme kerja obat, dan disitu tertulis bahwa zak aktif dalam obat itu bekerja untuk melumpuhkan cacing. Gue baca ulang, hanya MELUMPUHKAN. Kalo gitu, artinya cacingnya Cuma lumpuh donk. Bakalan keluar bersama feses dalam keadaan hidup donk? Mampus dah gue.
Gue balik lagi ke apotek.
“Mbak, mau nanya.” Kata gue.
Si Mbak menaikan alisnya. “Kenapa?”
“Ini cara kerja obatnya gimana ya?”
Si Mbak diam sebentar.
“Ya itu, nanti cacingnya hancur.”
“Hancur? Ga keluar bersama feses dalam keadaan hidup kan?”
“Pokoknya hancur.”
“Hancur? Ga Cuma lumpuh.”
“Hancur.”
Gue sedikit lega. Gue keluar dari apotik itu dengan perasaan bangga. Di tangan gue ada obat yang keren, dan dengan ini, gue bakal jadi generasi sehat calon presiden.Huaaha. (cacingan kadang membuat orang sedikit narsis)
Sesampainya di rumah, gue minum tu obat. Efeknya, bener-bener signifikan. Efek yang paling kentara adalah gue yang biasanya nunggu sms dari liliput pertama, tapi khusus malam ini, gue Cuma nunggu waktu untuk BAB. Efek mengubah kebiasaan.
Gue merasakan perut gue bergejolak. Mungkin obatnya lagi bekerja. Lama-lama ngantuk dan akhirnya tertidur.
Esoknya, ketika bangun, gue langsung menuju toilet, matiin lampunya dan hanya memanfaatkan sedikit penerangan dari ventilasi, kemudian melaksanakan tugas suci (baca : Boker) dalam kegelapan. Asoyy dah haha. Ga tau deh cacingnya ada ikutan keluar atau enggak, yang penting gue udah minum obat, dan saat ini gue merasa lebih sehat dari sebelumnya.
Sayonara Wormy. Segeralah cari tempat tinggal baru :p
***
Oh ia, gue baru tau kemaren malam, katanya ada lomba menggambar karikatur nabi Muhammad di fesbuk. Wah, di saat dunia sekarang sedang sibuk menyelamatkan bumi dari global warming dan radioaktif nuklir, malah ada aja orang bego yang masih saja melakukan tindakan “Penghinaan terhadap agama.” Kayak gitu. Persepsi gue pun berubah, gue pikir selama ini orang barat tu pola pikirnya maju, eh ternyata, setelah kejadian ini, ada juga yang pola pikirnya jauh lebih bego dari orang idiot.
Menurut gue, tindakan “Penghinaan terhadap agama” adalah tindakan paling gag penting abad ini.
Gue anti terhadap hal-hal yang demikian.
Hahaha. Pokoknya kita jangan sampe terprovokasi yah (gue sendiri terprovokasi hihi)
.
Take care! ^_^

Thursday, May 13, 2010

Metamorpostpone

Pada awalnya, blog ini gue buat hanya sekedar untuk melihat metamorfosa gue dari seorang remaja dekil, ga dipeduliin cewek, dan asal-asalan, menjadi seorang remaja yang lebih baik, juga untuk menepati janji yang udah gue ucapkan kepada seseorang (lebih jelasnya bisa dibaca disini.)
Dua tahun udah berlalu, blog ini malah jadi tempat curhat habis-habisan. Hehe maklum anak muda, (gag nyambung emang). Satu yang menjadi pertanyaan, apakah sekarang gue udah ga dekil dan ga lagi dicuekin cewek-cewek? Gue ga tahu pasti,. Yang jelas sampai sejauh ini, sms gue tetap ga dibalas, atau kalaupun dibalas, pasti singkat sekali. Gue ada baca majalah, katanya cewek kalo ga suka ma cowok tu, pasti ga ngasi harapan dengan ngebalas sms yang lagi ditujuin ke dia. Gue manggut-manggut sok ngerti. Untung gue cowok, jadinya bisa lebih tegar menghadapi kenyataan. (emang ada hubungannya gitu?)
Pokoknya jangan nyerah. Ditolak juga biarin aja deh, udah sering kok. (miris nih hehe)
Sebagai laki-laki harus berani memperjuangkan perasaan. Seperti apa yang dikatakan oleh Younha (penyanyi favorit gue):
“walau kita tahu kemungkinan cinta kita ditolak sangat besar, kita tetap harus maju untuk merubah kemungkinan itu.’
Ngerti ga maksudnya? Ga ngerti? Minum cerebrofit excel atau autan rasa jeruk.

2
Selasa lalu, pas kuliah fisiologi, dosen gue cerita tentang hormon feromone. Tuh kan bener dugaan gue. Feromone itu beneran ada. Malah kata dosennya, feromone udah dijual di medan. Mantap gan. Wah, dijual dimana ya. Gue mau pake ni, buat ngedeketin ibu kantin (biar ga bayar makan) huehehehe.
Sampai jumpa di entry berikutnya, gue mau buka celengan dulu buat beli feromone. Hi! Hi! Hi!

Friday, May 7, 2010

Melawan Buaya Darat dengan keNARSISan!

Minggu pertama blok 8, banyak sekali hal aneh yang terjadi. Ga tau kenapa, kok orang-orang sepertinya berlomba-lomba buat ngejauhin gue? Gue kan ga kentut sembarangan?
Terus ada juga beberapa teman yang tiap kali ketemu gue mukanya pasti selalu dingin. Emang sekarang musim dingin yah? hhh, yang paling parah, ada yang bilang kalo gue itu Lelaki buaya darat.
Haaaa, beda taukkkk



Guu udah ngaca berkali-kali, moncong gue ga sepanjang buaya kok. Ah, masa gue disamain ma buaya. Gag terima.
Hhhhh, ntahlah, gue pengen marah, tapi gag bisa. Pengen curhat, tapi banyak yang ga peduli.
Gue putuskan untuk mengatasi semua ini sendiri.
Oh iya, jadi teringat langkah pertama PDKT gue ke liliput pertama gagal total berdampak sistemik. T.T
Kayaknya beneran deh dia gag suka ma gue.Haha.
.
Jika gue yang sekarang adalah gue sebulan yang lalu, mungkin sekarang gue akan pasang tampang minta dikasihani. Berharap akan ada yang nanya "fauzi, kenapa?"
Dan sekarang gue bukanlah Fauzi yang seperti itu. Udah bosan pasang tampang nelangsa, toh ga bakal ada yang kasian.
Miris, ironis, tapi udah cukup.
Sekarang saatnya menyelesaikan masalah sendiri.

Beberapa hal yang gue lakukan untuk mengatasi minggu-minggu penuh masalah ini adalah

1. Foto-foto di tembok penuh grafiti.

Esoknya, gue nunjukin hasil foto-foto gue dengan latar belakang grafiti mural ke Deni, temen gue.

"Gimana den? Keren kan?" gue tertawa jumawa.

"Wuaaa, mantap zikk." katanya.

Gue nyengir lebar.

"mantap kan?" tanya gue lagi.

"Iya mantap, disini muka lo ga jauh beda ma temboknya. Wuih, kok bisa ya?"

Deni ngikik seperti kuda. Gue curiga, jangan-janagan dia keturunan kuda. Kuda ostrali.

"Mata lo aja tu yang katarak." ucap gue sambil berlalu. Dia pasti sirik haha.

2. Ke perpustakanaan.

Gue memang suka membaca, dan gue suka datang ke tempat dimana banyak buku, tapi kalo pergi ke perpustakaan universitas, tujuan gue bukanlah untuk membaca, melainkan untuk bertemu kembali ma temen-temen SMA maupun temen-temen bimbel gue yang cantik-cantik. (ngarep sih hehe)

Kalo gue gag ketemu mereka, paling gue foto-foto di setiap sudut perpustakaan. Agaknya kebanyakan masalah membuat kadar kenarsisan dalam diri gue bertambah tinggi.


3. Main-main tiap praktikum

Iya bener, yang namanya praktikum itu selalu membosankan. Itu makanya setiap kali praktikum gue pasti main-main. Seperti di praktikum farmakologi rabu kemaren, gue mah gag ada dengerin dosen, gue cuma mandangin kelinci pup di hadapan gue.
Haha, tapi bukan berarti gue juga mau ikutan pup. Haha.

Nggg, cuma itu aja sih hal yang gue lakuin buat ngilangin stres akibat masalah-masalah gue yang makin lama makin "garong" aja. Cara lain? Paling mencoba curhat ke temen-temen cewek, dan GA ADA yang nanggepin. T.T

Gue sih masih bersyukur karena sampai saat ini gue masih bisa (pura-pura) tersenyum. ^_^

Monday, May 3, 2010

Welcome 8th Block : The revenge of Flatus!

Yihaaa, udah masuk blok 8, artinya makin dekat waktu libur haha. Buat yang belum tahu, kurikulum yang digunakan di Fakultas Kedokteran Gigi USU itu ialah kurikulum KBK, atau kerennya bisa juga disebut SCL (Student Learning Center). Belajarnya dibagi dalam blok-blok yang tiap-tiap bloknya punya nama masing-masing. Misalnya pada blok 1, nama Blok nya adalah : kepribadian, jadi mata kuliah yang kami pelajari semuanya berhubungan dengan kepribadian, seperti Agama, Kewarganegaraan, dan Budaya sosial dasar.

Blok 8 yang sedang gue jalani sekarang bernama : REGULASI. Jelas mata kuliah yang dominan adalah Anatomi. Akhirnya, setelah hampir setahun belajar di FKG, inilah kali pertama menyentuh yang namanya mata kuliah anatomi. Sungguh sangat terlambat sekali teman. Dan baru sekarang juga gue mengetahui suatu istilah anatomi yang dari dulu selalu gue pertanyakan.
Apa itu?
Oke, kita kembali ke dua bulan yang lalu, saat itu gue baru saja ngeupload dan nge-tag foto temen gue di saat dia masih plontos. Jelas maksudnya iseng super tinggi. Fotonya sendiri saat itu jadi bahan tertawaan hangat.

“Makasih ya zy! Grrr!” komentar dia. Jelas maksudnya menyindir.

Gue tanggapi santai. Berhubung saat itu baru belajar patologi anatomi, gue pun melontarkan ejekan-ejekan pake bahasa medis.

“Kenapa? Pus (nanah) mu kambuh hahaha?” ucap gue sotoy.

“Grr, awas ya! Flatusmu bangkit!” Balasnya.

Gue berpikir keras. Flatus? Apa itu? Nama hewan kah? Sejenis burung di yang hidup di Australia? (itu mah platypus ya). Hmmm, flatus, kayaknya gag pernah denger gue. Merasa menang, gue pun balas ngejek.

“Flatus? Apaan tu? Ga pernah denger! Haha, dasar sputum (dahak)!”

Gue tersenyum penuh kemenangan selama dua bulan. Dan, sekarang, setelah belajar anatomi, dan tadi malam berusaha (setengah mati) membaca ebook anatomi, gue baru tahu kalo flatus itu artinya : KENTUT.

Sial, gue dibilang KENTUT, dan gue malah senyum-senyum aja. Awas ya!....

Thursday, April 29, 2010

Trouble Finder! : Ujian Blok 7 Hari Kedua

Gue bangun jam empat pagi, menyeduh teh, muter aimp music player biar mata kebuka, terus (berusaha) membaca slide farmakologi. Mata gue separo, plus poni gue yang udah menutupi mata sepertinya mengindikasikan kalo gue itu lebih baik tidur lagi. Tapi gue udah tobat, paling tidak itulah yang selalu gue bilang ke orang-orang, kalo gue itu udah ga malas lagi. Gue paksakan baca dafar nama-nama obat, sambil berpikir ga mungkin deh ujian nanti ditanyaiin nama-nama obat semua. Lagu save me dari Hanson mengalun dari aimp, gue malah jadi melamun. Dan akhirnya dengan sukses memproduksi jigong berlebih (baca: ketiduran) di meja belajar.
Jam setengah delapan, dan gue udah sesak nafas dikejar waktu. Pikiran gue ruwet, tapi gue sempat teringat kalo semalam sore gue sempat nge-twit yang aneh-aneh di twitter.
Jadi gini, ketika temen gue, Ra, ada buat status, gue dengan segenap keisengan di ubun-ubun malah nge-retweet yang seperti ini:
"gimana? udah putus? aku nunggu lo haha"
.
Jujur ini cuma bercanda, (tapi kalo diseriusin juga ga apa-apa haha).
Beberapa menit berselang, temen gue yang lain ngerespon. Gue pun menanggapi dengan sepenuh hati respon mereka, dan lagi-lagi dengan niat-cuma-bercanda.
Gue ga pernah ada kepikiran kalo itu akan berlanjut besok.
.
Gue tiba dikampus dengan waktu yang sangat mepet, masuk kelas dengan tergopoh-gopoh (tidak lupa mengacak-acak rambut), kemudian fokus untuk ujian.

"hmmm, hmmm" temen gue melirik sambil senyum-senyum. Gue merasa ada sesuatu yang bakal terjadi.
.
Ra pun masuk keruangan, terjadilah suatu hal yang ga gue sangka-sangka.

"ehem-ehem" tiba-tiba marcel berdehem keras dibuat-buat.

Dalam hati gue: masih wajar.

Semua mengikuti.

"ehem, ehem" dibuat-buat makin keras. Beberapa orang kebingungan.

"ehem, ehem, ehem, ehem" seluruh ruangan seperti keracunan bakteri fesesnya sendiri.
.
Komentar-komentar aneh lain menyusul.
.
"ra, kenapa ga duduk dibelakang?"

"ra mau duduk dimana? disitu ya, boleh, disamping Fozi' juga boleh.Haha"
.
"sihiy cie-cie."

"duduk disamping fozi' la ra."

ra kebingungan
.
temen-temen yang ga tahu menahu ada apa, melihat tajam kearah gue.
Gue pura-pura ikutan bingung, terus pura-pura nanya

"ada apa sih?"

Dalam hati gue : mampus, bakalan dibunuh ra nih
.
Temen sebelah juga gue nanya dengan kebingungan tingkat tinggi.
"ada apa sih zi?"

Gue jawab.
"paling kena kesurupan massal."

Kalo pengawas ga masuk ruangan, mungkin drama itu ga bakal selesai.
Gue sendiri saat itu sudah seperti keracunan karbonmonoksida. Kalo ketauan si "ra" gimana?
malu gue.
.
Gue agak-agak merasa gak tenang.
Gue melihat lembar soal.
Soal no satu. gue udah dapat feeling ga enak.
.
Terus berlanjut ke soal no lima belas dan seterusnya.
Geleng-geleng kepala. Ajojing. Mulai epilepsi.
.
Gue ngosongin 20 soal. Bener-bener ga tau jawabannya apa. Gue mengusap-usap sepatu gue, berharap keluar kepulan asap bersama seorang jin yang akan mengabulkan tiga permintaan.
.
Gue pura-pura tenang. Menyanyikan lagu save me-Hanson dengan pelan, dan ketika pengawas merhatiin gue, gue pura-pura menghafal dan tekun dibuat-buat.
.
Lalu?
Terjadilah keajaiban. Hahaha. Keajaiban apa?
.
Hmmm ????
Percayalah keajaiban itu ada.
.

Sunday, April 25, 2010

Empat hari lagi...


Tegaslah terhadap pilihan maka itu akan membawamu menuju apa yang telah kamu pilih. Dan bimbanglah terhadap pilihanmu maka kamu tidak akan beranjak kemana-mana.
Hmm, gimana quote diatas? orisinil (dan membingunkan) kan? Yap, ntu adalah salah satu tag quote dalam novel gue yang bakal terbit…setahun..dua tahun…atau satu abad lagi..hahaha.
Ngomong-ngomong soal pilihan, udah saatnya sekarang gue untuk memutuskan siapa yang harus gue pilih untuk menjadi pacar. Beberapa bulan yang lalu gue sempat dapet sms dari temen sekaligus pembaca blog gue. Awalnya dia muji-muji tentang blog dan visi misi hidup yang gue emban, namun, hanya berselang sepuluh menit, dia kembali nge-sms gue, tapi kali ini dengan marah-marah. Dia bilang gue ga dewasa, labil, dan lain-lain. Gue masih terima kalo dia bilang tingkah laku gue seperti angsa, tapi gue bener-bener ga terima gue dibilang ga dewasa, labil, pedofil(ini apaan sih? *sok polos hehe). Gile men, gue udah lapan belas taon masi juga dibilang kekanak-kanakan. Sewot, gue pun nanya dia balik. Lewat sms.

“Lo kenapa bilang gue ga dewasa dan lain sebagainya? Maksud lo apa?”

Terus dia bales.

“Kamu tu ga dewasa.Kamu terlalu mudah untuk suka ma cewek lain, dan mudah juga untuk ngelupainnya.Saran aku, lebih baik segera kamu ubah sikap seperti itu, sebelum ada lagi cewek yang kecewa seperti malam ini.”

Jegeeeerrrr. Gue seperti pipis dicelana. Apa yang salah disini. Gue berpikir. Gue kembali ngeliat tulisan-tulisan di blog gue.
Gue nyadar. Memang di postingan gue yang judulnya The cain of (udah gue apus sih). Gue pernah cerita kalo gue suka ma lima orang sekaligus.
Tapi gue kan Cuma suka, bukan Cinta. Dia salah ngertiin. Tapi semua udah terjadi, gue kehilangan pembaca blog, dan gue juga kehilangan kepercayaan dari temen gue sendiri.
Semua itu mungkin akibat sikap gue yang ga bisa milih siapa dan mengapa.
Karena hal itu masih membekas ampe sekarang, maka gue, hari ini, hanya akan menyukai (dalam arti khusus) “dia-yang-namanya-ga-mau-gue-sebut” saja.
Apakah dia juga suka ma gue, ntu dipikirin nanti ajah. Kalo pun dia ga suka, gue harus buat supaya dia bisa jadi suka ma gue.Hohoho (tumben gue ngomong bener).
Wish me luck everyday and get free fast food.

***

Ujian tinggal empat hari lagi.Tadi malam, setelah mengkonsumsi riboflavin dan temen-temennya, gue mencoba memulai untuk belajar. gue begitu semangat sebelum akhirnya masuk kedunia kegelapan (baca: mati lampu lagi).
Segera pilih gue jadi presiden dan Indonesia akan bebas mati lampu.


Tuesday, February 16, 2010

Catatan menjelang Ujian #3 Gas Beracun

H-5
Kemaren kuliah Farmakologi plus praktikum Histologi dan ga ada hal menarik yang terjadi kecuali Kentut aroma terapi yang gue sebarkan ketika praktikum sedang berlangsung dengan serunya.
Untunglah ga ada satupun temen gue yang notice kalo saat itu gue lagi buang angin.Hmm, ga heran sih kentut gue wangi kok.Hahaha *bangga.
Mereka tidak sadar telah diracuni sulfursianida :p
Kalo ada yang nanya kenapa gue sampe melakukan hal sembarangan seperti itu, maka gue akan menjawab: karena Ujian bentar lagi.Lebih tepatnya lima hari lagi dan gue masih aja seperti orang anemia(atau cacingan) ga ada tenaga dan nafsu untuk belajar sama sekali.
Nanti siang ada praktikum Kimia, dan itu artinya gue bakal ketemu lagi ma kakak-kakak pengawas praktikum yang suka ngasi gue pertanyaan aneh-aneh.
Gue teringat di praktikum sebelumnya, gue lagi (sok) serius menyendok natrium klorat di meja pengawas ketika kakak itu bertanya ke gue.
“Fauzi, kamu orang apa?’
“Hah?” gue mengernyitkan kening.
“Fauzi, kamu orang apa?” Tanya kakak itu sekali lagi.
“Aku? Orang Indonesia kak.” Gue yakin kakak ini pasti mengira gue orang Italia karena gue ganteng.” p
“Sukunya, maksud kakak.”
“ohh…”

Kemudian pas selesai praktikum, ketika gue mau mulangin kunci meja, kakak itu nanyain pertanyaan aneh lagi.
“Fauzi.”
“Ya?”
“Kenapa kamu pilih meja nomor 5?”
Gue bengong.Ga ada pertanyaan yang lebih berkelas lagi? Nanyain merk deodorant gue atau apa kek.
“Maksud kakak?” gue pura-pura nanya balik.
“Kenapa kamu pilih meja no 5?”
“Karena Pacar aku Lima kak.”
Kakak itu menatap gue sinis.
Halah, bilang aja cemburu.Gyahahaha.
Ga ngerti deh kenapa gue terus-terusan diberondong pertanyaan aneh-aneh seperti itu.Barangkali ini semua karena tingkah barbar gue dilaboratorium (gue pernah numpahin setengah botol larutan NaOH sampe meja gue kebanjiran, plus ngerusakin pipet tetes, plus gangguin kakak-kakak pengawas waktu inspeksi)

Tapi tadi gue sempet ngeliat senyum Dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut-, dan gue jadi seneng.Hmm.Jadi pengen tobat deh.Hohoho.
Wish me luck guys!

Monday, February 15, 2010

Catatan Menjelang Ujian #2 : Mabok Histologi

H-6
Sebelumnya mari kita ucapkan selamat ulang tahun kepada temen gue, Feby febriana.Semoga panjang umur dan banyak mendapat kado agar bisa dibagi-bagi ke gue.Hmpf. :p

Beberapa jam kedepan, gue mau praktikum Histologi, dan seperti biasa belon ada belajar.Mana semua bahan kuliah gue ditaro dikomputer lagi.
Tadi malam gue lupa belajar gara-gara twit gue dibales ma cewek yang namanya Liza nadira sampe gue terharu.Seneng banget.
Gimana ga seneng, pas gue nge-tweet temen kampus gue(yang cewek-cewek) ga da satupun yang mau bales.nah, ini malah pas gue ngetwit cewek cantik pinter keturunan arab dan belon kenal ma gue pula, eh tweet gue malah dibales dengan indahnya.
Temen-temen kampus gue memang katarak matanya, ga sadar juga kalo gue ganteng.Huhuhu.
Gue pun dilanda euphoria bersama twit-twit lucunya Liza.Lupa kalo besok ada praktikum.
Farewell, di bawah idung gue tumbuh jerawat yang sangat-sangat menyebalkan dan membuat gue tambah ga pede. Temen-temen gue bilang itu jerawat cinta.Emang ada gitu? Gue sih yakinnya jerawat ini tumbuh karena gue jarang mandi(ato bisa juga karena cuci muka pake pipis ayam)
Hmm, kembali ke mabok histology gue, Sekedar flashback, di dua praktikum histo sebelumnya, hasil kuis gue ga bisa diharapkan banget.
Di praktikum pertama, gue ga ada baca materi, akibatnya bisa ditebak, ga bisa jawab satu soalpun.
Di praktikum kedua, gue udah belajar(tapi dikit), eh malah gue kesiangan, trus telat dan ga ikut kuiz.Ajib banget deh.Mari kita rayain kedodolan ini dengan makan krebi peti.
Menu makan siang mematikan
Dan sekarang praktikum histo yang ketiga.Apa yang akan terjadi? Akankah kedodolan gue terulang lagi? Apakah Nicolas saputra selingkuh dengan penguin?

See u to the next post.

USU jaya bersama Fauzi

Kemaren ada pemilu di kampus gue.Pemilihan presiden universitas gitu deh.Pelaksanaannya sendiri udah mirip banget ma pemilu yang asli.Begitu juga kampanye-kampanye yang dilakukan mahasiswa demi mempromosikan Presiden jagoannya.
Gue sendiri dapat banyak banget selebaran calon-calon presiden dari orang-orang.Salah satu yang paling gue ingat adalah calon presiden no sekian, yang di selebarannya ditulis “calon presiden yang cukup ganteng.”
Gue mesem-mesem.Ganteng? Ini pemilihan model ato presiden atuh mas?
Kalo Cuma modal ganteng doang mah gue sih bisa jadi presiden.
Hmm..
Jadi presiden? Kelihatannya menarik.Gue pasti bisa cepat lulus kalo jadi presiden.Gimana kalo gue ikutan nyalon tahun berikutnya.Waw, ide yang sangat idiot Brilian sodara-sodara.
Maka, atas dasar itulah, gue, Fauzi menantukudanil, akan menggandeng dr.raditya dika, MM (Master Mencret) sebagai pasangan gue dalam pemilu berikutnya.
Siap Meracuni dunia
Berikut ini visi dan misi kami.

Visi: Mencanangkan USU bebas mati lampu 2010

Misi:
1.Menjadikan gue sebagai Mahasiswa paling terkenal di USU agar mudah kenalan dengan cewek-cewek cantik.

2.Mengundang Miyabi datang ke Fkg

Moto:
“Daripada korupsi, mending gosok gigi.”

Kantor: Toilet cowok Fkg

Gimana menarik bukan?
Jadi tunggu apalagi, daftarkan segera diri anda dan jangan lupa buletin no 69, pake pensil 2b yang asli(ini pemilu ato ujian nasional sih), ingat-ingat ting.

Sunday, February 14, 2010

Catatan menjelang ujian

Udah dua minggu ga nulis dan seminggu lagi ujian.Oke, maafkanlah blogger sexy ini ini.Dalam dua minggu ini apa yang terjadi? Memang jadwal kuliah dan praktikum yang sangat padat membuat gue hampir-hampir gila(padahal udah gila dari dulu yah haha), tapi gue rasa bukan itu yang membuat gue vakum menulis sampe dua minggu lebih.
Dua minggu terakhir gue lagi heading into a crisis.Krisis seperti apa? Yang jelas bukan krisisdayanti.Gue sendiri ga mengerti krisis seperti apa yang gue alami.Ribet dan susah dideskripsikan.Gue ga pernah bangun tepat waktu.Sering telat datang ke kampus yang berujung cabut jam pelajaran karena dosen ga ngizinin masuk.
Benar-benar buruk.Gue, untuk yang pertama kalinya, ga bisa jawab satupun soal kuis waktu praktikum kimia pertama.Gue tiba-tiba down.jangan-jangan ini azab karena jarang gosok gigi.Di makalah biokimia gue malah membuat blunder dengan menggambar grafik enzim lurus.Padahal dimana-mana grafik enzim terhadap PH itu berbentuk parabola.Ga tau deh berapa nilai biokimia gue itu.Gue pasrah dicium.
Arghh….gue tiba-tiba jadi rindu mak erot.
Di kampus, orang yang gue harepin tak kunjung menaruh perhatian ma gue.Capek deh gue dicuekin melulu.Bisa-bisa impotensi gue.
Kabar mengejutkan selanjutnya, minggu depan ujian blok, dan gue belum ada belajar sama sekali.Jumlah mata kuliah yang akan diujikan itu ada delapan.Oh, my, gue seperti merasakan neraka lebih awal.Apakah jangan-jangan gue memang udah ada di neraka? Tapi aneh, masa di neraka ada orang ganteng seperti gue.Hmm.
Delapan mata kuliah mesti dipelajari dalam waktu seminggu, dimana tiap satu hari dalam seminggu gue hanya mempunyai tiga jam untuk belajar.Kacau banget.
Itu juga kalo gue rajin, udah empat kali ujian blok disemester pertama, tapi gue tetap aja make sistem kebut sejam.
Sekarang blok lima, apakah gue masih akan mengulangi kedodolan-kedodolan gue?
Kemungkinan untuk keajaiban terjadi itu kecil.Kalo gitu ga usah berharap keajaiban deh, gue harus berusaha keras.
Siapa tahu masalah gue, walaupun ga hilang sepenuhnya, tetapi berkurang sedikit demi sedikit.
Semuanya butuh proses.
Oh iya, setelah setahu mencari, akhirnya gue nemu juga foto-foto thya di facebook.Gile, udah rindu banget ma muka dia.Terakhir kali gue ngeliat di friendster masih polos dan sekarang di facebook, dia udah berubah banget.Raut mukanya jadi lebih tegas.
Dia udah dewasa.Arghh….
Ada juga fotonya yang berlokasi di jepang (student exchange mungkin, coz temen gue yang dari smansa, arga, juga pernah ikutan yang seperti itu).

Wuuaaaa, gue ngiri banget, gue paling jauh juga pergi ke pasar ikan dan foto-foto ma cumi rebus.Coba bayangin kalo ke jepang kan gue bisa ketemu doraemon.Huhuhu.Pengen jadi kaya biar bisa keliling dunia.

Pertanyaannya, apakah ada orang malas yang bisa jadi kaya?
Di negeri tuyul mungkin ada. :p
.

Monday, January 18, 2010

Seandainya mesin waktu itu ada..

Seandainya mesin waktu itu beneran ada, maka ada banyak hari yang ingin gue kunjungi lagi untuk mencegah terjadinya kesalahan dan keidiotan yang gue pernah lakukan.
Gue ingin balik ke tanggal 21 januari 2008 saat itu gue diputusin Rika, dan gue lupa maksa dia buat ngasi tau alasan kenapa gue diputusin.Sampe sekarang gue belon tau alasan itu dan gue malu buat nanya balik.
Gue pun mati penasaran.
Kemudian, gue pengen kembali ke tanggal 20 april dimana saat itu acara perpisahan SMA, dan gw ga berani nyatain perasaan gue ke Rahma padahal udah hari terakhir.Gue mau kembali ke hari itu dan nembak dia.Walau kemungkinan besar ditolak karena gue terlalu ganteng(dan upilan) untuknya.Hahaha
Oke, memang itu ga mungkin, tapi seandainya saja mesin waktu itu ada, gue pasti kembali ke delapan hari yang lalu, dimana gue kehilangan uang tiga ratus rebu gara-gara mesin atm kurang sesajen.

Saat itu gue lagi didepan atm disalah satu bank deket kampus.Gue mau ngambil uang buat beli novel.
“eh, kalo ga salah di Gramedia juga ada atm kok.” Batin gue dalam hati.

Gue pun pergi ke Gramedia dengan wajah yang sumringah.Dengan bernafsu mengelus-elus mesin atm kemudian melakukan penarikan.
Kreek…
Uangnya ga keluar-keluar.
Mesinnya gue goyang-goyang (tolong yang ini jangan ditiru.Pliss.)
Kreek.Mesinnya berbunyi lagi.
Gue melihat sedikit dari sisi uang lima puluhan keluar.Gue coba ngambil tapi jari gue ga muat-muat.Kenapa nih mesin atm.Gue mulai panik.Kenapa duitnya nyangkut.Gue goyang-goyang lagi.Dengan lebih barbar.
Kreek..
Uangnya masuk kembali ke mesin.
Ada apa ini? Ada apa ini? Jangan-jangan mesinnya ngambek akibat tingkah tak senonoh gue.
Gue ngecek saldo.
Gue bengong.
Gue ngecek saldo lagi.
Bengong lagi.
Gue ngecek saldo memastikan.
Gue makin bengong.Kenapa Saldo gue berkurang? Jangan-jangan..Mama Lauren..ini ga mungkin..Mesin atm kurang ajar.Uang gue tiga ratus rebu lenyap.Ooohhh, oouhh, bayangkan tiga ratus rebu udah bisa beli boneka monyet kuning.
Tiga ratus rebu udah bisa beli sepuluh kotak choki-choki.
Tiga ratus rebu udah bisa makan bebek goreng sepuasnya.

Gue pun Nangis semalaman.Menyesali.Kenapa gue ga ngambil duitnya di atm deket kampus aja.

Dan gue pun kembali berandai-andai kalo saja gue punya mesin waktu, gue pasti kembali ke hari itu dan memperlakukan mesin atm itu dengan penuh perike-atm-an.Gue janji ga akan ngegoyang2 lagi.Gue akan meningkatkan kasih sayang gue terhadap semua mesin.Tapi tolong kembalikan uang gue.
Kembalikan.

Waspadalah.

Doraemon, kamu dimana?

Sunday, December 27, 2009

Empat perjaka mengobrak-abrik Palladium Mall.


Hari itu, gue dan tiga temen gue, Fadil, Arga, dan Rasyid berencana pergi nonton film di 21 Palladium.Gue sendiri ga bawa helm untuk ikutan.Untunglah dengan berbekal sedikit kenekatan, gue dan yang lainnya pun tetap pergi dengan bernafsu.Di sepanjang jalan, kami berhasil melewati ranjau-ranjau polisi dengan sangat lincah untuk yang kedua kalinya.Gue jadi teringat film Italia yang pernah gue tonton, “Escape from Galliano” dimana filnya bercerita tentang sekelompok pemuda tampan berlari menelusuri gang-gang sempit kota turin untuk menghindari mafia(dan waria) buas bernama Albreto Galliani.Tapi, begitu tiba didepan palladium, datanglah marabahaya dari neraka lapis ketujuh, tiba-tiba ada polisi lewat.Arga memperlambat laju motornya.Gue reflek menghindar, bersembunyi dibalik punggung Arga, kalo kelihatan, gue bisa-bisa ketangkep.Untuk menghilangkan rasa takut, gue coba nginget2 mantan pacar gue, Dian sastro.Huahaha.Untunglah, karena kami GANTENG, polisi itu membiarkan kami lewat.Hahaha.Kalian lihat, betapa beruntungnya jadi cowok-cowok ganteng seperti kami.
Diparkiran, dimulailah kenakalan yang pertama.Meloncati tali pembatas.Kami memang anak-anak yang bertaqwa.Kalau bisa melompati tali pembatas, ngapain capek-capek mutar nyari jalan keluar.Brilian.Patut ditiru.
Kami sempat bertemu dengan tiga orang anak muda yang salah satu diantaranya adalah cewek dengan rambut diikat potongan kertas Koran.Hmmm.kami curiga.Kenapa Koran diiketin kerambut? Apakah itu memang tren zaman sekarang? Jangan-jangan ditahun 2010 ntar kain pel yang malah ditaruh dikepala.
Nyampe didalam gedung, gue request ke toilet.Dari tadi gue udah sesak pipis.
“Beli tiket dulu, toiletnya nanti aja.” Kata Arga.
Gue manggut-manggut.Kalo misalnya eskalator ini penuh dengan pipis gue, kita semua tahu siapa yang harus disalahkan.
Diloket, kami berunding sejenak mengenai film apa yang akan ditonton.Gaya kami berunding mirip seperti ibu-ibu arisan.Aww.
“Avatar aja.” Seru Fadil.
“Iya Avatar.” Arga setuju.Memang niat awal kami adalah nonton Avatar.
“Rasyid?” Tanya gue.
“Ya udah, ikut aja.” Balasnya.
“Oke avatar.Kamu zi?” Tanya fadil.
Gue bengong lama.Hmm.Avatar?Sambil melihat poster sang pemimpi, gue ngeles.
“Sang pemimpi aja kenapa wee…”
“Bentar lagi main nya tu di TV” celoteh rasyid.Yah, kelihatan jelas sekali kalo si Rasyid ini doyan nonton tivi.Acara favoritnya menurut gue adalah dora the explorer.
“Tapi..tapi..nanti kan udah basi.Lagian kalo nonton di TV banyak kali iklannya syid.”
“Udahlah, avatar aja.” Bujuk Fadil.
“Ga seru wee..sang pemimpi aja.”
“Kalah suara ko zi.” Kata Fadil bijaksana.Penuh kelembutan seorang janda.
“Ya udah, kalian ajalah yang nonton.” Seru gue.Huh..padahal gue kepengen banget ngeliat film sang pemimpi.Gue pengen liat gimana Zakiyah Nurmala itu.Di thriller, gue lihat dia lumayan menarik.KeCantikan khas melayu.Mereka ga tau sih, kalo kisah cinta gue itu sama seperti kisah cinta Arai.Ditolak melulu.Mereka juga ga tau kalo pas baca novelnya, gue sempat nangis terharu.Gue mutusin untuk beli DVD nya aja ntar.
“Serius zy? Ntar pas kami nonton kamu dimana?”
“Aku di gramed aja.”
“Serius ko 2 jam di gramed?”Tanya Fadil heran.
Hehehe, ni anak ga tau kalo gue pernah nginep di gramedia.Agaknya dia belon pernah mendengar legenda Fauzi “si ganteng penunggu gramedia”
“Iya aku serius”
Film dimulai sekitar tiga puluh menit lagi, dan dalam rentang waktu segitu, gue dan Arga mutusin makan dulu.Orang-orang ganteng seperi kami juga butuh makan layaknya manusia biasa.Kebetulan dapat voucher makan.Ini merupakan sesuatu yang lazim menghampiri kami para cowok berkharisma.
“Apa sempat kita makan?” Tanya Rasyid ragu.Kami semua tetap berjalan kelantai satu.Ke restoran yang sangat beruntung karena dikunjungi empat orang ganteng.
“Tiga puluh menit, pasti sempat.” Balas Arga.Anak ini memang ahli dalam urusan makan-memakan.
“Iya..iya sempat!” gue memprovokasi.Gue memang kompor.
Fadil melihat jam handphonenya.
“Dua puluh menit lagi pun.” Katanya.
“Tu kan dua puluh menit lagi.Apa sempat?” Tanya Rasyid masih ragu.Melihat gelagatnya, gue yakin si Rasyid lagi diet.Dia fraksi yang menolak rencana gue dan Arga untuk makan.
“Sempat.” Balas Arga sambil mempercepat langkahnya.Gontai.
“Sempat la itu.Lagipula mana enak ntar nonton kalo perut kosong.” Bujuk gue.Yang ada diotak gue Cuma yakiniku saus tiram.
Dan akhirnya kami pun makan di bawah.Restoran Apollo.Tempat dimana voucher makannya berlaku.Tempat yang akan segera laris berkat kedatangn kami.
Sampe dikasir, gue langsung kecewa.Penjaga kasirnya kurang cantik.Gue melihat menu.Hmm, semua makanannya, rata-rata belasan ribu.Dan dari menu yang ada, kok ga ada yakiniku saus tiram.Gue kan pengen makan itu.Yang ada Cuma nasi goreng sea food, bakso kuah sapi, dan segala jenis mie.Apakah disini ga ada makanan yang bergizi agar gue tumbuh kembang dengan sempurna.Hmm..hmm.Gue melihat menu lagi.
“Gue pesen teh susu.” Jawab gue.Bagi gue semua yang mengandung susu pastilah bergizi.ckckckc.
Sambil makan, kami membuat keributan dengan bercerita Naruto.
“Terus..terus..gimana cerita naruto.” Tanya gue.
“Ya itu la…danzo nya dicekik susanoo.” Jawab Fadil.
“Terus Danzonya mati? Tanya gue tertarik
“Ga, tiba-tiba dia muncul dari belakang.Terus dia bilang gini ‘mulai sekarang kita berbicara dengan mata kita’ ” Arga ikutan nimbrung.
“Waw…” gue terkesima mendengar cerita mereka.Pelayan-pelayan memandang kami seolah-olah ingin mangatakan “dasar anak ingusan, Udah mau kiamat pun masi aja cerita Naruto.”
“Berapa menit lagi?” Tanya Arga.
“Lima menit lagi.” Jawab Rasyid.
Arga mempercepat makannya.
“Tenang aja, kan ada injury timenya.” Celoteh Fadil.
“Injury time? Hahaha” gue menyedot dengan cepat teh susu gue.Rasanya seperti telur angsa dicampur krim.
Selesai makan, semuanya berlari kelantai atas.Sedangkan gue belok ke Gramedia.Begitu bernafsu untuk mengobrak-abrik isinya.Mbuahahaha.
Setelah menitipkan tas, gue langsung mencaplok lima komik one piece dari rak, lalu membawanya kesudut ruangan yang ada sofanya.Membaca seperti dirumah sendiri.Kalo ada orang yang mau duduk disebelah gue, gue pun melebarkan paha gue sehingga orang tersebut merasa tidak nyaman dan akhirnya pindah.Gue pun tertawa setan jika melihat mereka pergi.Huahahaha.:-p
Setelah selesai baca lima komik.Gue mengambil beberapa buah komik change guy.Kebetulan kan ada voucher potongan harga.
Sebelon pergi kekasir, gue ngeliat dulu voucher itu, dan gue baru sadar kalo ternyata voucher itu cuma berlaku buat pembelian BUKU.Huaaaaa…sial.
Gue batal beli.Gue lempar lagi komik ditangan gue ka rak dengan biadab.Kemudian gue ngambil lima komik one piece lagi.
Tiba-tiba dari belakang ada yang nyolek-nyolek gue.Jangan-jangan cewek cantik.Gue buru-buru noleh kebelakang, Waw, ternyata mereka adalah Fadil, Rasyid, dan Arga.Pantas gue merasa ada aroma kegantengan menyebar. Setelah kami berempat berkumpul kembali, kami pun bersatu untuk meraba-raba semua barang yang ada di gramedia ini.Semua, dari mulai buku, barbel, mouse, joystick, keyboard, printer, flasdisk, mesin fax, catridge, pramuniaga, lantai, dan semuanyalah pokoknya.
Selesai puas mencabuli barang-barang, Rasyid, Arga, dan Fadil permisi pulang.Dasar kalian tidak bertanggung jawab.Hahaha.
Gue sendiri melanjutkan hobi baca gratis sampe jam enam sore.
Benar-benar hari yang panjang.

Friday, July 17, 2009

My idiot act

Bagi gw, idiot adalah orang yang suka membuang2 waktu.
Inilah kegiatan gw sepanjang liburan yang benar ga produktif

05.00. Dibangunin nyokap tuk shalat. Pura-pura gag denger
06.00.Terbangun
06.01.Tidur lagi
08.45.Bangun setelah dibangunin
09.00.Sarapan sambil nonton tivi
09.00.Buka e-mail. Trus bales kalo yg ngirim cewek.
10.00.Browsing di yahoo answer
11.00.Up date twitter
12.00.Makan siang
12.30.Bersihin kamar. Nemu diary lama. Terus dibaca sambil tiduran.
13.00.Check memory card.
13.30.Maen game harvest moon
17.00.Buka e-buddy
17.15.Tiduran
18.00.Mandi

Kesimpulan: Dont try this at home

Thursday, June 5, 2008

ME AND CLASS XI

"Life goes on, and spirit must there is my self." [Grammar-nya beneran ga' ya?]

4 hari menjelang kenaikan kelas...jempol kaki gue mengalami Meningtitis meningokokus.
Tapi, tetep aja gue gak akan nyerah.
Gue gak akan nyerah walau gue banyak ketinggalan di pelajaran fisika tentang dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar.
Gue gak akan menyerah, walau ketika madam menerangkan tentang " la conjugasion des verbe", gue sms-an ma kuda lumping betina di pojokan kelas.
Gue enggak akan menyerah , walau gue harus rela kehilangan waktu tuk mencukur bulu ketek demi menulis posting ini.
Gue bener gak punya waktu lagi untuk bersenang-senang dan bernafas dengan segenap jiwa raga semenjak ujian praktek bergulir dari mulai seeminggu yang lalu.Bulu idung gue beneran kribo dibuatnya.

Besok pagi, gue bakalan mentasin drama untuk nilai seni gue.Dan gue bakalan meranin seorang guru yang kebanyakan ngirup lem aibon.Peran yang exotic teman-teman.Huahaha.

Oh ya, sekedar informasi.PDKT gw ma fatma dah mengalami banyak kemajuan.Buktinya sekarang fatma rajin nge-sms gue duluan, sekedar ngingetin kalo gue mesti wudlu dulu sebelon bobok.Biar mimpinya indah geto.Gw jadi seneng nih.Bakalan makan-makan lagi nih kita. Hehehe^-^.

Thursday, March 27, 2008

The Beginning...

Saat itu, gue dan dia lagi berhadapan. Hari itu hari selasa, menginjak hari ketiga gue jadian dengan dia.

“Jadi?” Tanya gue.

“Ya, kita putus.” Katanya.

“kenapa?”

“Ini soal Mama. Mama ga ngijinin aku pacaran dulu kak.”

Gue langsung tahu dia mencari alasan. Dia tidak bilang mengenai hal itu saat dia nerima gue.

“Kenapa mencari-cari alasan.”

Dia hanya diam.

“Aku tahu kenapa. aku bukan laki-laki yang kamu harapkan kan.”

Dia membuang tatapannya. Tidak bicara.

“Aku memang bukan siapa-siapa. Tapi aku sayang kamu.” Gue ngomong lirih. Rasa-rasanya mulut gue bergerak sendiri.

“Iya, tahu, tapi, Mama.”

“Udahlah, aku ga mungkin maksa.”

Ekspresinya kini berubah menjadi tidak peduli.

“Suatu saat nanti aku tidak akan diperlakukan seperti ini lagi.” Gue terus mengeluarkan kata-kata sedih minta dikasihani.

Dia pergi meninggalkan gue. Masuk kekelasnya.

“Aku akan menjadi lebih baik.”

Gue ngomong sendiri.

“Aku janji.”

Mulai dari sini, gue akan berusaha merubah keadaan yang seperti ini. Selalu dipermainkan wanita, sedikit teman, dikucilkan dari pergaulan, kesepian.

“Di masa depan aku tidak akan seperti ini lagi.”

Metamorfosa, gue yakin itu akan terjadi.